Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » Hasto: Saya Jadi Tersangka Gegara PDIP Pecat Pak Jokowi!

Hasto: Saya Jadi Tersangka Gegara PDIP Pecat Pak Jokowi!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Hasto Kristiyanto mengklaim dia ditetapkan jadi tersangka gegara memecat Jokowi dari PDIP. Itu ditegaskannya dalam eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jumat (21/03/25).

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto membawa-bawa nama Presiden Jokowi saat bacakan eksepsi atas kasus suap pengurusan PAW anggota DPR Harun Masiku dan perintangan penyidikan.

Hasto mengaku menerima ancaman akan ditersangkakan jika PDIP memecat Jokowi. Hal itu disampaikan Hasto saat membacakan nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (21/03/25). Mulanya, Hasto mengaku menerima intimidasi sejak Agustus 2023 hingga masa Pemilu 2024.

“Bahwa sejak Agustus 2023 Saya telah menerima berbagai intimidasi dan semakin kuat pada masa-masa setelah pemilu kepala daerah tahun 2024,” kata Hasto.

Hasto mengklaim puncak intimidasi yang dia terima terjadi saat PDIP memecat Jokowi. Dia mengatakan keputusan itu membuat kasus Harun Masiku dikaitkan dengan dirinya dan PDIP.

“Atas sikap kritis di atas kasus Harun Masiku selalu menjadi instrumen penekan yang ditujukan kepada saya. Hal ini nampak dari monitoring media seperti terlihat dalam gambar di bawah ini, di mana kasus Harun Masiku selalu cenderung naik seiring dengan dinamika politik dan sikap kritis PDIP yang kami sampaikan,” ujarnya.

Dia mengatakan berbagai tekanan juga terjadi pada proses penyelidikan hingga tahap pelimpahan berkas kasus ini. Dia mengaku ada utusan yang disebutnya pejabat negara meminta dirinya mundur dari Sekjen PDIP, serta tak boleh memecat Jokowi atau dirinya akan menjadi tersangka.

“Pada periode 4-15 Desember 2024 menjelang pemecatan Bapak Jokowi oleh DPP PDIP setelah mendapat laporan dari Badan Kehormatan partai. Pada periode itu, ada utusan yang mengaku dari pejabat negara, yang meminta agar saya mundur, tidak boleh melakukan pemecatan, atau saya akan ditersangkakan dan ditangkap,” ungkap Hasto.

Dia mengatakan ancaman itu menjadi kenyataan. Dia mengklaim ditetapkan sebagai tersangka saat malam Natal usai pemecatan Jokowi diumumkan ke publik.

“Pada sore menjelang malam, saya ditetapkan sebagai tersangka bertepatan dengan malam Natal ketika kami sedang merencanakan ibadah Misa Natal setelah hampir 5 tahun tidak bisa merayakan Natal bersama keluarga secara lengkap,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, tekanan juga diterima partai lain yang menggunakan hukum sebagai instrumen penekan. Dia mengatakan dasar dakwaan KPK yang menggunakan keputusan pengadilan yang telah inkrah tak bisa dipercaya.

“Tekanan yang sama juga pernah terjadi pada partai politik lain yang berujung pada penggantian pimpinan partai dengan menggunakan hukum sebagai instrumen penekan,” tudingnya.

KPK sebelumnya mendakwa Hasto merintangi penyidikan kasus dugaan suap dengan tersangka Harun Masiku. Hasto disebut menghalangi KPK menangkap Harun Masiku yang sudah buron sejak tahun 2020.

“Dengan sengaja telah melakukan perbuatan mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan terhadap tersangka Harun Masiku,” kata jaksa saat membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Selain itu, Hasto juga didakwa menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Rp 600 juta. Jaksa mengatakan suap itu diberikan agar Wahyu setiawan mengurus penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 Harun Masiku.

Hasto didakwa memberi suap bersama-sama orang kepercayaannya, Donny Tri Istiqomah dan Saeful Bahri kemudian juga Harun Masiku. Donny saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, lalu Saeful Bahri telah divonis bersalah dan Harun Masiku masih menjadi buronan.

“Memberi atau menjanjikan sesuatu, yaitu Terdakwa bersama-sama Donny Tri Istiqomah, Saeful Bahri dan Harun Masiku telah memberi uang sejumlah SGD 57.350 atau setara Rp 600.000.000 kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yaitu kepada Wahyu Setiawan selaku Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) periode tahun 2017-2022,” imbuh jaksa, Jumat (14/3), dikutip detak24com dari detikcom. (*)

Editor : Kar 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seram! Pocong Gentayangan di Bumiayu Dumai, Ini Tindakan Polisi

    Seram! Pocong Gentayangan di Bumiayu Dumai, Ini Tindakan Polisi

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Sebuah video viral tentang pocong gentayangan di wilayah Bumiayu Dumai, membuat resah warga dan pengendara yang melintas. Setelah ditelusuri, video viral tersebut ternyata merupakan ulah sekelompok remaja yang menjadi pocong gadungan. Mereka ingin membuat sensasi dengan cara menakuti pengendara. Peristiwa pocong gentayangan tersebut terjadi pada 14 Juli 2024 dini hari di simpang […]

  • RESES Haji Adri di Jalan Perluasan Talang Mandi, Warga Antusias Mengikuti

    RESES Haji Adri di Jalan Perluasan Talang Mandi, Warga Antusias Mengikuti

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 21Komentar

    DURI, detak24.com — Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis dari Partai PKS Haji Adri SE, Sabtu sore (22/7/23) melakukan kegiatan reses atau serap reses di Kelurahan Talang Mandi tepatnya di Jalan Perluasan RT4 RW14, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau.  Turut hadir pada kesempatan, Ketua RT 4 Amrizal, Ketua RW 14 Endang Supriyatno, Ketua RW 12 […]

  • Ilustrasi siswi SMA diperkosa di Wisma Jaya Perawang. F : int

    HEBOH! Siswi SMA Diperkosa di Wisma Jaya Perawang, Pamit Belajar Kelompok

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PERAWANG, detak24com – Apes nasib dialami Bunga (14). Hendak pergi belajar kelompok, korban masih berstatus siswi SMA diperkosa di Wisma Jaya Perawang. Tim Opsnal Polsek Tualang Siak menangkap pelaku tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur. Tersangka inisial RS (19) kini mendekam dalam Rutan Polsek Tualang, dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun. Kapolres Siak […]

  • Tujuh Pejabat ‘Penghianat Demokrasi’, Luhut Nomor Satu

    Tujuh Pejabat ‘Penghianat Demokrasi’, Luhut Nomor Satu

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Wacana penundaan pemilu dan penambahan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tiga periode terus heboh di ruang publik. Berbagai tagar dan hastag pun sempat jadi trending di medsos. Bagi yang pro menyatakan penundaan Pemilu dibutuhkan karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini belum selesai. Atas alasan itu, pemerintah membutuhkan waktu […]

  • TABRAK Maut, Pelajar Asal Pasir Penyu Tewas di Jalintim Inhu

    TABRAK Maut, Pelajar Asal Pasir Penyu Tewas di Jalintim Inhu

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Redaksi
    • 7Komentar

    INHU, detak24com – Tabrak maut terjadi di Jalan Lintas Timur  (Jalintim) Inhu. Seorang pelajar asal Pasir Penyu dilaporkan tewas di TKP,  Selasa (20/02/24). Lakalantas yang mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia dan satu korban lainya mengalami luka berat, terjadi akibat tabrakan yang melibatkan mobil mistsubishi pikap L300 BM 9036 BG dan mobil mitsubishi dump truck […]

  • Netizen Jodohkan Rizky Billar dengan Denise Chariesta, Cocok Gak?

    Netizen Jodohkan Rizky Billar dengan Denise Chariesta, Cocok Gak?

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    BELAKANGAN ini publik dihebohkan dengan kasus KDRT yang dialami Lesti Kejora oleh suaminya sendiri yakni Rizky Billar. Kasus Heboh lainnya,bdugaan perselingkuhan yang Denise Chariesta dengan suami artis inisial R. DiIkutip Jumat (07/10/22), untuk diketahui, publik merasa tidak menyangka kasus KDRT Rizky Billar kepada Lesti Kejora. Pasalnya, keduanya sering pamer kemesraan di hadapan publik. Sedangkan untuk […]

expand_less