Maxim Minta Driver dan Ojol Keluar dari Platform? Ini Faktanya
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Driver dan ojol Maxim unjuk rasa. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, detak24com – Maxim Indonesia membantah informasi yang menyebutkan perwakilan perusahaan meminta mitra pengemudi untuk mundur atau keluar (off/out) dari platform apabila tidak menerima kebijakan perusahaan.
Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah, menegaskan informasi tersebut merupakan kesalahpahaman, dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dalam pertemuan bersama mitra pengemudi.
“Dalam pertemuan tersebut, tim perwakilan Maxim tidak pernah menyampaikan arahan agar mitra pengemudi berhenti bekerja atau keluar dari platform Maxim. Yang disampaikan adalah arahan teknis kepada mitra pengemudi yang mengalami kendala pada sistem aplikasi Taxsee Driver agar melakukan refresh akun dengan cara keluar (log out) dari aplikasi, kemudian masuk (log in) kembali,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (03/07/26).
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan agar sistem dapat memperbarui data sehingga kendala yang dialami mitra pengemudi dapat ditangani.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pernyataan yang mengartikan arahan tersebut sebagai imbauan untuk “off” atau “out” dari Maxim merupakan kesalahpahaman.
“Maxim senantiasa menghargai aspirasi mitra pengemudi dan berkomitmen menyampaikan informasi secara terbuka serta membangun dialog yang konstruktif,” dalihnya.
Terkait penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen, Dirhamsyah menjelaskan kebijakan tersebut telah diberlakukan secara serentak untuk layanan Maxim Bike di seluruh wilayah operasional Maxim di Indonesia.
Saat ini, kata dia, perusahaan tengah melakukan proses pemerataan penerapan komisi 8 persen di seluruh kota layanan Maxim, termasuk Pekanbaru.
“Pada tahap awal penerapan komisi 8 persen terdapat kemungkinan munculnya kendala teknis pada sistem yang diperbarui. Namun, kami telah melakukan pengembangan secara menyeluruh sehingga saat ini komisi aplikasi 8 persen telah efektif berlaku bagi mitra pengemudi Maxim,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila terdapat mitra pengemudi yang menemukan ketidaksesuaian dalam perhitungan komisi, perusahaan membuka ruang untuk dilakukan pengecekan.
“Bagi mitra pengemudi yang memiliki ketidaksesuaian dalam perhitungan komisi dapat mengunjungi kantor operasional Maxim terdekat untuk dilakukan pengecekan dan perhitungan ulang,” ujarnya.
Dirhamsyah menerangkan, penyesuaian komisi dilakukan secara otomatis melalui sistem pada setiap perjalanan yang telah diselesaikan. Mitra pengemudi dapat melihat besaran komisi yang dikenakan melalui rincian order di aplikasi setelah perjalanan selesai tanpa perlu melakukan pengaturan tambahan, seperti diwartakan cakaplah. (*)
Editor : kar











