Peduli Kesehatan Warga Binaan, Rutan Dumai Gelar Skrining HIV/AIDS dan Tuberkulosis
Kegiatan penyuluhan kesehatan dan skrining HIV/AIDS serta tuberkulosis paru di Rutan Dumai. f : ist
DUMAI, detak24com – Warga binaan Rutan Dumai dapat penyuluhan serta skrining HIV/AIDS dan tuberkulosis paru. Hal tersebut wujud peduli Pemasyarakatan terhadap kesehatan narapidana dan staf.
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan serta skrining HIV/VCT (Voluntary Counseling and Testing) dan Tuberkulosis (TB) paru.
Informasi dirangkum Rabu (15/04/26), kegiatan tersebut digelar, Senin (13/4). Terlaksana berkat kerja sama antara Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Dumai, perawat Rutan Dumai, Puskesmas Bumi Ayu, Puskesmas Medang Kampai, Puskesmas Purnama, serta Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Dumai.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan yang membahas pentingnya pencegahan HIV/AIDS, pola hidup sehat, serta kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Para peserta diberikan pemahaman terkait cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya tidak memberikan stigma terhadap penderita HIV/AIDS.
Selanjutnya, dilakukan skrining HIV melalui layanan VCT (Voluntary Counseling and Testing) yang memungkinkan peserta mendapatkan konseling sekaligus pemeriksaan secara sukarela dan rahasia. Selain itu, skrining TB paru juga dilaksanakan guna mendeteksi dini potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan Rutan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai serta warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Dumai dengan antusias. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Kepala Rutan Dumai Enang Iskandi, mengatakan melalui kegiatan ini deteksi dini terhadap penyakit menular dapat dilakukan secara optimal, serta mampu meningkatkan kualitas hidup warga binaan.
“Sinergi ini diharapkan terus terjalin dalam upaya menciptakan lingkungan Rutan yang sehat dan bebas dari penyakit menular,” pungkasnya. (Red)
Editor : kar
