DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

REKONSTRUKSI Pembunuhan di Cerenti Kuansing, Terungkap Perkelahian Sengit Antara Tersangka dan Korban

KUANSING, detak24com – Polres Kuansing menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Cerenti Kuansing dengan korbannya aktivis WWF yang bertani di Desa Kompe Berangin, Rabu (04/10)24).

Rekontruksi digelar di halaman Mapolres Kuansing, diperagakan oleh pelaku PT serta dibantu tiga orang peran pengganti dengan 30 adegan. Rekontruksi disaksikan langsung Penasihat Hukum pelaku dan Kuasa Hukum keluarga korban Arsyad.

Dari rekontruksi ini menunjukkan semakin kuatnya dugaan pembunuhan berencana yang terlihat dari tahap demi tahap setiap adegan yang diperagakan sampai puncaknya begitu sadisnya pelaku menghabisi nyawa korban. Pelaku juga tega meninggalkan korban setelah roboh tak berdaya dalam keadaan menghadapi sakaratul maut.

Kronologi Peristiwa Pembunuhan

Arsyad Bin A Rachim (41 tahun),  warga Desa Kompe Berangin Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan meninggal secara sadis pada hari Selasa 4 juli 2023 sekira pukul 17.30 WIB di Jalan Pertanian Pematang Sialang Dusun 3 Desa Kompe Berangin Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuansing.

Korban Arsyad Bin A Rachim pertama kali ditemukan oleh saksi Nasrian (warga Desa Kompe Berangin) dalam kondisi bersimbah darah dan mengenaskan, sekira pukul 17.35 WIB. Saksi Nasrian pulang dari kebun melewati Jalan Pertanian Pematang Sialang Desa Kompe Berangin Kecai Cerenti Kabupaten Kuansing. Di perjalanan, saksi Nasrian melihat Arsyad (korban) sudah tergeletak di tengah jalan dengan kondisi bersimbah darah.

Pada hari naas tersebut sekitar pukul 17.00 WIB korban pamit kepada istrinya (Maida Herlina) untuk pergi ke kebun dengan mengendarai sepeda motor dan membawa sebilah pisau kecil yang biasa digunakan untuk memetik sayur di kebun mereka. Jarak dari rumah dengan kebun korban sekitar 1.200 meter (1,2 KM).

Korban sampai di kebun pada waktu yang bersamaan ketika pelaku melewati pondok korban dengan menggunakan sepeda motor bermuatan sawit dalam keranjang. Pada saat lewat di depan pondok korban, pelaku menggeber-geber gas sepeda motor secara tidak wajar (bising). Padahal, lokasi arah pelaku tidak dalam kondisi tanjakan sehingga tidak semestinya digeber-geber/ gas tinggi.

Adegan Rekonstruksi Pembunuhan

Pada awalnya pelaku berangkat dari rumah dengan menggunakan sepeda motor di belakangnya ada keranjang dan sebilah parang menuju kebun sawitnya. Pelaku memuat buah sawit dan membawanya melewati pondok korban menuju RAM Cindy.

Pada adegan ke 5 korban dan pelaku bertemu dan terlibat cekcok yang sebelumnya korban menghadang pelaku dengan sepeda motor. Korban sempat memegang kerah baju pelaku, dimana dalam peragaan ini di pinggang korban terselip sebilah pisau. Sempat pisau korban ditempelkan korban kepada pelaku tapi tidak ada melukai pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *