Festival Bakar Tongkang 2026 : Disaksikan Ribuan Warga, Dua Tiang Kapal Jatuh ke Laut
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi, Rohil. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BAGANSIAPIAPI, detak24com – Festival Bakar Tongkang 2026 kembali menjadi buktik bukan hanya sebagai atraksi budaya bertaraf internasional, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat Rohil.
Ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara memadati Kota Bagansiapiapi sejak rangkaian kegiatan dimulai pada 29 Juni hingga puncak prosesi pembakaran replika kapal tongkang pada Rabu (01/07/26).
Ramainya kunjungan wisatawan membawa dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil, jasa transportasi, hingga sektor perhotelan dan kuliner.
Sekdakab Rohil Fauzi Efrizal, mengatakan bahwa Festival Bakar Tongkang telah berkembang menjadi salah satu agenda wisata nasional yang memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Festival ini merupakan event wisata nasional yang mampu menghidupkan perekonomian masyarakat. Pendapatan tukang becak yang biasanya sekitar Rp20 ribu per hari bisa meningkat hingga Rp500 ribu selama festival berlangsung,” ujarnya saat membuka acara.
Menurut dia, lonjakan aktivitas ekonomi juga dirasakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang kaki lima, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola penginapan yang dipenuhi wisatawan.
Puncak Festival Bakar Tongkang diawali dengan arak-arakan replika kapal tongkang dari Kelenteng Ing Hok King menuju Jalan Perniagaan.
Prosesi tersebut menjadi magnet utama yang menyedot perhatian ribuan masyarakat yang memadati sepanjang jalur iring-iringan.
Setelah tiba di lokasi utama, replika kapal dibakar sebagai bagian dari ritual budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi.
Momen paling dinanti terjadi ketika dua tiang kapal roboh. Arah jatuhnya tiang dipercaya menjadi pertanda arah datangnya rezeki bagi masyarakat Tionghoa pada tahun mendatang.
Sekdakab menjelaskan, Festival Bakar Tongkang kini telah menjadi bagian dari kalender wisata nasional dan terus mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata.
Perwakilan kementerian juga hadir menyaksikan langsung prosesi tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian budaya yang telah dikenal hingga mancanegara.
“Festival ini sudah masuk kalender wisata nasional dan mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata. Kehadiran perwakilan kementerian menjadi bukti dukungan terhadap pelestarian budaya yang dimiliki Rohil,” katanya.
Festival Bakar Tongkang merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad di Bagansiapiapi.
Ritual ini digelar sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Dewa Ki Hu Ong Ya sekaligus memiliki makna spiritual yang diyakini menentukan arah keberuntungan dan rezeki.
Selain itu, pembakaran replika kapal juga melambangkan tekad para leluhur untuk menetap di tanah perantauan dan tidak kembali ke kampung halaman asal mereka.
Tradisi tersebut kini telah menjelma menjadi identitas budaya Kabupaten Rohil yang setiap tahun menarik puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Besarnya antusiasme pengunjung membuat sektor ekonomi lokal bergerak signifikan. Berbagai lini usaha memperoleh manfaat, mulai dari jasa transportasi, perdagangan, kuliner, hingga industri perhotelan.
Pemkab Rohil berharap jumlah wisatawan akan terus meningkat pada penyelenggaraan berikutnya sehingga manfaat ekonomi yang diterima masyarakat semakin besar.
Meski demikian, Fauzi mengakui tingkat kepadatan pengunjung pada tahun ini sedikit berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Kalau tahun lalu jalannya sangat padat. Tahun ini lebih santai sehingga masyarakat bisa menikmati prosesi dengan nyaman,” tutupnya seperti diwartakan halloriau. (*)
Editor : kar











