Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial » LOLOSKAN Gibran, Pendukung Ganjar Laporkan KPU ke DKPP 

LOLOSKAN Gibran, Pendukung Ganjar Laporkan KPU ke DKPP 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com –  Pendukung Ganjar laporkan KPU ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Laporan itu buntut  KPU menetapkan Gibran sebagai cawapres untuk Pilpres 2024.

“Ya, kita akan laporkan KPU ke DKPP karena memang KPU melanggar secara aturan,” kata juru bicara pendukung Ganjar yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Konstitusi, Mixil Mina Munir, kepada Republika usai melakukan aksi demonstrasi di depan KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/11/23).

Munir menjelaskan, pelanggaran yang dimaksudkan adalah kaitannya dengan penerimaan pendaftaran Gibran Rakabuming Raka pada 25 Oktober 2023, yang lantas ditetapkan oleh KPU pada Senin. “Hari ini kan penetapan, kemudian pengundian nomor urut, kemungkinan hari Rabu (15/11/2023) atau Kamis (16/11/2023) nanti kita akan laporkan.”

Munir berharap, laporan yang dilayangkan ke DKPP bisa diproses terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU dengan meloloskan Gibran, meski putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menimbulkan polemik. Aliansi Penyelamat Konstitusi berharap agar Gibran bisa didiskualifikasi sebagai peserta Pilpres 2024.

“Biar masyarakat tahu bahwa terutama ada kecurangan dalam proses pemilu ini dimana ada anggota KPU yang tidak memenuhi sumpah dan janjinya menjadi penyelenggara yang netral. Membiarkan orang tidak sesuai dengan aturan, tapi kemudian menerima pendaftaran dari Gibran,” jelas Munir.

Aliansi Penyelamat Konstitusi melakukan aksi demonstrasi di depan KPU jelang penetapan capres-cawapres pada Senin. Aksi itu diikuti oleh seratusan orang dari berbagai elemen, di antaranya Ganjarist, Sahabat Muslim Ganjar, Front Betawi Bersatu, dan Seknas Puan.

Para pendemo yang merupakan pendukung capres Ganjar Pranowo itu mengenakan dresscode hitam-hitam dengan membawa sejumlah atribut demonstrasi. Di antaranya bendera berwarna kuning pertanda berbelasungkawa, lengkap dengan keranda.

Sejumlah poster juga ditunjukkan, diantaranya berbunyi ‘Gibran adalah cawapres ilegal’, ‘R.I.P nurani MK’, ‘Gibran katanya anak muda yang mandiri, kok ngandelin bapaknya?’, dan ‘Mentang-mentang anak presiden Gibran menghalalkan segala cara’.

Teriakan ‘Kami Muak’ pun didendangkan di sepanjang aksi. Demo itu dilakukan bertepatan jelang penetapan capres-cawapres dalam Pilpres 2024 oleh KPU.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) sekaligus Advokat Perekat Nusantara, Petrus Selestinus mengatakan, putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terhadap Ketua MK Anwar Usman bisa menjadi instrumen kuat untuk membatalkan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai peserta Pilpres 2024.

Petrus mengungkapkan, rakyat Indonesia saat ini sedang prihatin karena tiga lembaga negara, yakni presiden, MK, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI diduga terlibat dalam konspirasi dengan suprastruktur politik Istana. Dia menilai ada politik praktis yang terjadi di antara mereka bertiga.

Hal itu terkait dengan keluarnya putusan MK Nomor 90 tentang batas usia capres-cawapres minimal 40 tahun atau pernah dan sedang menjadi kepala daerah. Sehingga, Gibran yang masih berusia 36 tahun, lantaran berstatus wali kota Solo bisa maju dalam kontestasi Pilpres 2024, mendampingi Prabowo Subianto.

“Padahal baik MK maupun KPU merupakan lembaga negara yang kemandirian dan independensinya dijamin oleh UUD 1945, seharusnya tidak boleh diintervensi secara melawan hukum oleh siapapun juga, terlebih-lebih oleh supra struktur politik demi politik praktis lewat nepotisme,” kata Petrus di Jakarta, Senin.

Petrus menuturkan, putusan MKMK Nomor 2/MKMK/L/ARLTP/10/2023 tanggal 7 November 2023 mendelegitimasi putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/ 2023 tanggal 16 Oktober 2023, yang ditandai diberhentikan Anwar Usman sebagai ketua MK. Sebab ipar Presiden RI Jokowi itu terbukti melakukan pelanggaran berat kode etik dan perilaku hakim konstitusi.

Menurut Petrus, dalam menetapkan pasangan calon, KPU dituntut menempatkan putusan MKMK sebagai landasan hukum dan etik. KPU, sambung dia, tidak boleh membiarkan diri menjadi eksekutor Istana dan mengabaikan putusan MKMK yang secara modal dan etik mengembalikan wibawa dan marwah MK.

Petrus menekankan agar KPU memahami bahwa putusan MK perkara nomor 90 memang menjadi cara untuk meloloskan Gibran mendampingi Praboyw. Sehingga putusan MKMK yang menyebut adanya pelanggaran berat ketua MK secara otomatis memengaruhi putusan MK.

“Oleh karena itu suka tidak suka Putusan MKMK itu berimplikasi menimbulkan cacat hukum pada pencawapresan GRR (Gibran), sehingga KPU tidak punya pilihan lain selain harus menyatakan batal pencawapresan GRR,” tegas Petrus dikutip dari CAKAPLAH. (*/berita)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriahkan HUT SSB Duri Galaxy Ke 23, PS RBC Rebut Juara Liga U-10 dan U-12

    Meriahkan HUT SSB Duri Galaxy Ke 23, PS RBC Rebut Juara Liga U-10 dan U-12

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – PS RBC (Remaja Bhayangkara Club) sukses rebut dua juara liga U-10 dan U-12 sempena HUT SSB Duri Galaxy ke-23 di Stadion Mini, Pokok Jengkol, Duri, Ahad (27/07/25). Klub yang bermarkas di Jalan Asrama Tribrata, Kelurahan Pematang Pudu itu juga mengukir prestasi di kategori pemain dan kiper terbaik. Yakni, Adrian pemain PS RBC […]

  • Kesal Ditagih Utang, Nasabah Bakar Ketua Mekaar di Tempat Sampah Guguak Sumbar

    Kesal Ditagih Utang, Nasabah Bakar Ketua Mekaar di Tempat Sampah Guguak Sumbar

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PAYAKUMBUH, detak24com – Tragedi mengerikan menimpa Ketua Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Guguak Limapuluh Kota, Sumbar. Korban bernama Feni Ria Andriani (42), ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di tempat sampah belakang rumah nasabahnya di Nagari Guguak VIII Koto. Warga setempat menemukan jenazah korban yang sudah tinggal tulang belulang pada Rabu (03/07/24) malam, dan […]

  • TIM OPS PEKAT Polres Dumai Sasar Kedai Tuak, Penginapan hingga Kos-kosan

    TIM OPS PEKAT Polres Dumai Sasar Kedai Tuak, Penginapan hingga Kos-kosan

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    DUMAI, detak24.com –  Tim Ops Operasi Pekat Polres Dumai menyasar tempat hiburan malam, warung remang-remang, kedai tuak hingga daerah rawan terjadinya pungli maupun balap liar, Ahad (18/12/22) malam. Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, melalui Kasat Samapta Polres Dumai AKP M Sahudi, Senin (19/12/22) mengatakan, bahwa tujuan pelaksanaan Operasi Pekat untuk menjaga kondusifitas kamtibmas, meminimalisir aksi […]

  • Peserta Jurusan Welder Mulai Jalani Praktik di BLK UPTLK Disnakertrans Bengkalis

    Peserta Jurusan Welder Mulai Jalani Praktik di BLK UPTLK Disnakertrans Bengkalis

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Jurusan Welder merupakan bidang paling sering dilaksanakan dalam Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi (PBUK) oleh Disnakertrans Kabupaten Bengkalis.  Termasuk tahun 2024 ini. Pelatihan welder yang dibuka Bupati Bengkalis Kasmarni SSos MMp, awal Desember lalu saat ini tengah memasuki praktik lapangan yang bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) UPTLK Disnakertrans Kabupaten Bengkalis, Jalan Pipa […]

  • Tangis Dadang, Kabid Dishub Bogor Diduga Sunat Kompensasi Angkot Program KDM 

    Tangis Dadang, Kabid Dishub Bogor Diduga Sunat Kompensasi Angkot Program KDM 

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JABAR, detak24com – Kabid Lalu lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih menangis di depan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Ia diduga terseret kasus penyunatan uang kompensasi supir angkot di Jalur Puncak. Kompensasi tersebut diberikan KDM, agar supir tak menarik selama Lebaran Idul Fitri 2925. Hal tersebut untuk menghindari kemacetan di Puncak. Dishub Kabupaten Bogor ikut […]

  • Hastag #KawalPutusanMK Menggema di Tengah Isu Upaya Penjegalan 

    Hastag #KawalPutusanMK Menggema di Tengah Isu Upaya Penjegalan 

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Putusan MK pada Selasa (20/08/24) siang yang mempermudah syarat pencalonan pada Pilkada 2024, disambut gembira banyak kalangan. Namun, beberapa jam kemudian muncul isu tentang adanya upaya menjegal atau menganulirnya. Sejak Selasa malam, berkeliaran undangan mengatasnamakan Badan Legislatif (Baleg) DPR yang mengundang anggotanya untuk rapat membahas UU Pilkada pada Rabu (21/08/24). PDIP mempertanyakan […]

expand_less