DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Lapas Bagansiapiapi Pindah ke Ujung Tanjung, 990 Warga Binaan Direlokasi

Relokasi warga binaan dari Lapas Bagansiapiapi ke Ujung Tanjung. f : ist

UJUNG TANJUNG, detak24com – Lapas Bagansiapiapi resmi pindah ke Ujung Tanjung. Sebanyak 990 warga binaan direlokasi ke tempat baru.

Upaya mengatasi persoalan kelebihan kapasitas di lembaga pemasyarakatan akhirnya memasuki babak baru. Sebanyak 990 warga binaan dari Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi resmi direlokasi ke Lapas baru di Ujung Tanjung, Rohil, Kamis (04/06/26).

Pemindahan dilakukan secara bertahap dengan pengamanan ketat yang melibatkan personel TNI, Polri, dan petugas Lapas.

Operasi relokasi ini menjadi salah satu proses pemindahan warga binaan terbesar yang dilakukan di wilayah Riau dalam beberapa tahun terakhir.

Plh Kakanwil Ditjenpas Riau Muhammad Lukman, mengungkapkan bahwa kapasitas ideal Lapas lama sebenarnya hanya sekitar 90 orang.

“Lapas lama dirancang hanya untuk menampung sekitar 90 warga binaan, namun saat ini dihuni hingga 990 orang. Kondisi ini tentu berdampak terhadap efektivitas pembinaan yang dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Lapas Ujung Tanjung menjadi jawaban atas kebutuhan fasilitas pemasyarakatan yang lebih representatif di Riau.

“Lapas baru tersebut memiliki daya tampung hingga 1.500 orang, dengan dukungan sarana dan prasarana yang jauh lebih memadai dibandingkan bangunan sebelumnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa relokasi ini bukan semata-mata bertujuan mengurangi kepadatan hunian, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan pembinaan bagi warga binaan.

“Pemindahan ini tidak hanya berbicara soal kapasitas, tetapi juga bagaimana pembinaan dapat berjalan lebih optimal dengan fasilitas yang lebih baik dan modern,” katanya.

Dengan ruang yang lebih luas dan fasilitas yang mendukung, program pembinaan kepribadian maupun kemandirian diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Sementara itu, bangunan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi yang lama belum diputuskan pemanfaatannya.

Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Riau akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menentukan fungsi gedung tersebut di masa mendatang.

Tambah Lukman, berbagai opsi tengah dipertimbangkan, namun keputusan final tetap menunggu hasil konsultasi resmi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Kemungkinan ada pemanfaatan lain terhadap bangunan lama, tetapi hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian terkait,” jelasnya.

Peresmian operasional Lapas Ujung Tanjung sekaligus relokasi 990 warga binaan menjadi momentum penting dalam pembenahan sistem pemasyarakatan di Provinsi Riau.

Selain mengurangi tingkat kepadatan hunian yang selama ini menjadi persoalan utama, fasilitas baru juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih manusiawi, aman, dan produktif.

“Relokasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fungsi pemasyarakatan sebagai sarana pembinaan dan reintegrasi sosial, sehingga warga binaan memiliki kesempatan lebih baik untuk kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman,” pungkasnya.

Pantauan wartawan, sebanyak 10 unit bus dikerahkan secara bolak-balik untuk mengangkut warga binaan menuju kompleks Lapas baru. Setiap armada membawa sekitar 50 orang dalam satu perjalanan.

Langkah tersebut diambil sebagai solusi terhadap kondisi over kapasitas yang selama ini membebani Lapas Bagansiapiapi.

Selama proses relokasi berlangsung, aparat gabungan dari TNI dan Polri melakukan pengawalan penuh sejak keberangkatan dari Bagansiapiapi hingga tiba di Lapas Ujung Tanjung.

Petugas memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur keamanan yang telah disiapkan sebelumnya.

Meski melibatkan hampir seribu warga binaan, proses pemindahan berlangsung tertib dan tanpa gangguan berarti.

Para warga binaan mengikuti instruksi petugas selama perjalanan maupun saat proses penempatan di lapas baru.

Keberhasilan relokasi ini dinilai menjadi bukti sinergi antara institusi pemasyarakatan dan aparat keamanan dalam mendukung transformasi sistem pemasyarakatan yang lebih baik

Selain itu, proses hukum dapat terealisasi lebih optimal. Oleh karena, baik Polres, kejaksaan hingga pengadilan negeri juga berada di Ujung Tanjung, seperti diwartakan halloriau. (*)

Editor : Kar