Presiden Gotabaya Mundur Lewat Kiriman Email, Dilaporkan Lari ke Singapura
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebelumnya, Sri Lanka dilanda krisis ekonomi akibat tidak mampu membayar utang luar negeri. Pada April lalu, pemerintah Sri Lanka gagal membayar utang luar negeri sebesar US$15 miliar atau sekitar Rp764 triliun.
Banyak harga barang mengalami kenaikan, terutama barang impor, dan bahan bakar minyak (BBM) kian hari, kian langka. Walhasil, gejolak di masyarakat tak bisa dibendung.
Demonstrasi besar-besaran tampak di berbagai wilayah Sri Lanka. Rumah Gotabaya Rajapaksa pun diduduki massa, sementara pemilik rumah berupaya meninggalkan negaranya.
Ketua partai oposisi utama Sri Lanka disebut akan mencalonkan diri menjadi presiden selanjutnya menyusul gonjang-ganjing ekonomi dan politik di negara itu.
“Kelompok parlemen dari Samaggi Jana Balawegaya mendukung pemimpin [partai] Sajith Premadasa,” kata salah satu pejabat kepada media pada Selasa (12/7).(cnn)












