Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Spanduk Tuntaskan Korupsi Hibah Pemkab Siak Sambut Kajati Riau di Pekanbaru

Spanduk Tuntaskan Korupsi Hibah Pemkab Siak Sambut Kajati Riau di Pekanbaru

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24.com – Ada yang menarik saat Kepala Kejaksaan Tinggi Riau (Kajati) Dr Supardi yang baru dilantik tiba di Pekanbaru, Selasa (23/08/22).

Supardi selain disambut di kalangan internal Kejaksaan setempat, juga terlihat disambut oleh para mahasiswa dan pemuda dengan membentangkan spanduk. Mereka mendesak agar Kejaksaan Tinggi Riau menuntaskan kasus dugaan korupsi dana hibah Kabupaten Siak 2011 – 2019.

Para pengunjukrasa ini tergabung dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa Pekanbaru Peduli Keadilan (GPMPPK). Mereka membentang spanduk bertuliskan “Selamat bertugas Dr Supardi sebagai Kajati Riau yang baru. Pemuda, mahasiswa dan masyarakat meminta tuntaskan kasus korupsi dana hibah Kabupaten Siak 2011 – 2019”.

Menariknya lagi, pembentangan spanduk tersebut dimulai dari saat Supardi menginjakkan kaki di VIP Bandara, Rumah Makan Melayu, sampai di depan Kantor Kejati Riau.

Sedangkan pada spanduk lain bertulis ‘Tuntaskan Kasus Korupsi Dana Hibah Kabupaten Siak 2011-2019 dengan Keterlibatan Gubernur Riau Syamsuar. Kami Sudah Resah.’

“Tujuan kami ingin menyambut kedatangan Bapak Supardi selaku Kejati Riau yang baru. Kami juga menaruh harapan yang besar agar Bapak Supardi secepatnya bisa menangani kasus korupsi di Provinsi Riau,” kata Koordinator Lapangan GPMPPK, Roby Kurniawan.

Dr Supardi dipilih oleh Jaksa Agung Prof Dr H ST Burhanuddin sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau. Supardi menggantikan Dr Jaja Subagja yang mengemban tugas baru sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Pidana Bidang Militer (JAM Pidmil) Kejagung.

Penunjukan Supardi sebagai Kajati Riau berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : 245 tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan RI. Surat ditandatangani Jaksa Agung ST Burhanuddin pada 8 Agustus 2022.

Pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap Supardi dilakukan di Gedung Kejagung, Jakarta, pada Senin (22/8/2022).

Penunjukan Supardi jadi Kajati Riau diharapkan membawa perubahan dalam penanganan korupsi oleh Korps Adhyaksa Riau. Apalagi, Supardi dikenal sebagai sosok yang mumpuni dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia.

Sepak terjang pria kelahiran Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, 28 April 1971 itu dalam penanganan kasus korupsi tidak perlu diragukan lagi. Selain di Kejaksaan, wisudawan terbaik S-3 Fakultas Hukum Universitas Airlangga tersebut juga pernah menjabat Direktur Penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di Kejagung, berbagai kasus korupsi berhasil diungkap di bawah kepemimpinan Supardi ketika menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus). Jumlah kerugian negara dari megakorupsi itu mencapai puluhan triliun rupiah.

Kasus korupsi teranyar dan menggemparkan yang dibongkar Supardi adalah megakorupsi penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Dugaan korupsi ini merugikan negara Rp78 triliun. Terbesar di Indonesia.

Kasus besar lainnya yang juga tak kalah menghebohkan yang ditangani Kejagung di bawah komando Supardi adalah dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah CPO dan turunannya mencapai Rp20 triliun. Perkara ini terungkap dari kelangkaan minyak goreng.

Selanjutnya, kasus korupsi yang ditangani adalah dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia (Persero) yang merugikan negara Rp8,8 triliun. Kasus ini menjerat lima orang tersangka.

Kasus korupsi lain yang kini sedang ditangani oleh Supardi yakni dugaan korupsi impor garam industri di Kementerian Perdagangan (Kemenag) RI tahun 2018. Terdapat 21 perusahaan importir garam yang mendapat kuota persetujuan impor garam industri 3,77 juta ton atau dengan nilai sebesar Rp 2,05 miliar.

Kemudian dugaan korupsi impor besi atau baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 sampai 2021. Enam korporasi sudah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk mantan pejabat di Kemendag RI.

Selanjutnya, dugaan korupsi pembangunan tower transmisi PLN tahun 2016 sebanyak 9.085 set tower dengan anggaran pekerjaan Rp 2.251.592.767.354 Dalam pelaksanaan PT PLN (Persero) dan Asosiasi Pembangunan Tower Indonesia (Aspatindo).

Ada juga kasus dugaan korupsi dalam Penggunaan Dana PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) pada tahun 2016 sampai dengan 2020. Di kasus yang merugikan negara Rp2,5 triliun ini, telah ditetapkan tersangka berinisial AW, AP, BP, dan A.

Di Riau, komitmen Supardi menuntaskan berbagai dugaan korupsi juga sangat dinantikan oleh masyarakat. Setidaknya ada dua kasus korupsi besar di zaman Jaja Subagja yang menjadi perhatian publik dan diwariskan kepada Supardi.

Pertama, kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) di Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Siak 2014-2019. Dugaan korupsi itu terjadi di masa Syamsuar menjabat Bupati Siak dengan anggaran disebut-sebut mencapai Rp56 miliar.

Pengusutan dugaan korupsi dana hibah dan Bansos itu sudah dilakukan Kejati Riau sejak pertengahan 2020. Setelah menemukan indikasi pidana, kasus ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan pada awal Oktober 2020.

Diketahui sprindik diteken oleh Kajati Riau Mia Amiati melalui surat perintah penyidikan nomor: PRINT-09/L.4/Fd.1/09/2020 tertanggal 29 September 2020 lalu.

Hampir dua tahun, penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Riau masih meminta keterangan saksi-saksi, khususnya penerima dana Bansos. Kasus ini disebut rumit karena objeknya sangat luas hingga belum ada tersangka.

Hingga akhir 2021, Kejati Riau sudah mengeluarkan 1.364 panggilan. Dari ribuan panggilan itu, hampir 900 saksi yang sudah dimintai keterangan mulai dari pejabat Pemkab Siak, Camat, Lurah, pimpinan organisasi hingga penerima dana. Hingga kini, belum ada penetapan tersangka.

Kedua, kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Belanja Layanan Umum (BLU) di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Dana BLU itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp129.668.957.523.

Penanganan kasus ditingkatkan ke penyidikan pada Rabu, 11 Mei 2022, setelah ditemukan indikasi pidana yang berpotensi merugikan negara. Puluhan saksi dari pihak Rektorat UIN Suska Riau, termasuk mantan rektor Prof Dr Akhmad Mujahidin sudah diperiksa.

Kejati juga belum menetapkan tersangka di kasus tersebut. Jaksa berdalih masih menunggu audit penghitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau.(cakaplah.com)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • DITABRAK MAHASISWA, Pemotor Meregang Nyawa di Jalan Arifin Achmad

    DITABRAK MAHASISWA, Pemotor Meregang Nyawa di Jalan Arifin Achmad

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Seorang mahasiswa bernama Firman Syahputra Muslim menabrak pengendara motor hingga tewas saat melintas di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Senin (31/10/22), pukul 22.00 WIB. Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Angga Wahyu Prihantoro menceritakan, saat itu motor Honda CBR yang dikendarai Firman bergerak di Jalan Arifin Achmad jalur Utara datang dari arah Barat menuju […]

  • Pencarian WN Rusia di Perairan Bengkalis Dihentikan, Ini Hasilnya!

    Pencarian WN Rusia di Perairan Bengkalis Dihentikan, Ini Hasilnya!

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Hingga hari ketujuh pencarian Kirill (22), WN Rusia hilang di perairan Bengkalis akhirnya dihentikan. Korban adalah kru MV Yashma Mob hendak menuju Vietnam. Diketahui, WN Rusia itu jatuh dari kapal pada Sabtu (06/07/24) lalu. Namun, hingga Sabtu (13/07/24) pukul 17.00 WIB kru kapal tersebut belum ditemukan. Akhirnya, petugas gabungan menghentikan upaya pencarian. […]

  • KNPI Resmi Lapor Pornoaksi Turnamen Golf Gubri Syamsuar

    KNPI Resmi Lapor Pornoaksi Turnamen Golf Gubri Syamsuar

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – KNPI DPD I Riau melaporkan pidana pornoaksi oleh panitia dan atau pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) pada turnamen golf Gubri Syamsuar, Senin (22/08)22). Video berdurasi 30 detik itu sudah jelas membuktikan, bahwa unsur perbuatan melawan hukum (PMH) terpenuhi dan terhadap penyanyi, penari dan atau biduan. Sekaligus panitia pelaksana wajib menjelaskannya di hadapan […]

  • RESMI! KIM Usung Prabowo-Gibran, Daftar Rabu Ini

    RESMI! KIM Usung Prabowo-Gibran, Daftar Rabu Ini

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Secara resmi, Koalisi Indonesia Maju atau KIM usung Prabowo-Gibran untuk Pilpres 2024 mendatang. Keputusan tersebut dibulatkan pada rapat Parpol koalisi KIM di kediaman Prabowo Subianto, Jaksel, Ahad (22/10/23). Dalam rapat dihasilkan sejumlah poin. Salah satunya, disepakati KIM usung Prabowo-Gibran menjadi capres dan cawapres cawapres untuk maju di Pilpres 2024. Prabowo menyatakan, keputusan […]

  • Jokowi Mania Polisikan Ubedilah Buntut Adukan Gibran-Kaesang

    Jokowi Mania Polisikan Ubedilah Buntut Adukan Gibran-Kaesang

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    Jakarta (DETAK24.COM) – Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer melaporkan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya dengan menggunakan Pasal 317 KUHP tentang pengaduan fitnah pada Jumat (14/1). Laporan itu dilakukan buntut pengaduan yang dilakukan Ubedilah soal dugaan korupsi anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep […]

  • ISTERI Histeris Ayah Menangis, AKBP Arif Rachman Arifin Divonis 10 Bulan Penjara

    ISTERI Histeris Ayah Menangis, AKBP Arif Rachman Arifin Divonis 10 Bulan Penjara

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 25Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Mantan Wakaden B Biropaminal Divpropam Polri AKBP Arif Rachman Arifin divonis 10 bulan penjara. la terbukti merusak CCTV sehingga terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J. Spontan, isteri AKBP Arif Rahman Arifin histeris dan menangis saat mendengar suaminya divonis 10 bulan. Pantauan wartawan di ruang utama PN Jaksel, Kamis (23/02/23), keluarga AKBP Arif […]

expand_less