Mantap! Sekolah Swasta di Pekanbaru Gratis, Ketua DPRD Minta Pemerataan Mutu Pendidikan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Wako Pekanbaru Agung Nugroho saat berkunjung di sebuah sekolah swasta. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Kebijakan Pemko Pekanbaru yang membiayai pendidikan siswa kurang mampu di sekolah swasta mendapat apresiasi dari DPRD Kota Pekanbaru.
Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan, sekaligus mengurangi potensi anak putus sekolah akibat kendala biaya.
Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid, menyebut bahwa kolaborasi antara Pemko Pekanbaru dengan puluhan sekolah swasta merupakan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya keluarga berpenghasilan rendah.
“Alhamdulillah, tahun ini Pemerintah Kota Pekanbaru sudah bisa mencari beberapa terobosan solusi bagi warga Kota Pekanbaru, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu, yaitu dengan menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta. Salah satu poin pentingnya adalah pemerintah kota membiayai anak-anak yang bersekolah di sekolah swasta,” ujar Isa, Rabu (01/07/26).
Program tersebut membuat peserta didik yang diterima di sekolah swasta mitra pemerintah memperoleh layanan pendidikan tanpa dipungut biaya, sebagaimana siswa yang bersekolah di sekolah negeri.
Hingga saat ini, sekitar 23 sekolah swasta telah bergabung dalam program kerja sama tersebut.
Kehadiran sekolah-sekolah mitra diharapkan mampu mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk tetap mengenyam pendidikan.
Isa berharap keberadaan program ini dapat meringankan beban ekonomi orang tua.
“Harapannya orang tua yang anaknya bersekolah di sekolah swasta tidak lagi merasa terbebani secara finansial. Anak-anak yang masuk di sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah kota mendapatkan pendidikan gratis, sama seperti di sekolah negeri,” katanya.
Meski memberikan apresiasi terhadap kebijakan tersebut, Isa mengingatkan bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah besar, yakni mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh sekolah di Kota Pekanbaru.
Menurut politisi PKS itu, hingga kini masih berkembang anggapan bahwa hanya sekolah tertentu yang memiliki kualitas unggul atau menjadi sekolah favorit.
Persepsi tersebut membuat banyak orang tua berlomba memasukkan anaknya ke sekolah tertentu, sementara sekolah lain kurang diminati.
Akibatnya, calon peserta didik yang tidak lolos melalui jalur prestasi maupun domisili sering kali kehilangan kesempatan bersekolah di sekolah yang diinginkan.
“Ke depan kita berharap Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa anak-anak yang bersekolah di sekolah tertentu tertinggal dibandingkan sekolah lainnya,” ungkapnya.
Isa menegaskan pemerataan kualitas pendidikan tidak hanya menyangkut proses belajar mengajar, tetapi juga harus didukung oleh peningkatan fasilitas, kualitas tenaga pendidik, hingga pemerataan anggaran pendidikan.
“Kita ingin kualitas pendidikan di Kota Pekanbaru terus meningkat dan penyebarannya merata. Dengan begitu, setiap sekolah memiliki kualitas pendidikan yang sama sehingga masyarakat tidak lagi terfokus hanya pada sekolah-sekolah yang dianggap favorit,” pungkasnya seperti diwartakan halloriau. (*)
Editor : Kar











