Bocah Kelas III SD Tewas Gegara Hp Meledak, Isi Daya Saat Tidur
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 5 Agt 2022
- print Cetak

Hp meledak tewaskan murid SD di Ciamis. F. :. IST
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ciamis, detak24.com – Seorang murid SD di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat meninggal dunia setelah ponsel miliknya meledak saat mengiisi daya.
Dikutip Jumat (05/08/22), bocah kelas 3 SD itu ditemukan di rumahnya dalam keadaan telungkup. Di bagian dadanya terdapat luka bakar selebar telapak tangan. Sementara, ponsel miliknya hancur dalam kondisi tertindih bagian tubuh yang mermar menghitam tersebut.
Kabar nahas meninggalnya bocah berumur 9 tahun itu dibenarkan Ketua Tagana Kabupaten Ciamis, Ade Waluya. Pihaknya telah menerima laporan ada seorang anak SD di Kecamatan Rancah meninggal dunia terkena percikan api dari HP yang meledak saat diisi daya.
“Kami telah menerima laporan kejadian tersebut. Korban mengalami luka di bagian dadanya,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (4/8).
Setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Adapun identitas korban adalah anak dari pasangan Dayat dan Rinawati, warga RT 02 RW 07 Desa Kiarapayung, Rancah.
Informasi yang dihimpun berdasarkan keterangan orang tuanya, anak itu pulang dari sekolahnya. Kemudian, sang anak mengisi daya ponsel miliknya sambil memainkannya dengan posisi tiduran.
Pada saat itu korban Rinawati keluar pergi ke warung untuk membeli makanan. Setelah setengah jam berlalu, Rinawati kembali ke rumahnya dan memanggil sang anak.
Namun, korban idak menyahut panggilannya. Rina pun langsung mencari keberadaan anaknya.
“Ketika masuk rumah, Rinawati melihat anaknya yang tertidur dengan posisi tertelungkup. Saat coba dibangunkan, anak itu tidak bangun,” kata Kepala Desa Kiarapayung, Ciamis, Dedi.
Ketika Rinawati membalikkan tubuh anaknya, ponsel sang anak sudah berantakan. Bagian dada anaknya pun terdapat luka.
“Saat itu juga Rinawati langsung histeris melihat anaknya yang sudah meninggal dunia. Pada bagian dada ada luka besar seukuran telapak tangan,” ujar Dedi.
Dedi menduga korban meninggal dunia karena ponselnya meledak. Sebab baterai ponsel berantakan, namun untuk kabel charger masih utuh.
“Atas kejadian ini, kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati lagi dalam menggunakan ponsel, jangan menggunakan ponsel ketika lagi mengisi baterai,” pungkasnya.(cnn)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











