Viral Video Wajah Petani di Riau Hancur Diserang Harimau, Ini Faktanya!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
- print Cetak

Penampakan tiga ekor harimau melintasi jalan di Trumon Aceh Selatan. F : IST
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Sebuah video mengerikan menunjukkan seorang petani Riau diserang harimau dan wajahnya hancur kena cakar binatang buas. Tayangan singkat itu beredar luas di grup WA.
Dalam video berdurasi 34 detik itu, tampak seorang korban terbaring di atas brankar medis, dengan luka menganga dari hidung hingga jidat yang memperlihatkan tulang wajahnya. Narasi yang menyertai video tersebut menyebutkan bahwa luka tersebut diakibatkan oleh serangan harimau Sumatera.
Namun, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dengan cepat memberikan klarifikasi meluruskan informasi yang berkembang.
Kabid Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak terjadi di wilayah Riau, dan tidak ada kaitannya dengan serangan harimau.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di lapangan. Dipastikan bahwa kejadian ini bukanlah akibat serangan harimau, serta lokasi kejadian bukan di Riau,” ujar Ujang Holisudin, Jumat (23/08/24).
Lebih lanjut, berdasarkan penelusuran yang dilakukan BBKSDA Riau, korban dalam video tersebut adalah Abidah (35), seorang petani karet asal Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Dikutip dari MC.Riau, insiden tragis ini terjadi saat Abidah sedang menyadap karet di perkebunan pada Kamis (08/08/24). Ternyata, luka-luka serius yang dideritanya disebabkan oleh serangan beruang, bukan harimau seperti yang disebutkan dalam narasi video.
Selain luka parah di wajah, Abidah juga mengalami luka serius di lutut, betis kiri, dan bawah lengan. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredakan keresahan masyarakat, terutama di wilayah Riau, terkait rumor yang berkembang.
BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat untuk selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya sebelum menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya. (*)
Editor : Kar












