Update Terbaru Korban Banjir dan Longsor Sumatra : Aceh Utara Terbanyak, 399,2 Ribu Warga Tinggal di Pengungsian
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- print Cetak

Potret korban pengungsian pasca banjir dan longsor Sumatra di Humbahas. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, detak24com – BNPB mencatat jumlah pengungsi pasca banjir dan longsor Sumatra sebanyak 399,2 ribu. Jumlah tertinggi terdapat di Aceh Utara yakni 166,9 ribu.
Update korban banjir dan longsor Sumatra per Sabtu (29/12/26) pukul 21.42 WIB malam, BNPB merilis 10 besar jumlah pengungsi tertinggi berdasarkan kabupaten dan kota di tiga provinsi.
“Jumlah pengungsi tertinggi di Aceh Utara, yakni sebanyak 166,9 ribu. Sedangkan jumlah total pengungsi pasca bencana banjir dan longsor Sumatra sebanyak 399,2 ribu,” tulis BNPB.
Sementara, untuk korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap pada angka 1.140 orang dan hilang 163 jiwa.
Berdasarkan data yang dilihat dari situs resmi BNPB, Ahad (28/12/25) malam pukul 19.25 WIB, korban bencana tersebut berasal dari 52 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak. Proses pendataan hingga kini masih terus dilakukan di lapangan.
“Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan pada 157.838 rumah warga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77.397 rumah mengalami kerusakan ringan,” sebut BNPB.
Sebaran Pengungsi Tertinggi
Jumlah pengungsi tertinggi pasca banjir dan longsor Sumatra terdapat di Kabupaten Aceh Utara, dengan total 166,9 ribu orang. Berikut data 10 kabupaten/kota dengan jumlah pengungsi tertinggi berdasarkan catatan BNPB:
Aceh Utara: 166,9 ribu orang
Aceh Tamiang: 115 ribu orang
Gayo Lues: 21,2 ribu orang
Aceh Timur: 20,5 ribu orang
Bireuen: 20,3 ribu orang
Pidie Jaya: 14,8 orang
Aceh Tenggara: 11,8 ribu orang
Tapanuli Selatan: 4,7 ribu orang
Agam: 4,3 ribu orang
Tapanuli Tengah: 4 ribu orang
Di sisi lain, BNPB juga menyebutkan jumlah korban tewas, hilang, maupun pengungsi masih berpotensi berubah seiring proses pendataan yang terus berjalan.
Pemerintah saat ini juga tengah melakukan perbaikan berbagai fasilitas publik yang rusak akibat bencana, serta membangun hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak. (Rls)
Editor : Kar











