Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Siak » Harimau Sumatera Teror Kampung Mengkapan Siak, Muncul Dua Kali Sehari 

Harimau Sumatera Teror Kampung Mengkapan Siak, Muncul Dua Kali Sehari 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAK, detak24com – Laporan kemunculan harimau sumatera di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak menjadi perhatian serius setelah satwa dilindungi tersebut disebut terlihat dua kali dalam sehari pada Sabtu (18/07/26).

Informasi itu kini tengah ditindaklanjuti oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak melalui proses verifikasi lapangan.

Meski hingga Ahad (19/07/26) belum menerima laporan resmi, kedua instansi memastikan informasi dari masyarakat tetap menjadi dasar untuk melakukan pengecekan guna memastikan keberadaan satwa yang berstatus kritis tersebut.

Kabid Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisuddin, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan petugas di wilayah sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Terkait hal ini kami tanyakan ke teman-teman bidang wilayah dulu ya,” ujar Ujang.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Seksi KSDA Wilayah II Siak Hermanto.

Ia mengaku belum memperoleh laporan resmi mengenai dugaan kemunculan Harimau Sumatera di Kampung Mengkapan.

“Akan kami cek ke lapangan dulu (kemunculan Harimau Sumatera),” katanya.

Di sisi lain, Kalaksa BPBD Siak Novendra Kasmara,  menyebut bahwa hingga kini pihaknya juga belum menerima laporan resmi baik dari masyarakat maupun melalui koordinasi lintas instansi.

Namun demikian, menurutnya informasi tersebut tetap menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga yang beraktivitas di sekitar kawasan perkebunan dan hutan.

“Tapi tetap saja informasi ini menjadi dasar bagi kami untuk mengecek ke lapangan lebih jauh,” imbuh dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penampakan pertama terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Nasional KM 4 Kampung Mengkapan.

Seorang warga bernama Dodi mengaku melihat langsung seekor Harimau Sumatera melintas di ruas jalan tersebut.

“Saya melihat dari kejauhan seekor harimau sumatera melintas di Jalan Nasional KM 4 Kampung Mengkapan sekitar pukul 12 siang,” ungkapnya.

Beberapa kilometer dari lokasi pertama, tepatnya di kawasan KM 7, pengalaman lebih mencekam dialami Agus, pekerja panen kelapa sawit asal Kabupaten Kepulauan Meranti.

Saat melangsir tandan buah segar menggunakan sepeda motor, Agus mengaku seekor harimau tiba-tiba keluar dari kawasan kebun dan bergerak mendekatinya.

Dalam kondisi panik, ia langsung memacu sepeda motornya untuk menyelamatkan diri.

“Saya kaget, langsung berteriak dan menarik gas motor sekuatnya supaya bisa menjauh. Setelah aman saya menghubungi teman-teman yang masih bekerja di kebun. Syukur saya masih selamat, tetapi sampai sekarang masih trauma,” tuturnya.

Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi Agus. Ia bahkan memutuskan menghentikan pekerjaannya di perkebunan sawit dan kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Kepulauan Meranti karena mengaku tidak lagi berani bekerja di lokasi tersebut.

Ketua RT 009 Kampung Mengkapan, Mustopa, menyebut kemunculan Harimau Sumatera bukan merupakan kejadian pertama di wilayahnya.

Menurutnya, masyarakat telah beberapa kali melaporkan penampakan satwa tersebut kepada pemerintah kampung, Bhabinkamtibmas, hingga BPBD Kabupaten Siak.

Ia berharap pemerintah bersama instansi terkait segera melakukan langkah mitigasi agar konflik antara manusia dan satwa liar tidak menimbulkan korban.

“Harimau ini sering muncul di sekitar kebun warga. Kami berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang sebelum jatuh korban,” ujar Mustopa.

“Harimau memang satwa yang dilindungi, tetapi masyarakat juga harus mendapat perlindungan saat mencari nafkah,” sambungnya.

Kemunculan Harimau Sumatera di Kampung Mengkapan kembali menambah catatan konflik manusia dan satwa liar di Kabupaten Siak.

Dalam rentang 2024 hingga pertengahan 2026, sejumlah wilayah penyangga hutan di daerah tersebut beberapa kali melaporkan penampakan Harimau Sumatera, mulai dari gangguan terhadap ternak hingga insiden yang melibatkan manusia, seperti diwartakan tribunpekanbaru. (*)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • HAKIM PN Pekanbaru Bebaskan Notaris Pemalsu Surat Jul Beli Rumah

    HAKIM PN Pekanbaru Bebaskan Notaris Pemalsu Surat Jul Beli Rumah

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Poppyn Prawita, seorang notaris yang terjerat perkara pemalsuan tanda tangan, dinyatakan tak bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang menyidangkan perkaranya.. Poppyn yang didakwa melakukan pemalsuan pada pembelian satu unit rumah yang dilaporkan oleh korbannya Merry Pamadya, Akhirnya menghirup nafas lega atas putusan majelis hakim tersebut. “Menyatakan terdakwa tidak terbukti […]

  • Lokasi Camping Subayang di Kampar Riau

    Sumut dan Kepri Daftar Camping Subayang Riau, Dongkrak Pariwisata

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    Bangkinang, detak24.com – Sebanyak 120 orang dari luar Provinsi Riau yang mendaftar Camping Seni, Festival Subayang, di Desa Wisata Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau pada 15-17 Juli 2022. “Sampai saat ini yang mendaftar camping pada Subayang Festival ada sekitar 120 orang dari luar Provinsi Riau. Seperti dari Kepulauan Riau (Kepri) dan […]

  • AKTRIS Siskaeee Perankan Pelacur Tobat di Film Kramat Tunggak, Begini Faktanya!

    AKTRIS Siskaeee Perankan Pelacur Tobat di Film Kramat Tunggak, Begini Faktanya!

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SELEBGRAM Siskaeee kembali mencuri perhatian publik, pasca terbongkarnya rumah produksi film dewasa di daerah Jakarta Selatan. Perempuan kelahiran 1998 itu pun ikut terseret. Dari penggerebekan rumah produksi film dewasa itu, polisi telah mengamankan lima orang tersangka dan sudah ditahan sejak digerebek pada 17 Juli 2023 lalu. Siskaeee akan diperiksa Polda Metro Jaya pada pekan depan terkait kasus rumah […]

  • 67 Santri Tewas, 48 Jenazah Korban Musala Ponpes Sidoarjo Ambruk Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

    67 Santri Tewas, 48 Jenazah Korban Musala Ponpes Sidoarjo Ambruk Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SURABAYA, detak24com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim mengumumkan hasil identifikasi korban ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Hingga Kamis (09/10/25), total 48 jenazah santri telah berhasil diidentifikasi dari 67 kantong jenazah yang masuk ke RS Bhayangkara Surabaya. Dari delapan korban terbaru yang teridentifikasi, korban termuda diketahui masih berusia 12 tahun. […]

  • Palembang Geger! Kanit Sabhara Tewas di Kamar Hotel, Nginap dengan Perempuan

    Palembang Geger! Kanit Sabhara Tewas di Kamar Hotel, Nginap dengan Perempuan

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    PALEMBANG, detak24.com – Seorang perwira polisi berpangkat Inspektur Dua (Ipda) inisial FA (52) ditemukan tewas di dalam kamar hotel Grand Amalia, Palembang, Sumatera Selatan. Informasi dirangkum Kamis (29/08/22), sebelum ditemukan tewas, Ipda FA yang bertugas sebagai Kanit Sabhara Polsek Betung, Banyuasin diketahui check in bersama seorang perempuan berinisial IK (40) pada Selasa (27/9/2022) sekitar pukul […]

  • MIRIS! 33 Desa di Kepulauan Meranti Miskin Ekstrem, Azmar: Tolong Kami Pak

    MIRIS! 33 Desa di Kepulauan Meranti Miskin Ekstrem, Azmar: Tolong Kami Pak

    • calendar_month Sabtu, 15 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    MERANTI, detak24com – Plt Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar mengungkapkan kondisi ril wilayah yang ia pimpin. Terdapat 33 desa katagori miskin ekstrem, diperparah dengan susahnya lapangan pekerjaan. “Iya, dari 12 kabupaten kota di Riau, kamilah kabupaten termiskin. Berumur baru 14 tahun, saat ini paling bungsu. Terluar, termiskin, tertinggal. Maka, kami fokus pada masalah […]

expand_less