Info Haji 2026 : JCH Asal Desa Sungai Alam Bengkalis Wafat di Mekah
BENGKALIS, detak24com – Kabar duka menyelimuti jemaah haji asal Provinsi Riau di Tanah Suci. Seorang JCH Kloter BTH 09 asal Desa Sungai Alam, Kabupaten Bengkalis bernama Marati Kasmuri Usman (66) meninggal dunia.
Informasi dirangkum Kamis (14/05/26), almarhumah wafat di pemondokan jemaah Kota Makkah Al Mukarramah, Rabu (13/05/26) pukul 17.51 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kakanwil Kemenhaji dan Umrah Riau Defizon, mengucapkan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhumah, dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Saya atas nama pribadi dan instansi menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ujarnya, Kamis (14/05/26).
Menurut dia, seluruh hak jemaah yang meninggal dunia saat pelaksanaan ibadah haji akan tetap dipenuhi pemerintah. Termasuk pelaksanaan badal haji dan asuransi jemaah.
“Jemaah yang meninggal di Arab Saudi dalam masa pelaksanaan ibadah haji, haknya akan diselesaikan oleh pemerintah, termasuk badal haji dan asuransi jemaah,” jelasnya dikutip dari MCRiau.
Ia juga memastikan petugas haji telah melakukan pendampingan dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi. Prosesi pemulasaraan hingga pemakaman almarhumah akan dilaksanakan oleh petugas bersama pihak terkait di Kota Makkah.
Berdasarkan laporan petugas kloter, almarhumah diketahui memiliki riwayat penyakit angioplasty pada Desember 2025, diabetes melitus non insulin, chronic ischemic heart disease, serta hypertensive heart disease.
Pada Rabu (13/05/26), kondisi kesehatan almarhumah dilaporkan menurun dan tidak memiliki nafsu makan. Meski demikian, petugas dan rekan sesama jemaah terus memberikan motivasi, agar almarhumah tetap makan dan rutin mengonsumsi obat.
Sekitar pukul 16.00 WAS, saat sedang duduk di pemondokan, almarhumah tiba-tiba terbaring dan tidak sadarkan diri. Teman sekamar kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua regu dan memanggil petugas kesehatan.
Saat tiba di lokasi, petugas kesehatan mendapati kondisi almarhumah sudah tidak sadar, tekanan darah tidak terukur, nadi sangat lemah, serta tidak ditemukan pernapasan. Tim medis langsung melakukan tindakan darurat berupa pemasangan infus dan injeksi epinefrin.
Meski sempat muncul respons sementara, petugas terus melakukan upaya resusitasi selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit. Namun, kondisi almarhumah tidak menunjukkan perbaikan, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.51 WAS. (*)
Editor : Kar
