TUJUH Fakta Rusuh Pulau Rempang Teraktual, Polri: Bayi Tewas dan Siswa Pingsan Informasi Hoaks!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 11 Sep 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, detak24com – Kerusuhan yang terjadi di Pulau Rempang, Batam membuat polisi menembakkan gas air mata dan mobil water canon untuk memecah massa.
Saat kerusuhan tersebut, tim terpadu yang terdiri Polri, TNI, Ditpam Badan Pengusahaan (BP) Batam berusaha menerobos masyarakat yang berjaga di Jembatan IV Barelang Pulau Rempang. Berikut informasi selengkapnya.
1. Awal Mula Kisruh di Pulau Rempang
– Versi warga
Dilansir detikSumut, Bobi, salah satu warga Rempang mengatakan, kisruh antara tim terpadu dan masyarakat terjadi pada Kamis (7/9/2023) sekitar pukul 10.00 WIB. Ia menyebutkan warga sengaja berjaga di Jembatan IV Barelang karena mendapatkan informasi pemasangan patok pada hari ini.
“Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB. Kami dapat informasi hari ini ada pemasangan patok batas di Pulau Rempang. Aparat memaksa masuk untuk melakukan pemasangan patok tata batas di Pulau Rempang,” kata Bobi, Kamis (7/9/2023).
Versi BP Batam
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam Ariastuty Sirait mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Menurutnya, masyarakat yang mengatasnamakan warga Rempang terlebih dulu melemparkan batu dan botol kaca ke arah personel keamanan yang akan memasuki wilayah Jembatan 4 Barelang.
Bahkan, sejumlah oknum tak bertanggung jawab juga terus melemparkan batu meski petugas kepolisian telah mengimbau melalui pengeras suara agar barisan massa tidak gegabah dalam mengambil tindakan.
“Informasi dari tim di lapangan, sudah ada beberapa oknum provokator yang ditangkap pihak kepolisian. Beberapa di antaranya bahkan didapati membawa parang dan sudah berhasil diamankan,” ujarnya di Batam dilansir Antara.
Pihak BP Batam mengimbau masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi isu miring terkait pengukuran yang akan dilakukan di Kawasan Rempang. Hal itu seiring dengan beredarnya informasi terkait tindakan represif tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP terhadap masyarakat yang menghalangi jalannya tugas personel.
2. Ada Tembakan Gas Air Mata
Polisi menembakkan gas air mata untuk memecah massa pada bentrokan di Pulau Rempang, Batam. Udin, salah seorang warga menyebutkan akibat tembakan gas air mata, siswa sekolah ikut terdampak, salah satunya di SMPN 22 Rempang. “Tim terpadu sudah bergeser ke Sembulang. Ada beberapa Siswa SMPN 22 Rempang pingsan akibat kena gas air mata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para pelajar tersebut lemas akibat terkena gas air mata. Para siswa yang terkena tembakan gas air mata dilarikan ke klinik Marinir. “Jadi, kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB. Gas air mata masuk ke halaman sekolah, asapnya sampai masuk ke sekolah. Kemudian guru menyuruh murid untuk mengungsi ke belakang hutan sekolah. Pas prosesnya, anak-anak yang tak kuat ada beberapa yang pingsan,” ujarnya.












Saat ini belum ada komentar