Desa Api Api Bengkalis Diterjang Limbubu, Atap Rumah dan Sekolah Berterbangan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Atap rumah warga hilang diterbangkan angin limbubu di Desa Api Api. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BENGKALIS, detak24com – Limbubu atau angin puting beliung merusak setidaknya 4 unit rumah dan struktur atap bangunan di SMPN 1 di Desa Api Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis, Ahad (07/06/26).
Bencana itu terjadi saat hujan lebat mengguyur wilayah Bengkalis. Angin berputar-putar meluluh lantakkan rumah milik warga dan fasilitas pendidikan.
Pj Kades Api Api Zulkifli, membenarkan kejadian tersebut. Evakuasi dan pendataan dampak musibah masih dilakukan di lapangan.
“Ada 4 unit rumah dan sekolah SMPN 1 yang mengalami kerusakan. Kebetulan saya di Bengkalis (Pulau Bengkalis) ada kegiatan keluarga, ini rencana mau langsung ke lapangan. Tadi saya dikabari sama Ketua BPD,” ujarnya, Ahad (07/06/26).
Ia mengaku belum bisa memberikan data detail tentang musibah ini. Karena belum berada di lapangan. “Kencang memang anginnya. Tadi saya dapat laporan,” ungkapnya.
Selain berdampak pada rumah dan fasilitas sekolah, angin juga menumbangkan pohon hingga sempat merintangi jalan raya setempat.
Warga Mengungsi
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat angin kencang di Desa Api Api, Kecamatan Bandar Laksamana (Banlak), Kabupaten Bengkalis terpaksa mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga.
Musibah disebut angin puting beliung ini terjadi saat hujan deras melanda wilayah tersebut hingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan fasilitas pendidikan.
Ketua BPD Desa Api Api Jailani, mengatakan bahwa rumah warga yang mengalami kerusakan parah berjumlah dua unit dan sudah tidak memungkinkan untuk ditempati sementara.
“Untuk penghuni rumahnya sudah dievakuasi ke rumah keluarga dan rumah tetangga,” kata Jailani dikutip detak24com.
Selain rumah warga, angin kencang juga menyebabkan kerusakan cukup berat pada fasilitas pendidikan. SMP Negeri 1 Bandar Laksamana menjadi lokasi yang mengalami dampak paling parah dengan tingkat kerusakan diperkirakan mencapai 80 persen.
“Yang rusak parah SMPN 1, selain itu ada juga TK Negeri 1 dan rumah-rumah warga,” ujarnya.
Jailani menjelaskan saat kejadian angin bertiup sangat kencang dan disertai hujan deras. Selain merusak bangunan, angin juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang serta beberapa tiang listrik PLN mengalami kemiringan.
Saat ini proses pembersihan material dan penanganan kerusakan masih dilakukan di lapangan.
Sejak pagi, wilayah Bengkalis dan sekitarnya memang diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hingga berita ini diterbitkan, hujan masih berlangsung namun dengan intensitas sedang, seperti dikutip dari cakaplah. (*)
Editor : kar











