NGERI! Besok Wilayah RI Panas Mendidih, Ini Penjelasan BMKG
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 10 Apr 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
detak24com – Sinar ultraviolet diprediksi mulai menggila pada pukup 09.00 besok, Selasa (11/04/23). Wilayah timur terpantau berstatus ‘extreme’ atau sangat bahaya. Di wilayah tengah hingga barat pun sudah mulai akan intens terkena ultraviolet.
Informasi tersebut beredar di medsos sejak Ahad (09/04/23) kemarin. Untuk itu, disarankan untuk tak berada di luar ruangan dalam waktu lama. Selalu siap sedia tabir surya dan memakai pakaian tertutup agar terlindungi dari bahaya matahari.
Puncak sinar ultraviolet akan terjadi cukup lama dari pukul 10.00 hingga 13.00. Secara bergantian, wilayah Indonesia bagian tengah, barat, dan timur, akan kebagian paparan sinar ultraviolet dengan status ekstrem.
Menurut pemaparan BMKG, jika berada di luar ruangan tanpa perlindungan, sinar ultraviolet ekstrem akan mengakibatkan kerusakan kulit dan mata.
Kulit bisa terbakar dalam hitungan menit. Untuk itu, sebaiknya terus berada di dalam ruangan jika tak mendesak harus ke luar.
Sinar UV akan kembali normal pada pukul 16.00 WIB hingga malam hari. Semoga informasi ini bermanfaat!
Penjelasan BMKG
Menyikapi informasi beredar tersebut, Bidang Informasi Kualitas Udara, Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG Alberth Nahas, PhD mengatakan, memang BMKG membagikan informasi di media sosial terkait prediksi sinar Ultraviolet (UV).
Tetapi menurut Albert narasi narasi yang beredar tersebut menurutnya kurang tepat. “Soal pemberitaan viral itu memang bersumber dari BMKG tapi mungkin kurang tepat dalam menginterprestasikan hasil prediksinya,” kata Alberth saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/04/23).
Ia menjelaskan, kategori indeks UV memang terdapat level low hingga ekstrem, tetapi menurutnya narasi secara keseluruhan yang viral tersebut terlalu berlebihan.
Dampak sinar UV jika sampai ke permukaan kulit atau mata, secara akumulatif memang bisa berdampak buruk. Akan tetapi pihaknya menekankan, dampak yang terjadi tidak langsung serta-merta membuat kulit terbakar atau suhu udara mendidih.
“Jadi (dampaknya) tidak langsung dikatakan itu akan membuat suhu udara akan sangat panas bahkan pemberitaannya suhu udara mendidih,” kata dia.(kompas.com)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











