OTT KPK di Kuansing : Empat Orang Dibawa ke Jakarta, Kantor Bupati Suhardiman Disegel
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Ruangan Bupati Kuansing disegel KPK. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUANSING, detak24com – Suasana di Kompleks Perkantoran Bupati Kuansing terasa berbeda. Pintu sejumlah ruangan disegel penyidik KPK, aktivitas pemerintahan berjalan minim, Selasa (30/06/26).
Sementara, kabar keberangkatan empat orang ke Jakarta menambah ketidakpastian di tengah masyarakat.
Empat orang yang sebelumnya diperiksa dalam OTT KPK diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat Citilink sekitar pukul 10.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Salah satu di antaranya adalah SC, yang disebut-sebut merupakan istri muda Bupati Kuansing Suhardiman Amby. Tiga orang lainnya masing-masing dua pejabat Pemkab setempat berinisial F dan DA, serta seorang pihak swasta berinisial A.
“Informasinya KPK membawa empat orang ke Jakarta,” ujar sumber enggan disebutkan namanya perihal OTT KPK di Kuansing.
Di tengah proses pemeriksaan tersebut, keberadaan Bupati Suhardiman Amby hingga Selasa siang masih belum diketahui. Penyidik KPK juga belum menemukan Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain, sejak rumah dinasnya didatangi pada Senin (29/06/26).
Absennya dua pejabat tertinggi di lingkungan Pemkab Kuansing membuat suasana pemerintahan tampak lengang. Di kompleks perkantoran bupati, sejumlah ruangan masih dipasangi segel merah-hitam bertuliskan “Dilarang Melawati Garis Batas” milik KPK, termasuk ruang Bupati, ruang Wakil Bupati, ruang rapat bupati, serta ruang Sekretariat Daerah.
Pemandangan itu menjadi perhatian masyarakat yang datang ke kawasan perkantoran. Aktivitas pegawai berlangsung lebih sepi dibanding hari-hari biasa, sementara aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi. Operasi KPK dimulai sejak dini hari, Senin.
Penyidik lebih dahulu mengamankan Kadisdik Kuansing Herizon, sebelum membawanya ke rumah dinas Sekda sebagai bagian dari rangkaian pemeriksaan. Saat tiba di rumah dinas tersebut, penyidik tidak menemukan Zulkarnain. Meski demikian, sejumlah perangkat elektronik yang berada di kediaman itu diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Sepanjang Senin, penyidik memeriksa sejumlah pihak di rumah dinas Sekda, termasuk Wakil Bupati Kuansing dan seorang pihak swasta berinisial A yang datang sekitar pukul 14.00 WIB.
Pemeriksaan berlangsung hingga sekitar pukul 20.30 WIB sebelum rombongan penyidik meninggalkan lokasi dengan membawa sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara.
Keberadaan Wakil Bupati sempat menjadi perhatian awak media. Usai pemeriksaan, ia berusaha meninggalkan lokasi tanpa melalui kerumunan wartawan, namun akhirnya tetap terpantau.
Hingga kini, KPK belum mengumumkan konstruksi perkara, dugaan tindak pidana, maupun status hukum para pihak yang diperiksa. Lembaga anti rasuah itu juga belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Pemeriksaan terhadap empat orang yang dibawa ke Jakarta masih berlangsung.
Sementara itu, keberadaan Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain masih menjadi fokus pencarian penyidik untuk melengkapi proses penyelidikan yang sedang berjalan. Info terakhir, konon mereka juga sudah diboyong ke Jakarta. Petang atau malam ini KPK dikabarkan akan memberi keterangan resmi perihal OTT di Kuansing, seperti diwartakan Riau-Kepri.com. (*)
Editor : Kar











