DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim Dicopot, Buntut Aksi Massa Bakar Rumah Bandar Narkoba 

Aksi massa membakar rumah bandar sabu di Panipahan. f : ist

ROHIL, detak24comKapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim resmi dicopot pasca aksi anarkis massa membakar rumah bandar sabu di wilayah tersebut.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Panipahan AKP Robiansyah dan Kanit Reskrim Polsek Panipahan Aipda Rahmat Ilyas.

Pencopotan itu dilakukan pasca aksi unjuk rasa warga yang membakar rumah dan empat unit sepeda motor milik diduga bandar sabu di wilayah Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Baca juga : Usai Geruduk Kantor Polisi, Ratusan Massa Bakar Rumah Bandar Sabu di Rohil 

Kapolda menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk evaluasi dan tanggung jawab institusi Polri terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang sempat tidak terkendali.

“Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan,” ujar Kapolda, Ahad (12/04/26).

Dia menegaskan bahwa pimpinan di tingkat wilayah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan, termasuk kepekaan dalam merespons dinamika sosial di tengah masyarakat.

Baca juga : Viral Medsos, Ratusan Emak-emak Demo Rumah Bandar Sabu di Panipahan Rohil

“Seorang pimpinan harus hadir, peka, dan mampu membaca situasi. Ketika itu tidak berjalan dengan baik maka harus ada langkah korektif,” tegasnya.

Kapolda memastikan sejak awal kejadian, jajaran kepolisian telah bergerak cepat untuk meredam situasi.

Kapolres Rohil bersama Wakil Bupati turun langsung ke lokasi guna melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan adat.

Upaya tersebut dilakukan untuk menenangkan warga sekaligus mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

“Kami bergerak cepat sejak awal. Kapolres bersama Wakil Bupati sudah turun langsung ke lapangan, mengajak tokoh-tokoh masyarakat berdialog,” jelasnya.

Selain itu, pada hari yang sama, Wakapolda Riau, Irwasda, dan Kabid Propam bersama Bupati juga menuju Panipahan untuk memastikan situasi benar-benar terkendali serta melakukan pengawasan langsung di lapangan.

Kapolda menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pengendalian situasi dan evaluasi menyeluruh, sekaligus memastikan kehadiran negara dirasakan oleh masyarakat.

“Kami ingin memastikan tidak ada eskalasi lanjutan dan seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial,” ujarnya.

Saat ini, kondisi di Panipahan dilaporkan mulai berangsur kondusif dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Meski demikian, aparat tetap meningkatkan langkah preventif dan pengawasan guna menjaga stabilitas.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum. Percayakan proses kepada aparat,” lanjutnya..

Terkait keresahan warga terhadap peredaran narkoba, Kapolda memastikan hal tersebut menjadi perhatian serius dan akan ditindak tegas.

“Kami memahami keresahan masyarakat terkait narkoba. Itu akan kami tindak tegas, tentu harus melalui mekanisme hukum, bukan dengan tindakan anarkis,” pungkasnya, seperti diwartakan JPNN.

Sejumlah informasi beredar di medsos menyebut, baik Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim diduga melindungi aktivitas narkoba di wilayah Panipahan. Sehingga menyebabkan kemarahan warga dan membakar rumah serta sepeda motor milik diduga bandar sabu berinisial Mail. (*)

Editor : kar