Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Demo ‘Berdarah’ di DPRD, IMM Desak Copot Kapolda Riau 

Demo ‘Berdarah’ di DPRD, IMM Desak Copot Kapolda Riau 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Seorang kader terbaik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bernama Luthfi Suhaz, mengalami luka serius saat unjuk rasa di DPRD Riau.

DPD IMM Riau mengecam keras tindakan represif dan kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat pengamanan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Riau, Senin (22/06/26).

Dalam insiden yang terjadi Senin (22/06/26) tersebut, mengakibatkan salah seorang kader terbaik IMM Riau bernama Luthfi Suhaz, mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan dari tenaga medis.

​Ketua Umum DPD IMM Riau, Alpin Jarkasih Husein Harahap, menilai bahwa tindakan represif yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di lapangan bukan hanya sekadar pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan, melainkan sebuah hantaman keras terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.

​Alpin menegaskan, bahwa kekerasan yang menimpa Luthfi Suhaz merupakan alarm keras bagi kondisi ruang sipil di Riau. Ia menyatakan insiden ini tidak boleh disederhanakan sebagai bentuk kekhilafan individu anggota di lapangan.

​”Kami menilai insiden ini harus diusut secara transparan, objektif, dan akuntabel. Setiap tindakan aparat yang melampaui kewenangan, apalagi hingga mengakibatkan warga sipil dan mahasiswa terluka, harus dipertanggungjawabkan di muka hukum. Ini adalah persoalan institusional, bukan sekadar oknum,” ujar Alpin.

​Sementara itu, Ketua  Bidang Hikmah Kebijakan Publik dan Politik DPD IMM Riau Iyowan May Ozifa, menyoroti dari perspektif kebijakan publik dan iklim politik daerah. Menurutnya, aparat kepolisian kerap lupa bahwa tugas utama mereka adalah mengayomi dan mengamankan jalannya aspirasi, bukan bertindak sebagai eksekutor kekerasan di ruang publik.

Ia menilai, tindakan represif yang dilakukan pihak keamanan kepada massa aksi merupakan bukti kemunduran demokrasi di Riau.

​”Hak menyatakan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang sah dan dilindungi undang-undang. Ketika instrumen negara merespons dialektika mahasiswa dengan kekerasan fisik, maka ada fungsi pengamanan yang fatal dan keliru di lapangan,” imbuhnya.

​Ia menyebut, DPD IMM Riau tidak akan tinggal diam melihat hak-hak kader dan masyarakat dicederai. “Kami akan mengonsolidasikan seluruh kekuatan gerakan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum hingga tuntas,” ucapnya.

Atas tindakan represif aparat tersebut, DPD IMM Riau menyampaikan sejumlah tuntutan terhadap aparat kepolisian. Beberapa tuntutan yang disampaikan DPD IMM Riau di antaranya, mendesak agar Kapolda Riau dicopot dari jabatannya.

Kepolisian jangan berlindung di balik oknum. Pimpinan harus bertanggung jawab atas setiap pentungan yang menghantam rakyatnya sendiri.

Kemudian, meminta anggota kepolisian yang terlibat kekerasan tersebut agar diadili dan dilepas dari jabatannya. Tidak ada ampun bagi aparat yang berkhianat pada sumpah Tri Brata.

“Menuntut agar Kapolri tidak bungkam. Jika diam, maka Kapolri ikut menanggung noda darah Luthfi Suhaz,” ucapnya berapi-api.

DPRD Riau Minta Usut Tuntas 

Sementara, Anggota Komisi I DPRD Riau Andi Darma Taufik, meminta Kapolda Riau untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap salah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau yang menyampaikan aspirasi di Depan Gedung DPRD Riau, Senin (22/06/26).

Dalam kejadiannya, salah seorang kader dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau, Luthfi Suhaz, menjadi korban kekerasan saat melakukan aksi demontrasi bersama sejumlah organisasi mahasiswa lainnya.

Luthfi Suhaz, dipukuli oleh orang tidak dikenal (OTK) saat unjuk rasa. Akibatnya, Luthfi terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Padahal, kata Andi, mereka para mahasiswa ini hanya menyampaikan aspirasi masyarakat yang dibawanya kepada DPRD Riau agar diteruskan kepada pemangku kewenangan.

Karena kejadian itu, pihaknya meminta agar pihak Kapolda Riau untuk mengusut tuntas tindakan kekerasan terhadap mahasiswa tersebut.

“Tentu kita minta Kapolda Provinsi Riau mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap mahasiswa yang hari ini menyampaikan aspirasi di muka umum,” ujar Andi, Selasa (23/06/26).

Menurutnya, penyampaian aspirasi dimuka umum dilindungi dan hak warga negara. Namun hal ini malah sebaliknya, mahasiswa dipukuli hingga menjalani perawatan.

Untuk itu, ia berharap agar pihak kepolisian menindak tegas atas tindak kekerasan terhadap mahasiswa tersebut, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Kampar Tangkap Penambang Pasir Ilegal, Bagaimana di Daerah Kalian?

    Polres Kampar Tangkap Penambang Pasir Ilegal, Bagaimana di Daerah Kalian?

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Satreskrim Polres Kampar bersama Babinsa menggerebek aktivitas penambangan batu dan pasir ilegal di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Dalam operasi tersebut, dua orang pekerja alat berat ditangkap, masing-masing berinisial AY (47) dan AR (25). Keduanya diringkus saat berada di lokasi tambang ilegal. “Dua pria berinisial AY dan AR diamankan. Mereka […]

  • KURSI WAWAKO DUMAI KOSONG, Elemen Warga Desak Tunjuk PAW

    KURSI WAWAKO DUMAI KOSONG, Elemen Warga Desak Tunjuk PAW

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    DUMAI, detak24.com – Kursi Wakil Walikota Dumai pasca ditinggalkan almarhum Amris kian hangat diperbincangkan. Terutama dalam memenuhi pelayanan publik yang memuaskan Dengan kekosongan Wakil Walikota Dumai sehingga beredarnya spanduk spanduk yang digantungkan di beberapa ruas jalan menginginkan ada pejabat di kursi Wakil Walikota Dumai. Spanduk yang digantungkan bermacam macam tulisan yang mendesak supaya ada pengganti […]

  • Warning! Berkendara Sambil Merokok Kena Tilang, Berlaku Mulai 8 Juni 

    Warning! Berkendara Sambil Merokok Kena Tilang, Berlaku Mulai 8 Juni 

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Wajah penegakan hukum di jalan raya Provinsi Riau bersiap mengalami pergeseran besar. Mulai Senin, 8 Juni hingga 21 Juni 2026, Polda Riau resmi menggelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi serentak skala nasional selama 14 hari ini akan didominasi oleh “mata digital” melalui optimalisasi kamera Electronic Traffic Law […]

  • POLSEK Pinggir Gerebek Transaksi Sabu di Bawah Jembatan Tol Permai

    POLSEK Pinggir Gerebek Transaksi Sabu di Bawah Jembatan Tol Permai

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    PINGGIR, detak24.com – Tim Opsnal Polsek Pinggir ungkap transaksi sabu di bawah jembatan tol Permai (Pekanbaru -Dumai). Tepatnya dekat Jalan Gajahmada Sebanga, Kelurahan Titian Antui, Pinggir.            Perihal pengungkapan tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Pinggir Kompol Ade Zaldi, melalui Panit I Reskrim IPDA Harpen Surya, dikutip Selasa (26/02/23).       “Tim […]

  • Pria Gimbal Kedapatan Simpan Ganja 360 Gram di Rimba Sekampung Dumai 

    Pria Gimbal Kedapatan Simpan Ganja 360 Gram di Rimba Sekampung Dumai 

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang pria gimbal berinisial SM diringkus Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai setelah kedapatan menyimpan satu bungkus besar daun ganja kering seberat kurang lebih 360,82 gram. Penangkapan berlangsung pada Sabtu, 26 Juli 2025 siang sekira pukul 12.30 WIB di Kelurahan Rimba Sekampung, Dumai. Kasat Narkoba Polres Dumai AKP Riza Effyandi, S.H., M.H., […]

  • Berita Viral Pekanbaru, Netizen: Bagi RSUD Nyawa Pasien hanya Sebuah Kaleng Bekas

    Berita Viral Pekanbaru, Netizen: Bagi RSUD Nyawa Pasien hanya Sebuah Kaleng Bekas

    • calendar_month Minggu, 30 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    KASUS keluarga pasien marah-marah kepada pihak RSUD Arifin Achmad akibat pelayanan buruk, dapat sorotan dari masyarakat. Khususnya dari netizen di Kota Pekanbaru. Kebanyakan netizen menilai bahwa hal tersebut sudah biasa terjadi di Rumah Sakit milik pemerintah. Dan menganggap pelayanan di Rumah Sakit Swasta jauh lebih baik.  Selain itu netizen juga menganggap RSUD Arifin Achmad dari […]

expand_less