DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Bunyi Pipa Gas Meledak Bak Deru Pesawat Tempur, Warga Inhu Panik dan Mengungsi 

Bekas ledakan pipa gas milik PT TGI di Rengat Barat. f : ist

INHU, detak24com – Warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Sebagiannya mengungsi ke desa tetangga pasca ledakan pipa gas PT TGI di Inhu, Jumat (09/01/26) dinihari.

Kepanikan massal itu terjadi di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat sekitar pukul 00.45 WIB. Menghindari potensi kebakaran susulan, warga langsung mengungsi ke desa tetangga.

Menurut saksi mata, suara ledakan keras disertai gemuruh panjang yang menyerupai deru pesawat tempur, membuat warga terbangun dan berhamburan keluar rumah.

Kekhawatiran akan munculnya api dari kebocoran gas menjadi alasan utama warga memilih menjauh dari lokasi.

Sementara, Kepala Desa Tani Makmur, Muhammad Sulistiono membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, ledakan berasal dari pipa gas bawah tanah yang melintasi wilayah permukiman warga.

“Benar, pipa gas yang melintas di desa kami meledak tadi malam. Suaranya sangat keras dan membuat warga panik,” ujar Muhammad Sulistiono, Jumat (09/01/26).

Menurutnya, pipa gas yang tertanam sekitar tiga meter di dalam tanah itu terus mengeluarkan semburan gas pascaledakan.

Bahkan, tekanan gas mendorong tanah hingga menyembur dan menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan.

“Jarak rumah warga dengan lokasi pipa sekitar 25 sampai 30 meter. Tanah ikut terdorong gas dan mengenai bangunan warga,” jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi tersebut membuat warga memilih mengungsi dengan peralatan seadanya. Sebagian warga bahkan keluar rumah hanya mengenakan sarung dan singlet.

Pemerintah desa bergerak cepat dengan menghubungi PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) selaku pengelola jaringan pipa.

Tak berselang lama, petugas PT TGI tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan darurat.

“Pihak TGI langsung menutup aliran pipa dari wilayah Belilas, Kecamatan Seberida, hingga Lirik. Setelah ditutup, semburan gas masih berlangsung sekitar satu jam,” kata Sulistiono.

Setelah kondisi dinyatakan aman, warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Namun, pihak PT TGI masih melakukan perbaikan dan sterilisasi area, serta melarang warga mendekati titik ledakan.

“Saat ini situasi sudah kondusif dan warga sudah kembali ke rumah. Proses perbaikan masih berlangsung,” pungkasnya.

Lima Rumah Rusak 

Sementara, dilaporkan sedikitnya lima unit rumah warga di line III Dusun Tani Makmur Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat. Bahkan, satu unit rumah yakni milik Ahmad Hojali (40) kondisinya cukup parah.

Karena rumah milik Ahmad Hojali paling terdepan dengan pipa gas yang meledak pada Jumat (9/1/2026) sekira pukul 00.20 WIB. Di antara rumah yang terdampak yakni, rumah milik Ahmad Hojali, Supriyanto, Aan, Adi, Edi Tamsil.

Ahmad Hojali  mengatakan bahwa, pada malam kejadian, ia bersama bersama istri dan anaknya belum tidur.

Sore hingga malam sempat turun hujan. Namun jelang kejadian (pipa meledak) masih ada gerimis,” ucap Ahmad Hojali.

Sekira pukul 00.15 WIB sambungnya, tiba-tiba terdengar suara ledakan mirip suara petir diiringi dengan getaran. Anehnya, sebelum suara mirip petir itu tidak diawali atau tidak ada kilat. Kemudian, suara mirip petir itu berlangsung lama dan tidak berhenti begitu juga dengan getaran.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba tanah bercampur pasir dan batu masuk ke dalam rumahnya dari bagian atas atau atap. “Saya langsung peluk istri dan anak. Kami ketakutan dan tidak mengetahui apa yang terjadi,” sebutnya.

Karena tanah bercampur pasir batu semakin banyak masuk ke dalam rumah, Ahmad Hojali mengajak istri dan anaknya ke rumah tetangga dengan jarak sekitar lima meter. Di luar rumah menjelang ke rumah tetangganya juga ada semburan tanah bercampur pasir.

Ketika rumah tetangga yakni Supriyanto digedor, juga mengalami hal yang masa. Sehingga mereka sepakat di tengah malam itu mengungsi ke tempat yang lebih aman sekitar 700 meter.

Setelah mendapat informasi dari PT TGI, ia baru pulang ke rumah menjelang pagi setelah sempat mengungsi sekitar 15 kilometer. Namun warga tidak boleh mendekat ke lokasi pipa yang meledak.

Kami mengetahui pipa meledak setelah bersama-sama dengan warga lainnya saat menuju tempat pengungsian,” tambahnya.

Warga berharap kepada pihak TGI hendaknya dapat mengkaji ulang atas pipa yang ada. Sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali.

“Untuk rumah yang rusak hendaknya ada perhatian dari perusahaan. Kami juga berharap, apa ada rencana relokasi ke tempat yang lebih aman,” harapnya dikutip dari RPG. (*)

Editor : kar