DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

BUMD Biang Kerok Defisit Anggaran Pemerintah, DPRD: Tutup Saja!

Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah. f : ist

PEKANBARU, detak24com – Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah menegaskan, salah satu penyebab defisit anggaran di Provinsi Riau adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Pasalnya, banyak BUMD yang belum menghasilkan dan belum balik modal. Sementara, uang APBD yang dikutip dari pajak rakyat dikucurkan untuk BUMD sangat besar, hingga ratusan miliar.

Baca juga : Korupsi Dana PI Rp 551 Miliar, Tim Tabur Kejati Riau Ciduk Bos BUMD PT SPRH di Pelabuhan Dumai 

Salah satu BUMD di Riau biang kerok defisit keuangan tersebut adalah PT Pengembangan Investasi Riau (PIR).  Diberikan dana besar, namun tidak menghasilkan. Bahkan direkturnya Muhammad Suhandi menyebut bahwa kondisi perusahaan tersebut “sakarataul maut” nyaris tutup.

“APBD yang diberikan kepada PT PIR Rp 124 miliar, selama puluhan tahun tapi uang rakyat tidak kembali. Sementara, yang kembali baru Rp 22 miliar,” ujar Abdullah, dalam rapat pembahasan APBD Perubahan bersama seluruh direksi BUMD Riau, Rabu (17/09/25).

Politisi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pelalawan-Siak itu menyebut, kalau memang direkturnya menyebut sudah sulit untuk diselamatkan, kenapa tidak tutup saja.

“Kalau sudah ‘sakaratul maut’ kita close saja. Mengapa harus dipikirkan lagi, tapi harus bertanggungjawab dengan yang sebelumnya,” ungkapnya.

Selain PT PIR, PT SPR sejak 15 tahun lalu hingga sekarang belum balik modal. Dari Rp 49 miliar APBD Provinsi Riau yang diberikan kepada SPR, baru kembali Rp 17 miliar.

“Jadi jangankan untung, belasan tahun berbisnis belum balik modal. Mending uang itu letak di bank,” pungkasnya, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : kar