Lima Anak Suku Talang Mamak Meninggal, Inhu KLB Influenza A
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 17 Nov 2025
- print Cetak

Ilustrasi Influenza tipe A. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INHU, detak24com – Lima anak Suku Talang Mamak di Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Inhu ternyata bukan terpapar ISPA. Hasil laboratorium, para korban terkena Influenza tipe A.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Heri Permana usai upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2025 di halaman Kntor Gubernur Riau, Senin (17/11/25).
“Terkait dugaan kasus ISPA di Kabupaten Indragiri Hulu, tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah turun, karena ada indikasi lima korban meninggal dunia. Hasil Laboratorium di Batam, korban positif Influenza A plus Covid,” katanya.
Terkait hasil laboratorium tersebut, lanjut Heri Permana, Kemenkes menindaklanjuti dengan menurunkan tim dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
“Kemarin tim Dirjen P2P sudah turun ke lokasi Talang Mamak, dan itu sudah dilaporkan ke Menteri Kesehatan. Selanjutnya, kita sedang menunggu arahan dari Kemenkes langkah apa yang harus kita dilakukan. Terkait kasus ini Kabupaten Inhu juga sudah menetapkan Kondisi Luar Biasa (KLB),” terangnya.
Untuk antisipasi kasus lebih banyak lagi, ia mengaku jika pihaknya Diskes Riau telah menyalurkan bantuan makanan bergizi tambahan, obat-obatan ke Pemkab Inhu. Selain itu, pihaknya juga sudah koordinasi dengan Kemenkes melalui Dirjen P2P untuk memberikan bantuan dalam penanganan kasus tersebut.
“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan, menjaga makan, dan jaga jarak. Kemudian agar tidak menular sebaiknya menggunakan masker. Karena Influenza A ini seperti influenza biasa,” sebutnya.
Ditanya faktor penyebab Influenza A, dia menyebut karena cuaca. Sebab saat ini Provinsi Riau tengah menghadap musim pancaroba, dari hujan ke kemarau.
“Karena kasus Influenza tipe A ini baru pertama kali ditemukan di Riau. Sebetulnya sama dengan influenza biasa, namun ini lebih meningkat,” katanya.
Diketahui, para korban merupakan anak-anak yang sakit dalam waktu hampir bersamaan.
Ira jatuh sakit pada 26 Oktober dan meninggal tiga hari kemudian. Riki mengalami sakit sejak 8 Oktober sebelum akhirnya meninggal beberapa hari setelahnya.
Korban lainnya, Itar, tidak diketahui kapan mulai sakit tetapi meninggal pada bulan Oktober. Andra juga meninggal pada 28 Oktober setelah sebelumnya tidak diketahui kapan mengalami gejala. Sementara, Dinda mulai sakit 16 Oktober dan meninggal pada 2 November 2025, dikutip dari cakaplah. (Red)
Editor : kar











