KPK Cecar Plt Bupati Kepulauan Meranti Empat Jam, Ini Pengakuan Asmar ke Wartawan

Asmar tidak menjelaskan secara substansi pemeriksaannya terhadapnya. Terhadap kebijakan yang dilakukan Muhammad Adil, Asmar mengaku juga tidak mengetahuinya, karena memang tidak pernah dilibatkan.
“Saya ditanya terkait berbagai kebijakan yang dilakukan Muhammad Adil. Saya menjawabnya tidak tahu termasuk terkait umroh dan berbagai proyek. Karena sewaktu menjadi wakilnya saya memang tidak pernah dilibatkan untuk itu,” tuturnya.
Asmar meluruskan soal kabar menggadaikan kantor Bupati Kepulauan Meranti. Dia menegaskan kantor bupati tidak pernah digadai oleh Muhammad Adil.
Pernyataan ini bertolak belakang dengan apa yang pernah disampaikan Asmar di bulan April lalu. Saat itu Asmar menyebut Muhammad Adil menggadaikan kantor bupati.
Tanah dan bangunan kantor Bupati Kepulauan Meranti, Riau, itu digadaikan kepada Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Rp 100 miliar. Kantor itu baru diketahui digadaikan setelah Adil ditangkap KPK. “Tidak ada yang digadaikan, maaf itu salah dan keliru informasinya,” ucapnya.
Selain itu, Asmar mengaku pihaknya menemukan sejumlah proyek bermasalah sisa peninggalan Muhammad Adil di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dia menyebut telah berkomitmen memperbaiki sejumlah proyek bermasalah di Meranti.
“Masalah proyek tapi itu sudah kita putuskan, meski kontrak mereka hingga tanggal 23 Desember 2024. Jadi tidak ada lagi kontrak masalah proyek infrastruktur jalan,” tambahnya.

17 thoughts on “KPK Cecar Plt Bupati Kepulauan Meranti Empat Jam, Ini Pengakuan Asmar ke Wartawan”