Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » Akses Internet Minim, Murid SD Kepulauan Meranti Ujian di Tepi Jalan

Akses Internet Minim, Murid SD Kepulauan Meranti Ujian di Tepi Jalan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERANTI, detak24com – Beredar foto-foto murid SDN 16 Tanjung Bunga, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti ujian di tepi jalan serta pelabuhan.

Postingan di akun Facebook Pemdes Tanjung Bunga tersebut menyoroti kondisi miris murid yang terpaksa berburu sinyal internet karena kurangnya infrastruktur jaringan di desa mereka.

Caption dalam postingan tersebut menyatakan, “Akibat Tidak ada Jaringan, SD 16 Tanjung Bunga Terpaksa Ujian ANBK di Tepi Jalan. Saya yakin ini bukan Cita-Cita Pemimpin Kita, tapi sudah takdir Tuhan bahwa di desa-desa sangat kurang perhatian oleh pemerintah.”

Tak pelak, postingan ini memicu reaksi warganet, dengan banyak yang menyalahkan pemerintah karena dianggap kurang peduli terhadap kondisi pendidikan di daerah terpencil.

Terkait hal ini, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Ira Selda Fitri menanggapi bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), yang dilaksanakan selama empat hari dari 23-26 September 2024.

Menurut Ira, pelaksanaan simulasi dilakukan secara mandiri oleh masing-masing sekolah. Anggarannya sudah dialokasikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Tergantung sekolah bagaimana cara melaksanakannya, artinya fleksibel saja. Anggarannya juga sudah dianggarkan lewat dana BOS, tergantung kreativitas dan inisiatif untuk mensukseskan hal ini, dimana di dalamnya sudah ada biaya operator, makan minum, biaya pengawas dan lain-lain,” kata Ira Selda Fitri, Selasa (24/09/24).

Dijelaskan dalam simulasi yang digelar selama 4 hari tersebut, banyak sekolah yang memilih untuk melakukan percobaan di hari pertama, sehingga server bisa down karena banyak yang mengaksesnya.

“Setiap sekolah memiliki fleksibilitas untuk melaksanakan simulasi ini sesuai dengan kondisi mereka. Sayangnya, banyak sekolah yang memilih hari pertama untuk mengakses server, sehingga terjadi overload yang menyebabkan server down. Di desa-desa, kendala utamanya adalah sinyal, dan hal ini sering menyebabkan siswa harus berburu sinyal di tempat-tempat seperti tepi jalan atau pelabuhan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, terkait pelaksanaan ANBK berada di mana, pemerintah pusat tidak melihat kondisi tersebut, tetapi lebih fokus pada bagaimana hasilnya bisa maksimal.

“Sejauh ini pusat tidak melihat pengadaan ANBK itu ada di mana, namun lebih kepada bagaimana hasilnya bisa maksimal. Tidak hanya di Kepulauan Meranti, bahkan kondisi seperti ini terjadi di seluruh Indonesia. Jika harus menunggu sinyal bagus, kapan mau ujian, sementara jadwalnya terus berjalan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak Disdikbud Kepulauan Meranti telah berkoordinasi dengan PLN untuk mengantisipasi gangguan listrik selama pelaksanaan ANBK, serta dengan Kominfo terkait kendala jaringan. Meskipun di wilayah perkotaan tidak ada masalah yang signifikan, di daerah perkampungan, keterbatasan jaringan internet masih menjadi tantangan besar.

“Kita sudah menyurati PLN dan Kominfo untuk memastikan persiapan ini berjalan dengan baik. Namun, untuk daerah terpencil, tantangannya tetap besar. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Kepulauan Meranti, tapi juga di seluruh Indonesia,” tutur Ira.

“Untuk di perkotaan, tidak ada masalah, tetapi di perkampungan masih terkendala jaringan. Lebih dari itu, bagaimana siswa bisa mengoperasikan Chromebook yang telah diberikan, yaitu 15 unit untuk setiap sekolah. Di sekolah, pemanfaatan Chromebook sudah menjadi hal biasa, tetapi penggunaannya di laut, tepi jalan, itu yang luar biasa,” ujar Ira Selda Fitri.

Ia menambahkan bahwa setiap dokumentasi dari kegiatan ini telah dikirimkan ke pusat, yang kemudian diapresiasi dan menjadi tren.

“Dokumentasi tersebut bahkan menjadi trending, dan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian untuk mengatasi masalah ini. Intinya, setiap sekolah sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan ANBK secara mandiri,” kilahnya, dikutip dari halloriau. (*)

Editor : Kar

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ampun! Aksi Laki Bini di Pekanbaru Bikin Geleng-geleng Kepala, Terekam CCTV

    Ampun! Aksi Laki Bini di Pekanbaru Bikin Geleng-geleng Kepala, Terekam CCTV

    • calendar_month Minggu, 23 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Sepasang suami istri bernama Eral Purnama dan Fera Setia di Pekanbaru akhirnya masuk penjara. Aksi mereka menguras isi toko pakaian, terekam kamera CCTV. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan, Ahad (23/10/22) mengatakan, laki bini itu ditangjkap pihak kepolisian, lantaran membobol sebuah toko pakaian di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru pada Kamis (20/10/2022) sekitar […]

  • Terparah di Asia, IHSG Terperosok 6,51 Persen ke 6.049, Investor Asing Ramai-ramai Tarik Modal 

    Terparah di Asia, IHSG Terperosok 6,51 Persen ke 6.049, Investor Asing Ramai-ramai Tarik Modal 

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada Selasa (18/03/23) siang. Tercatat, per pukul 11.49 WIB, indeks terperosok 420,97 poin atau minus 6,58 persen ke level 6.046. Hal ini menjadikannya indeks dengan pelemahan terdalam dibandingkan indeks lainnya di kawasan Asia. Bahkan, IHSG sempat merosot lebih dari 3,4 persen sebelum sedikit mereda. Kondisi ini sangat […]

  • Pekanbaru Berkabut, Jarak Pandang Berkisar 500 Meter

    Pekanbaru Berkabut, Jarak Pandang Berkisar 500 Meter

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Kondisi pada Selasa (04/10/22) pagi di Pekanbaru terpantau jarak pandang cukup terbatas. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jarak pandang hanya 500 meter. Menurut Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Bibin Sulianto saat dihubungimengatakan, penyebab jarak pandang terbatas bukan karena asap tapi itu adalah kabut. Kabut ini disebabkan oleh […]

  • INI LINK Daftar FHCI BUMN Rekrutmen Bersama 2023, Cek Jadual dan Tahapannya!

    INI LINK Daftar FHCI BUMN Rekrutmen Bersama 2023, Cek Jadual dan Tahapannya!

    • calendar_month Jumat, 5 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    JADUAL pendaftaran FHCI BUMN Rekrutmen Bersama 2023 yang semula dijadwalkan pada 5 Mei ditunda. Kementerian BUMN mengatakan registrasi online akan dibuka pada 11 Mei 2023 mendatang. Penundaan pendaftaran ini diumumkan melalui akun Instagram resmi Kementerian BUMN dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) BUMN. “Yuk! Optimalkan persiapan kalian untuk pendaftaran #RekrutmenBersamaBUMN 2023. Agar persiapan kalian makin […]

  • Supir Traga Terciduk, Polisi Gagalkan Penyelundupan Belangkas 10 Boks di Panipahan Rohil

    Supir Traga Terciduk, Polisi Gagalkan Penyelundupan Belangkas 10 Boks di Panipahan Rohil

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Polisi menangkap supir Traga berinisial US (30) dengan barang bukti 10 kotak fiber belangkas yang hendak diselundupkan ke Malaysia. Informasi dirangkum Kamis (30/01/25), Polres Rokan Hilir melalui Polsek Panipahan berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penangkapan satwa liar yang dilindungi. Operasi dilakukan pada Ahad, 26 Januari 2024, sekitar pukul 18.30 WIB jelang […]

  • Bjorka Mengaku Korban Orde Baru, Motif Ganggu Indonesia

    Bjorka Mengaku Korban Orde Baru, Motif Ganggu Indonesia

    • calendar_month Minggu, 11 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Jakarta-, detak24.com –  Aksi hacker Bjorka mengacak-acak data pemerintah dipertanyakan motifnya. Sang hacker mengungkap orang dekatnya menjadi korban kebijakan Orde Baru pasca 1965. Langkah terbaru Bjorka adalah mendoxing Muchdi Purwopranjono lengkap dengan data pribadinya. Bjorka menuding Muchdi Pr sebagai dalang kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Setelah itu, Bjorka ternyata memilih curhat di Twitter. Tentu cerita […]

expand_less