BC Tembilahan Amankan Bungkusan Mencurigakan, Ternyata Berisi Benda Ini!
INHIL, detak24com – Tim Patroli BC Tembilahan mengamankan sebuah bungkusan hitam mencurigakan dalam speedboat Sanrico tujuan Batam-Tungkal di laut Pulau Basu, Kuindra, Inhil, Senin (25/09/23)
Barang mencurigakan berbentuk bungkusan plastik hitam, di dalamnya terdapat kristal putih yang dibungkus lapisan coil putih, serta bungkusan biskuit warna hijau tersimpan dalam kotak kecil ini. Awalnya terindikasi narkotika, namun setelah diperiksa ternyata tawas.
Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eka Purnama Putra melalui Plh Humas BC Tembilahan Rustam Manalu menjelaskan bahwa pengamanan barang mencurigakan itu berawal dari Operasi Jaring Sriwijaya Patroli Terpadu, yang rutin dilakukan BC Tembilahan terhadap sarana angkutan laut.
“Barang dan speedboat ini, kami amankan pada Ahad (24/09/23) sore lalu, di perairan Pulau Basu, Sungai Bela, Kecamatan Kuindra. Nah saat itu, kami temukanlah benda mencurigakan seperti bungkusan Narkotika, Psikotropika, dan Prekusor (NPP),” jelasnya.
Setelah itu, lanjut Rustam, barang mencurigakan yang diamankan bersama seorang penumpang yang membawanya, dibawa ke Tembilahan untuk diperiksa lebih lanjut di Kantor BC Tembilahan.
“Barang ini barang kiriman melalui seorang penumpang. Kapten, ABK dan isi speedboat juga sudah kami periksa, namun tidak ditemukan barang mencurigakan lainnya selain bungkusan hitam tadi,” paparnya.
Kemudian setelah dibuka dan diperiksa bersama Sat Narkoba Polres Inhil, dari sekian banyak lapisan bungkus tersebut, berisi serpihan kristal putih seberat 800 gram.
“Setelah kami dan Sat Narkoba Polres Inhil memeriksa, serpihan itu rupanya tawas,” terang Plh Humas BC Tembilahan Rustam Manalu, sambil memperlihatkan barang tersebut beserta alat alat Nakotes, kepada wartawan.
Tidak hanya itu, pihak BC Tembilahan juga mengaku kemungkinan hal ini, hanya pengalihan saja. Karena dalam pemeriksaan menghabiskan waktu selama 3 jam, pihak hanya menemukan tawas tersebut saja.
“Kami kuatirkan ini sebagai pengalihan. Tiga jam-an lah semuanya kami periksa. Bukannya barang ilegal malah tawas kami temukan,” terang Rustam. Untuk sementara ini tawas bersama alat Nakotes tersebut masih berada di BC Tembilahan. (riauterkini)
Editor : Kar
