Ironis! Satu Desa di Riau Tak Dapat Pasokan BBM, Penghasil Migas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
- print Cetak

Ilustrasi BBM langka
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PELALAWAN, detak24.com – Pasca kenaikan harga, warga satu desa di Pelalawan sejak beberapa hari terakhir tidak lagi mendapatkan BBM. Kondisi ini memicu aktivitas masyarakat setempat jalan tempat serta mengancam perekonomian.
Berdasarkan laporan yang diperoleh di lapangan, Rabu (14/09/22), daerah yang tidak lagi mendapatkan BBM ini adalah Desa Teluk Binjai Kecamatan Teluk Meranti. Desa ini berada di hilir Sungai Kampar, tepatnya di Jalan Lintas Bono. Lokasi dari ibukota Kabupaten Pelalawan memakan jarak tempuh kurang lebih empat jam.
Terkait situasi ini, sejumlah masyarakat Desa Teluk Binjai menuangkan keluh kesah mereka di berbagai platform media sosial. Keluh kesah itu disampaikan terkait kesulitan mereka mendapatkan BBM paska kenaikan harga. Kesulitan itu mereka alami hingga beberapa hari terakhir ini.
“Dimano jual minyak bensin di Desa Teluk Binjai ini kawan,” tulis warga di salah satu media sosial, milik salah satu pengguna Facebook.
Tidak itu saja, salah seorang warga mengaku ketika tidak mendapatkan bahan bakar minyak di Desa Teluk Binjai maka berimbas kepada aktivitas mereka sehari-hari. Misalnya, untuk mengantarkan anak ke sekolah menggunakan sepeda motor yang jadi terhambat.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan, Imustiar, S.Ip mengaku juga mendapatkan keluh kesah dari masyarakat Desa Teluk Binjai Kecamatan Teluk Meranti ikwal kesulitan mendapatkan BBM.
“Memang banyak warga Desa Teluk Binjai menelepon menyampaikan mereka saat ini kesulitan mendapatkan bahan bakar. Tidak itu saja, bahkan beberapa hari ini mereka sama sekali tidak menjumpai lagi orang menjual bahan bakar di sana,” terang Imustiar, Rabu (14/9/2022).
Kondisi ini, disebabkan, cakap Imustiar, lantaran masyarakat tidak bisa lagi membeli bahan bakar di SPBU menggunakan jerigen.
“Biasanya, pedagang bisa membeli minyak di SPBU pakai jerigen, lalu diangkut ke Desa Teluk Binjai untuk diecerkan ke masyarakat. Kini tidak bisa lagi, hingga menyebabkan bahan bakar tidak ditemukan di Desa Teluk Binjai,” ungkap Imustiar.
Ia berharap dengan kondisi ini pemerintah daerah untuk mencari solusi agar masalah kelangkaan BBM di Desa Teluk Binjai bisa teratasi secepatnya.
“Jika tidak secepatnya diatasi, akan menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat. Apalagi hari ini, masyarakat tidak bisa lagi mengantarkan anak ke sekolah gunakan sepeda motor. Selain itu pula, mayoritas masyarakat di sini nelayan, tergganggu, lantaran tidak dapatkan bahan bakar perahu,” pungkasnya.(CAKAPLAH)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











