DIDUGA Malpraktik, Bocah 5 Tahun Asal Selatpanjang Meninggal di RSUD Pekanbaru
Saat itu dr.Fathar menyampaikan jadwal untuk tanggal (15/02/2023) dilakukan swab dan keesokannya tanggal (16-2-2023) dilakukan pengambilan sampel di kamar operasi. Dimana pukul 07:00 WIB pagi harus sudah berada di kamar operasi.
Namun pada hari Selasa (14/2/2023) sekitar pukul 10:00 WIB pagi tiba-tiba Arga mengalami sesak nafas dan dibawa ke IGD. Mendengar informasi ada pasien asal Kepulauan Meranti diperlakukan seperti oper bola untuk mendapat pertolongan medis, salah satu anggota DPRD Provinsi Riau sempat marah kepada petugas di IGD RSUD Pekanbaru.
“Lihat lah kondisi anak ini, kenapa kalian tidak merawatnya, kenapa disuruh pulang terus. Dimana letak hati nurani kalian,” kata anggota DPRD di depan keluarga almarhum.
Saat itu petugas IGD melakukan pemeriksaan hanya menggunakan alat yang dijepit di jari tangan almarhum dan tidak dipasang oksigen. Dokter di IGD tersebut mengatakan tidak apa-apa. Selanjutnya pada pukul 11.30 WIB dokter IGD menyuruh pulang, selanjutnya pada hari Rabu (15/02/2023) mendaftar ke loket kemudian lanjut ke labor tes swab lalu disuruh pulang
Selanjutnya lagi pada Kamis (16/2/2023) setelah berjam-jam menunggu, baru sekitar pukul 10:00 WIB dr.Fathar tiba dan mengambil sampel yang dilakukan di kamar operasi, lalu ditutup pakai perban saja dan tidak dijahit.
Sementara Hendra teringat ketika dr Ismar yang saat itu juga sempat merawat dan mengambil sampel dilakukan jahitan kepada korban.
Setelah itu, dr.Fathar menyuruh Hendra mengantarkan sampel ke labor dan saat itu juga minta kepada dokter di laboratorium yakni dr.Veenda Herlina Pertiwi agar hasilnya dipercepat.</span

11 thoughts on “DIDUGA Malpraktik, Bocah 5 Tahun Asal Selatpanjang Meninggal di RSUD Pekanbaru”