Mantap! Keluar dari Honorer Sukses Jualan Mie, Cawabup Bengkalis Bagus Santoso Kunjungi Pelaku UMKM
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUNGAI PAKNING, detak24.com — Produk ekonomi kreatif (ekraf) berbasis masyarakat dapat dioptimalkan melalui inovasi dan kolaborasi. Berdampak membuka peluang usaha dan terciptanya lapangan kerja untuk wanita serta pelaku UMKM.
Salah satunya adalah usaha Industri Kecil Menengah (IKM) Mie Basah ADIS milik keluarga Pakde Adi yang dikelola Mia, isterinya mantan pegawai honorer.
“Alhamdulillah, dari usaha mie kami dapat membiayai kuliah anak-anak. Doakan kami selalu sehat, usaha rezeki lancar selalu.” kata Pakde Adi di ruang produksi mie, Jalan Bambu Kuning, Kota Sungai Pakning, Selasa (19/11/24).
Cawabup Bengkalis periode 2024-2029 DR H Bagus Santoso berkesempatan melihat usaha IKM Mie Basah ADIS yang dikenal luas oleh masyarakat. Hampir semua pelaku usaha di Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil dan Bandar Laksamana sepanjang wilayah pesisir pelaku usaha kuliner yang memakai bahan baku mie basah menjadi langganan tetapnya.
“Hampir semua kuliner bakso, mie ayam, mie goreng dan warung makan sudah menjadi pelanggan tetap Mie Basah ADIS. Keluarga kami bersyukur atas keberkahan usaha ini,” imbuh Mia isterinya.
Industri rumah tangga mie sudah berjalan mendekati 8 tahun. Lika likunya menarik berawal dari keinginan kuat dari Mia sang isteri yang dulunya pegawai honor lalu dengan langkah mantap memilih buka usaha mie basah.
Singkat cerita usaha mie berkembang dan bertahan sampai sekarang. Dan dari industri rumah tangganya mampu mendatangkan sumber pendapatan untuk kebutuhan harian, pendidikan dan lainnya bagi keluarga.
Bagus Santoso memuji kiat menangkap peluang usaha mie yang diambil keluarga Pakde Adi. Ia juga mendorong agar usahanya bisa lebih meningkat secara kuantitas dan kualitasnya.
“Ini usaha cerdas mampu membaca peluang maka terbukti eksis sampai sekarang dan kedepan. Dan inilah salah satu gambaran kekuatan ekonomi warga Bengkalis,” kata Bagus Santoso.
Usaha Mie Basah ADIS berkat ketekunan dan kegigihan Mia mantan pegawai honorer Dinas Pertanian. Sekarang setiap hari sudah memproduksi Mie dengan bahan tepung terigu 2 karung atau 100 kg. Sebelum wabah covid rata-rata 150 kg. Setiap 1 kg tepung menghasilkan 1,8 kg mie. Harga mie rata- rata dijual 12 ribu/kg.
Siapa tak suka mie?, mie menjadi makanan yang disukai banyak kalangan, peminat dari makanan ini sangatlah ramai. Dari anak-anak sampai orang tua.
Peluang usaha Mie keluarga Pakde Adi adalah salah satu IKM dan akan tetap hidup sepanjang masa. IKM merupakan sub sektor yang mengelola jenis-jenis industri yang berskala kecil atau menengah industri rumah tangga, dan industri skala kecil lainnya yang lebih mudah untuk dibentuk oleh masyarakat terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Diketahui data Disperindag Bengkalis IKM berjumlah 1.234 dan yang sudah difasilitasi untuk sertifikasi dan legalitas baru 250.
Pemkab Bengkalis setiap tahun rutin mengadakan pelatihan dan fasilitasi pelaku usaha seperti sertifikasi halal, BPOM, PIRT dan SNI .
Disamping juga memberikan bantuan peralatan pelaku usaha, pameran produk hasil kerajinan, dalam bentuk business matching serta monitoring dan pembinaan pelaku usaha. Untuk saat ini ( 2024) sedang dan akan diadakan kegiatan pendampingan dan pembentukan SIKIM (sentra industri kecil dan industri menengah di setiap kecamatan.(*)
Editor : Yus Sikumbang
- Penulis: Yusrizal Sikumbang











