Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Dikeroyok OTK Bersenjata, PERADI Beberkan Kronologis Penganiayaan Sekretaris PMII Riau 

Dikeroyok OTK Bersenjata, PERADI Beberkan Kronologis Penganiayaan Sekretaris PMII Riau 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LPEKANBARU, detak24com – Sekretaris PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau Supriadi, diduga menjadi korban pengeroyokan OTK bersenjata. Kini, ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Pekanbaru menduga pengeroyokan yang dialami Supriadi berkaitan dengan sikap kritisnya dalam mendesak pengusutan dugaan penganiayaan terhadap dua kader PMII yang terjadi pada 3 Juli 2026 di Polresta Pekanbaru.

Ketua Bidang Advokasi dan Riset PBH PERADI Pekanbaru Gita Melanika, mengatakan berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Supriadi diduga dikeroyok sekitar 10 orang usai melakukan pertemuan dengan pihak intelijen Polresta Pekanbaru.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Gita dalam pernyataan sikap, Senin (6/7/2026).

Menurut Gita, apabila dugaan keterkaitan antara pengeroyokan dan upaya pengawalan kasus tersebut terbukti, maka peristiwa itu tidak lagi dapat dipandang sebagai tindak pidana kekerasan semata.

“Peristiwa itu dapat menjadi bentuk intimidasi terhadap seseorang yang sedang memperjuangkan keadilan dan mengawal proses penegakan hukum. Hal ini merupakan ancaman serius terhadap kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan mencari keadilan,” ujarnya.

PBH PERADI menilai sangat ironis apabila seseorang yang memperjuangkan penegakan hukum justru menjadi korban kekerasan.

Terlebih jika rangkaian peristiwa tersebut terjadi di lingkungan atau berkaitan dengan institusi yang seharusnya memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan kepastian hukum kepada masyarakat.

Atas dasar itu, PBH PERADI mendesak Kapolda Riau mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap dua kader PMII maupun dugaan pengeroyokan terhadap Supriadi secara profesional, transparan, independen, dan akuntabel.

Lembaga tersebut juga meminta seluruh pihak yang diduga terlibat diproses tanpa pandang bulu, termasuk apabila melibatkan oknum anggota kepolisian.

Selain itu, PBH PERADI meminta kepolisian memberikan perlindungan kepada korban dan saksi dari segala bentuk intimidasi serta menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka kepada publik.

PBH PERADI menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga seluruh fakta terungkap, pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum, serta korban memperoleh keadilan, perlindungan hukum, dan kepastian hukum, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Polisi Diduga Terlibat Kasus Tewasnya Warga Rupat

    Oknum Polisi Diduga Terlibat Kasus Tewasnya Warga Rupat

    • calendar_month Minggu, 30 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    RUPAT, detak24.com – Oknum polisi berpangkat Bripka di Rupat, Kabupaten Bengkalis diduga terlibat kasus penganiayaan berujung meninggalnya seorang warga. Atas dasar itu, oknum polisi berinisial Bripka AH diduga melakukan pelanggaran kode etik Kepolisian. Sebelumnya, Bripka AH memerintahkan sejumlah pemuda di Pulau Rupat untuk melakukan penangkapan terhadap Al Farid (32), karena dianggap kerap meresahkan warga. Namun perintah Bhabinkamtibmas itu malah […]

  • Gawat! SF Hariyanto Dituding Pernah Ancam Gubri Wahid, Ini Alasannya

    Gawat! SF Hariyanto Dituding Pernah Ancam Gubri Wahid, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mengaku pernah mendapat tekanan dari wakilnya, SF Hariyanto. Ia menyebut diancam dengan rekaman pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengakuan itu disampaikan Abdul Wahid ketika diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang dugaan korupsi bermodus pemerasan anggaran di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (02/07/26). […]

  • Pilgub Sumbar 2024, Petahana Gubernur Mahyeldi Kian ‘Rancak’ Maju Dua Periode

    Pilgub Sumbar 2024, Petahana Gubernur Mahyeldi Kian ‘Rancak’ Maju Dua Periode

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PADANG, detak24com – Jelang Pilgub Sumbar, sejumlah parpol mulai kerucutkan dukungan. Salah satunya Partai Demokrat yang resmi mendukung pasangan Mahyeldi Ansharullah – Vasko Ruseimy. Dirangkum, Ahad (11/08/24), petahana Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah Datuak Marajo yang akrab disapa Buya Mahyeldi hingga kini sudah didukung PKS dan Gerindra. Dengan nilai 20 kursi perwakilan di DPRD Sumbar. Dengan […]

  • NAIK Gratis Kereta Cepat Whoosh, Begini Cara Daftarnya!

    NAIK Gratis Kereta Cepat Whoosh, Begini Cara Daftarnya!

    • calendar_month Minggu, 24 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membuka pendaftaran uji coba gratis Kereta Cepat Bandung-Jakarta (KCJB)/KA Cepat Whoosh tahap 2 bagi masyarakat umum pada 24 September 2023. Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan, pendaftaran tahap kedua uji coba gratis KCJB itu untuk keberangkatan tanggal 25-30 September 2023. “Pendaftaran uji coba operasional KA Cepat […]

  • Kapolres Dumai Tiba-tiba Dimutasi, Ini Sosok Polisi Penggantinya!

    Kapolres Dumai Tiba-tiba Dimutasi, Ini Sosok Polisi Penggantinya!

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Belum genap enam bulan menjabat, Kapolres Dumai AKBP Hardi Dinata H dimutasi. Penggantinya adalah AKBP Angga F Herlambang yang selama ini bertugas di Kuansing. Kabar cukup mengejutkan beredar sejak Rabu (20/05/26) pagi tadi. AKBP Hardi Dinata yang baru hitungan bulan menjabat Kapolres Dumai bakal ditarik ke Mabes Polri. Penggantinya yakni, AKBP Angga […]

  • KEMATIAN SATU Keluarga di Kalideres Dikaitkan Sekte Apokaliptik, Simak Sejarahnya!

    KEMATIAN SATU Keluarga di Kalideres Dikaitkan Sekte Apokaliptik, Simak Sejarahnya!

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    PERISTIWA satu keluarga di Kalideres tewas diduga akibat menganut paham apokaliptik. Meski jarang digunakan dalam sehari-hari, namun paham ini terbilang cukup fenomenal. Lantas apa itu apokaliptik? Paham apokaliptik merupakan paham yang menganut ilmu sekte sesat. Paham ini mampu mendoktrin para pengikutnya untuk menderita terlebih dahulu demi suatu kenikmatan di kemudian hari. Untuk lebih rinci, berikut ini penjelasannya mengenai pengertian apokaliptik beserta […]

expand_less