Petaka Tradisi Perahu Baganduang di Kuansing, Empat Jari Pelajar MTs Putus Disambar Petasan
Korban F terbaring di RSUD Teluk Kuantan. f : ist
KUANSING, detak24com – Empat jari pelajar MTs putus kena ledakan petasan saat tradisi Perahu Baganduang di Tepian Muko Lobuah Desa Banjar Padang, Kuantan Mudik, Kuansing, Kamis (26/03/26) siang.
Asap mengepul dari ribuan petasan diiringi dentuman cagak meriam menyala menghiasi pawai Perahu Baganduang di Tepian Muko Lobuah Desa Banjar Padang, Kuantan Mudik, Kuansing, Kamis (26/03/26) siang.
Kondisi asap kian pekat, langit pun menjadi gelap. Inilah bentuk kemeriahan festival tradisi Perahu Baganduang yang dihelat tiap tahun, diwarisi masyarakat adat di Kuantan Mudik
Dentuman petasan dan cagak pun saling bersahut-sahutan di udara. Membuat prosesi seremonial yang dihadiri langsung Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Wakil Bupati Mukhlisin, Ketua DPRD Kuansing Juprizal, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana beserta Forkopimda Kuansing lainnya, sempat terhambat.
Sejak pukul 13.30 WIB masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik sudah mulai memadati Tepian Muko Lobuah. Kehadiran ribuan masyarakat tersebut dalam rangka menyaksikan tradisi Manjopuik Limau dan Perahu Baganduang yang diselenggarakan setiap tahun setelah hari raya Idul Fitri 1447 H.
Hanya saja, kemeriahan festival Perahu Beganduang menjadi duka mendalam bagi 4 pelajar di Kuantan Mudik. Arak-arakan perahu hias mengakibatkan insiden yang diketahui belum pernah terjadi sebelumnya.
Tiga pelajar harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Petasan yang berada di tangan masing-masing yang diarahkan ke udara dari atas perahu tiba-tiba meledak dalam pegangan.
Ketiga korban merupakan pelajar MTs Kuantan Mudik kelas 1, domisili Koto Lubuk Jambi. Masing-masing inisial A, D, dan F.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi saat mereka berada di bagian depan (kepala) perahu dan memegang petasan berukuran besar itu secara bersamaan. Petasan tersebut kemudian meledak di tangan mereka.
Korban F mengalami luka paling serius. Empat jari tangan kanannya putus dan hanya menyisakan jari telunjuk.
Ia pun dirujuk dan mendapat perawatan di ruang Unit Gawat Darurat RSUD Teluk Kuantan untuk penanganan medis lanjutan.
Informasi lain yang dirangkum, insiden ini bukan akibat lemparan atau tembakan petasan dari pihak lain, melainkan ledakan dari petasan yang dipegang para korban.
Kejadian ini juga sudah dilaporkan pihak terkait kepada Bupati Kuansing yang hadir di tengah masyarakat dalam festival tersebut.
Dari tradisi itu, ribuan kembang api dan petasan diluncurkan masyarakat saat Perahu Baganduang yang ditumpangi Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan pejabat lainnya melintasi sungai kuantan.
Bupati Kuansing Suhardiman Amby mengapresiasi masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik yang selalu menjaga dan tetap melestarikan tradisi dan budaya yang turun temurun sejak dahulu.
“Tradisi Manjompuik Limau dan Parahu Baganduang ini harus tetap dilestarikan. Ini adalah ciri khas masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik setiap tahunya. Jaga dan tetap dilestarikan, sehingga menjadi turun temurun ke anak cucu kita nanti,” ujar Suhardiman Amby.
Menanggapinya, seorang Pemangku Adat di Kuantan Mudik, Hardimansyah mengaku saat prosesi itu berlansung, ia tidak berada di lokasi. Namun, sejak awal tradisi ini dihelat, tidak ada melibatkan anak-anak dalam perayaannya.
“Dan juga tidak ada menggunakan petasan. Yang ada hanya bodial-bodial buluah (senjata mainan dari bambu), dan lainnya. Ini dilakukan orang dewasa. Anak-anak hanya meramaikan,” jelasnya singkat.
Perawatan Intensif
Sementara, dikutip dari riaupos.co, pantauan wartawan di RSUD Teluk Kuantan Kamis malam sekitar pukul 20.30 Wib, korban F tengah terbaring sambil menangis. Kedua tangannya dibaluti perban. Ibu korban bernama Nova, nenek dan keluarga lainnya mencoba menenangkannya.
Di IGD RSUD Teluk Kuantan itu, juga terlihat ramai dikunjungi warga Desa Koto Lubuk Jambi. Kapolsek Kuantan Mudik AKP Ridwan Butar Butar bersama Direktur RSUD dr Benni Antomy, berada di IGD.
Setelah mendapatkan penanganan oleh tim medis di ruang IGD, F lalu dipindahkan ke ruang Eucalyptus 01 gedung rawat inap pasien.
“F ini harus menjalani operasi, dan segera kita lakukan,” kata Direktur RSUD Teluk Kuantan Benni Antomy.
Ibu korban terlihat berusaha tetap tenang melihat derita anak sulungnya itu. “Dia anak sulung dari tiga anak kami,” kata Nova.
Ia mengungkapkan kejadian itu bertepatan saat festival Perahu Baganduang di Tepian Muko Lobuah Desa Banjar Padang Kecamatan Kuantan Mudik. Saat itu, semua perahu baganduang yang ikut festival sudah berhenti di Tepian Muko Lobuah lokasi acara.
F bersama dua temannya berada di Perahu Baganduang Desa Koto Lubuk Jambi. Meski sudah menepi, masih banyak anak-anak dan peserta yang main petasan. Termasuk korban F dan dua temannya. Tapi ternyata petasan meledak dalam pegangan tangan anaknya dan dua temannya. “Sekarang F harus dioperasi,” ujarnya sedih.
Kapolsek Kuantan Mudik AKP Ridwan Butar Butar mengatakan, F, R dan H memainkan petasan ukuran cukup besar isi delapan tembakan. Petasan itu dipegang oleh ketiga anak tersebut. Di saat bermain itu, petasan itu meledak saat bunyi terakhir.
Akibat ledakan itu, F mengalami luka serius dibagian tangan kanan yang menyisakan satu jari telunjuk dan cedera di bagian tangan kiri. Sedangkan R dan H mengalami luka bakar di bagian mulut, pipi dan dada akibat luka bakar petasan.
R dan H dirawat di Puskesmas Lubuk Jambi. Sedangkan F dilarikan ke RSUD Teluk Kuantan dan harus menjalani operasi. (*)
Editor : kar
