TERDAPAT Ibu-Anak, 8 Pendaki Poltek Negeri Padang Tewas di Puncak Marapi
PADANG, detak24com – Erupsi Marapi pada Ahad (03/12/23) menyisakan duka mendalam bagi Poltek Negeri Padang. Tujuh mahasiswa dan seorang ibu meninggal kena letusan gunung.
Hingga hari keempat letusan Marapi, tercatat 23 orang korban meninggal. Dari data 23 orang korban meninggal tersebut, dua di antaranya bernama Wahlul Ade Putra dan Novita Intan Sari berasal dari Kota Padang.
Keduanya merupakan ibu dan anak, Wahlul bersama ibunya mendaki Gunung Marapi bersama rombongan teman-teman Wahlul sesama mahasiswa Poltek Negeri Padang (PNP).
Wahlul dan ibunya Novita Intan Sari sudah dievakuasi pada Selasa (5/12/2023) dalam kondisi meninggal dunia.
Bagian Kemahasiswaan Poltek Negeri Padang, Utih Siswanto mengatakan Wahlul dan ibunya merupakan rombongan dari mahasiswa Politeknik Negeri Padang yang berangkat mendaki Gunung Marapi.
“Iya, ibu dari Wahlul tercatat ikut mendaki. Setelah kejadian erupsi, ayah dari Wahlul juga sudah datang ke posko dan sempat ikut dengan tim melihat keluarganya ke atas,” kata Utih, Selasa (05/12/23).
Sementara, Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri mengatakan terdapat dua rombongan dengan total 14 mahasiswa PNP, dari 14 mahasiswa tersebut 6 orang dinyatakan selamat dan sisanya meninggal dunia.
“Kami berkabung dan sangat berduka,” ujarnya melalui siaran pers, dikutip pada Rabu (06/12/23).
Data dari Kantor SAR Padang, total korban erupsi Marapi sebanyak 75 orang, 52 di antaranya selamat, 22 orang meninggal dunia dan 1 orang korban masih dicari, dikutip detak24com dari liputan6. (*/berita)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com
