Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Isu Pencemaran Udara di Pelabuhan Dumai Perlu Dikaji Secara Objektif 

Isu Pencemaran Udara di Pelabuhan Dumai Perlu Dikaji Secara Objektif 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Isu pencemaran udara di kawasan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Dumai atau Pelindo kembali mencuat ke ruang publik. Kalangan praktisi hukum menilai tudingan tersebut perlu dilihat secara objektif dan proporsional, berdasarkan ketentuan hukum.

Praktisi hukum asal Riau, Dr (Cand) Eko Saputra SH MH menegaskan, bahwa Pelindo sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki standar operasional ketat, termasuk dalam aspek pengelolaan lingkungan hidup.

Menurutnya, setiap aktivitas bongkar muat di pelabuhan wajib memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

“Pelindo Dumai adalah pelabuhan resmi yang diatur dan diawasi langsung oleh pemerintah. Untuk setiap kegiatan bongkar muat, mereka sudah diwajibkan memiliki dokumen UKL-UPL atau bahkan AMDAL bila skalanya besar. Jadi, tuduhan pencemaran udara tanpa data laboratorium atau hasil uji baku mutu adalah klaim yang tidak berdasar secara hukum,” ujar Eko, Sabtu (19/10/25).

Eko menjelaskan, Pasal 68 ayat (1) UU PPLH mengatur kewajiban setiap pelaku usaha untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah pencemaran. Namun, Pasal 69 ayat (2) menegaskan bahwa pembuktian adanya pencemaran harus berdasarkan hasil uji kualitas lingkungan, bukan asumsi visual seperti asap atau debu semata.

“Kalau ada warga merasa terganggu dengan debu atau aroma tertentu, hal itu harus diverifikasi melalui uji laboratorium independen yang mengukur kadar debu, SO₂, atau partikulat, lalu dibandingkan dengan baku mutu udara ambien nasional,” jelasnya.

Ia menilai pernyataan General Manager (GM) Pelindo Dumai yang menyebut aktivitas bongkar muat “aman dan terkontrol” merupakan bentuk tanggung jawab korporasi dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Menurut Eko, sikap tersebut sejalan dengan prinsip Presumption of Compliance, yakni praduga bahwa perusahaan telah menjalankan kewajibannya sesuai standar hukum dan teknis, sepanjang belum ada bukti sebaliknya dari lembaga berwenang.

Dari sisi administrasi lingkungan, kata dia, hanya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi/Kota yang berwenang menentukan ada tidaknya pelanggaran.

“Kita harus membedakan antara dugaan sosial dan fakta hukum. Dalam negara hukum, kebenaran harus diuji lewat instrumen yuridis, bukan opini publik,” tegasnya.

Selain itu, Eko juga menyoroti penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan sistem K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) yang selama ini dijalankan Pelindo. Ia menilai langkah Pelindo membuka komunikasi dan transparansi dengan masyarakat sudah sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat dalam Proses AMDAL dan Izin Lingkungan.

“Sebagai BUMN strategis, Pelindo Dumai tentu tidak ingin mencoreng citra perusahaan dengan praktik yang melanggar hukum. Namun, publik juga harus bijak. Jika ada dugaan, tempuh mekanisme resmi ke DLH atau KLHK, bukan sekadar membangun opini di media sosial,” ungkap Eko.

Ia menambahkan, kehadiran Pelindo Dumai justru berperan penting dalam menopang ekonomi nasional dan daerah karena menjadi jalur vital ekspor-impor serta distribusi komoditas strategis seperti CPO, batu bara, dan pupuk.

“Pelindo Dumai telah menjadi urat nadi logistik nasional. Jika ada kekeliruan teknis, tentu bisa diperbaiki secara administratif. Namun jangan langsung divonis sebagai pencemar, karena secara hukum itu tidak adil,” tutupnya.

Disampaikan sebelumnya, Executive General Manager (EGM) Pelindo Dumai Jonatan Ginting, terkait isu dugaan pencemaran udara, Jonatan memastikan pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

“Kegiatan bongkar muat bungkil di kawasan Pelindo Dumai tetap kami jalankan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Lebih lanjut, EGM Pelindo Dumai menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas operasional bongkar muat agar semakin ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan. Jika dalam kegiatan bongkar muat bungkil sawit ditemukan ada debu berterbangan akibat faktor cuaca, maka kegiatan akan segera kami hentikan sementara,” pungkas Jonathan Ginting. (rls/red)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KLAIM EMHA Ainun Najib Jokowi Firaun, Cak Nun Disidang Keluarga dan Mengaku Kesambet

    KLAIM EMHA Ainun Najib Jokowi Firaun, Cak Nun Disidang Keluarga dan Mengaku Kesambet

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Budayawan Emha Ainun Najib alias Cak Nun mengaku ditegur oleh keluarga terkait pernyataannya mengibaratkan Presiden Jokowi sebagai Firaun. Ia mengakui tak seharusnya mengucapkan hal itu. “Saya itu barusan disidang sama keluarga. Dihajar, pokoknya, disalah-salahkan, digoblok-goblokkan, disesat-sesatkan. Kenapa saya digoblok-goblokkan? Karena saya mengucapkan hal yang seharusnya tidak saya ucapkan,” kata Cak Nun dalam […]

  • Polres Bengkalis-Polsek Mandau Berbagi Takjil Jelang Berbuka Puasa 

    Polres Bengkalis-Polsek Mandau Berbagi Takjil Jelang Berbuka Puasa 

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Polres Bengkalis bersama Satlantas dan Polsek Mandau membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas di Simpang Pokok Jengkol, Duri, Selasa (11/03/25). “Kami menggelar aksi sosial Serabi (Sebar Bantuan Sosial dan Rezeki) Polres Bengkalis, dengan membagikan takjil kepada pengguna jalan di depan Pos Pam,” ujar Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan SH SIK MIK […]

  • LAKALANTAS MAUT,  Penumpang Isuzu Tewas Usai Nabrak Truk Parkir – Kejadian di SPBU Duri

    LAKALANTAS MAUT,  Penumpang Isuzu Tewas Usai Nabrak Truk Parkir – Kejadian di SPBU Duri

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    DURI, detak24.com – Seorang penumpang Isuzu meregang nyawa usai menabrak tronton parkir di depan SPBU Hangtuah, Duri. Lakalantas maut terjadi di Jalan Hangtuah depan SPBU, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis pada Kamis (17/11/2) sekitar pukul 04.30 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan antara 1 unit mobil tronton Hino B 9275 UYZ yang dikemudikan Zheki Yandra dan 1 unit […]

  • Ida Yulita Dipecat dari BUMD PT SPR, RUPS Berlangsung Ricuh 

    Ida Yulita Dipecat dari BUMD PT SPR, RUPS Berlangsung Ricuh 

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pemprov Riau resmi memecat Ida Yulita Susanti dari Direktur BUMD PT SPR dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Penggantinya ditunjuk Yan Dharmadi sebagai Plt. Penunjukan ini dilakukan setelah Ida Yulita Susanti resmi dicopot dari jabatannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar, Jumat (23/1/26). “Pemegang saham menunjuk Plt Direktur PT SPR yaitu […]

  • Marisa Putri, Mahasiswi Dugem Bersimpuh Mohon Maaf Suami Korban 

    Marisa Putri, Mahasiswi Dugem Bersimpuh Mohon Maaf Suami Korban 

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Marisa Putri (22), mahasiswi dugem terdakwa kasus lalu lintas bersimpuh minta maaf di hadapan Iswadi, suami Renti Marningsih (46). Di dalam persidangan PN Pekanbaru, ia memohon maaf karena telah menabrak ibu rumah tangga itu hingga tewas di tempat, Kamis (31/10/24). Marisa menabrak Renti dengan mobil Toyota Raize warna biru di Jalan Tuanku […]

  • Jelang Pilkada Serentak, Satlantas Polres Bengkalis Gelar Cooling System 

    Jelang Pilkada Serentak, Satlantas Polres Bengkalis Gelar Cooling System 

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Mulyana SIK, Sabtu (14/09/24) menggelar giat Cooling System menyambangi supir bis atau mobil yang membawa penumpang.  Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar) selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.  “Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan situasi lalu lintas tetap kondusif di tengah-tengah masyarakat, […]

expand_less