Dua Jemaah Salat Idul Fitri Meninggal di Pemalang, Belasan Lainnya Kritis
Pohon beringin tumbang timpa jemaah Salat Idul Fitri di Pemalang. f : ist
PEMALANG, detak24com – Suasana Salat Idul Fitri 1446 Hijriah yang berlangsung khidmat di Masjid Nurul Kalam, Pemalang, Jateng berubah menjadi kepanikan.
Hal ini setelah sebuah pohon beringin besar di Alun-Alun Pemalang tiba-tiba ambruk dan menimpa belasan jemaah, Senin (31/03/25) pagi.
Informasi diperoleh media, peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 06.45 WIB menjelang pelaksanaan Salat Id. Kerasnya suara pohon tumbang ini ini membuat para jemaah panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
“Pemalang berduka ranting pohon tumbang menimpa jemaah saat sholat id sedang berlangsung di Alun-alun Pemalang. Laporan sementara 3 jemaah MD dan 15 mengalami luka2 (31/3),” tulis Info Jateng @Jateng_Twit dikutip Senin (31/03/25).
Pengakuan jemaah di lokasi kejadian, pohon tiba-tiba ambruk saat persiapan Salat Id.
Tiba-tiba ambruk, keras sekali suaranya. Orang-orang langsung lari berhamburan,” ujar Heri, salah satu jemaah yang berada di lokasi kejadian, Senin (31/03/25).
Berdasarkan data yang dihimpun, insiden ini mengakibatkan 17 orang menjadi korban, namun jumlah korban masih terus berkembang. Sebanyak 11 orang di antaranya mengalami kondisi kritis, sedangkan dua lainnya meninggal dunia. Seluruh korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Sehat Pemalang untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab tumbangnya pohon beringin tersebut.
“Ya ini musibah pada saat dilaksanakan salat Id di Alun-alun, dan ini masih dalam perawatan di rumah sakit korban-korbannya. Korban ada 19 orang, di dua rumah sakit di RS Harapan Sehat dan Prima Medika. Dinyatakan meninggal oleh dokter, dua orang. Penyebab pohon tumbang, karena umur,” kata Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, pada detikJateng, di rumah Sakit Harapan Sehat, Senin (31/03/25).
“Ini kita akan cek semua, pohon-pohon yang sudah berumur kita benahi semua dan kan diganti dengan pohon yang baru,” tambahnya.
Editor : Kar
