PASCA Rusuh Rempang : Trauma Bunyi Sirene, Warga Kuatir Tinggalkan Rumah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Rusuh Rempang beberapa waktu lalu, menyisakan luka mendalam bagi warga sekitar. Penduduk kuatir tinggalkan rumah serta dengan bunyi sirine.
Hal itu diungkapkan Panglima Pucuk DPP LLMB, Datuk Besar Ismail Amir SH MH didampingi Datuk Sekjen DPP LLMB Datuk Juprizal dan Datuk Panglima Tengah DPD LLMB Pekanbaru, Darul Uzer dikutip detak24com dari riauterkini.com, Rabu (27/08/23).
Menurutnya, Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau Kepri dan Sumut turun langsung ke lapangan meninjau kondisi warga Rempang, pasca konflik dengan aparat dan pemerintah. Sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga sejumlah desa yang terdampak rusuh Rempang.
“Kami turun ke lokasi dan berbincang dengan warga setempat untuk melihat kondisinya secara langsung. Hasilnya sungguh mengejutkan kami. Banyak warga yang kuatir dan takut kalau mendengar suara-suara sirine misalnya. Mereka sangat trauma,” kata Panglima Pucuk DPP LLMB, Datuk Besar Ismail Amir.
Bukan hanya itu, Datuk Pucuk menambahkan, bahwa kondisi warga Rempang sangat memprihatinkan. Banyak warga yang tidak bisa melaut. Kuatir rumah mereka terjadi apa apa jika ditinggalkan. Akhirnya ekonomi warga turun drastis.
Menurut Datuk Pucuk, kedatangan mereka selain menyalurkan donasi juga menggali informasi sebenarnya secara langsung ke warga Rempang. LLMB Riau Kepri dan Sumut mengunjungi berbagai desa. Seperti Desa Pasir Panjang, Desa Semulang Tengah, Desa Semulang Tanjung dan lainnya.
“Kunjungan ke berbagai desa di Rempang juga memberikan sembako hasil donasi pengurus dan anggota LLMB terkumpul lebih kurang 50 juta. Donasi tersebut kita salurkan dalam bentuk beras, gula, kopi dan teh sebanyak 400 paket,” ungkapnya.
Datuk Pucuk mengatakan bahwa banyak desa menerima donasi LLMB. Seperti bantuan donasi paket sembako ke Desa Pasir Panjang 120 KK, Desa Semulang Tengah 77 KK, Desa Semulang Tanjung 80 KK dan ke warga Rempang lainnya.
Sekjen DPP LLMB Datuk Juprizal menambahkan, bahwa kasus Rempang ini peringatan besar kepada pemerintah. Pembangunan proyek strategis nasional harus di sinkronkan dengan masyarakat tempatan agar kesejahteraan juga dinikmati oleh masyarakat kecil. ***
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












Saat ini belum ada komentar