Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Hasil Lab Keluar, Eks Direktur WHO Ungkap Penyebab Keracunan MBG

Hasil Lab Keluar, Eks Direktur WHO Ungkap Penyebab Keracunan MBG

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Mantan direktur penyakit menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama buka suara ihwal keracunan MBG.

Meski begitu, Tjandra menegaskan, keracunan makanan tentu terjadi di berbagai belahan dunia. Tidak hanya dihubungkan dengan program MBG.

Baca juga : Pasca Keracunan MBG, Gubernur KDM Ancam Setop Makan Gratis Siswa di Jabar 

“Secara umum World Health Organization (WHO) menyebutkan setidaknya ada lima hal yang dapat dideteksi di laboratorium untuk menilai keracunan makana. Ada baiknya kalau lima hal ini juga diperiksa di laboratorium kita sehubungan keracunan makanan yang dikaitkan dengan MBG ini,” kata Tjandra dikutip dari keterangan tertulis dikutip, Ahad (28/09/25).

Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University itu mengatakan, bila merujuk pada hasil lab pemeriksaan sampel MBG di Laboratorium Kesehatan Daerah di Jawa Barat, setidaknya ada dua penyebab keracunan makanan.

Baca juga : Viral Sekolah di Bintan Kepri Teken Surat Rahasiakan Keracunan MBG

Pertama, ialah ditemukannya bakteri yang mayoritasnya berupa Salmonella pada sampel makanan MBG. Tjandra mengatakan, menurut WHO kontaminasi bakteri Salmonela dihubungkan dengan makanan tinggi protein seperti daging, unggas dan telur.

Kedua, ditemukan juga mayoritas bakteri berupa Bacillus cereus. Ia menyebut, bila merujuk data dari NSW Food Authority Australia, Bacillus cereus yang dapat menyebabkan keracunan makanan dihubungkan antara lain dengan penyimpanan nasi yang tidak tepat.

Baca juga : Keracunan MBG Terus Bertambah, Wakil Kepala BGN Minta Maaf Sambil Nangis: Ini Masalah Nyawa!

Di luar temuan itu, Tjandra mengatakan keracunan makanan setidaknya dipicu oleh lima hal, berdasarkan kajian WHO. Lima masalah ini kata dia sebetulnya juga bisa dideteksi di laboratorium untuk menilai pemicu keracunan makanan.

“Dan baik kalau lima hal ini juga diperiksa di laboratorium kita sehubungan keracunan makanan yang dikaitkan dengan MBG ini,” tuturnya.

Masalah pertama, yang memicu keracunan makanan secara luas, kata Tjandra ialah ditemukannya Salmonela, Campylobacter dan Escherichia coli pada sampel makanan korban keracunan. Selain itu juga dapat ditemukan Listeria dan Vibrio cholerae.

Kedua, adalah virus yang disebut WHO berjenis Novovirus dan virus Hepatitis A. Ketiga, ialah disebabkan keberadaan parasit seperti cacing trematoda dan cacing pita seperti Ekinokokus maenia Taenia.

“Yang lebih jarang adalah cacing seperti Askaris, Kriptosporidium, Entamoeba histolytica dan Giardia yang masuk ke rantai penyediaan makanan melalui air dan tanah yang tercemar,” ujar Tjandra.

Penyebab keempat yang biasanya memicu keracunan makanan ia sebut prion, meski kasusnya jarang. Prion adalah bahan infeksi yang terdiri dari protein, contohnya adalah Bovine spongiform encephalopathy (BSE).

Penyebab ke lima, yang perlu diantisipasi ialah kemungkinan kontaminasi bahan kimia pada makan. Untuk bahan kimia maka WHO membaginya menjadi tiga bagian, yakni logam berat seperti timbal, kadmium, dan merkuri; polutan organik persisten (“Persistent organic pollutants – POPs”) seperti misalnya dioksin dan polychlorinated biphenyls -PCBs; serta berbagai bentuk toksin lain adalah mycotoxins, marine biotoxins, cyanogenic glycosides, aflatoxin dan ochratoxin.

“Berbagai potensi yang di sebut WHO ini tentu patut jadi pertimbangan kita, walau tentu sama sekali tidak berarti bahwa keracunan makanan yang berhubungan dengan MBG sekarang ini adalah disebabkan lima hal itu. Penjelasan umum WHO ini disampaikan hanya sebagai bagian dari kewaspadaan kita saja,” kata Tjandra.

Sebagaimana diketahui, Laboratorium Kesehatan Jawa Barat (Labkes Jabar) menerima ratusan sampel makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari 2025. Sampel tersebut berasal dari belasan kabupaten/kota di Jabar.

Sampel yang dikirimkan merupakan makanan yang menjadi pemicu keracunan penerima MBG.

Hasil Lab Keracunan MBG 

Dilansir dari detikJabar, Kepala Labkes Jabar, Ryan Bayusantika Ristandi mengatakan perihal sampel makanan yang diterima melalui Dinas Kesehatan kabupaten/kota masing-masing.

“Berdasarkan sampel yang masuk dari Januari-September, didapatkan sampel KLB keracunan makanan dari MBG sebanyak 163 sampel, dengan jumlah instansi pengirim sebanyak 11 dinas kesehatan kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Antara lain, Dinkes Kabupaten Bandung Barat, Dinkes Kabupaten Bandung, Dinkes Kota Bandung, Dinkes Kabupaten Cianjur, Dinkes Kabupaten Garut, Dinkes Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Dinkes Kota Cirebon, Dinkes Kota Cimahi, dan Dinkes Kabupaten Sukabumi,” kata Ryan kepada detikJabar.

“Dengan frekuensi KLB MBG sebanyak 20 kali,” tambahnya.

Dia menyebut, hasil pemeriksaan KLB MBG di laboratorium mikrobiologi menunjukkan 72% hasil negatif dan 23% hasil positif. Antara lain, Vibrio cholerae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus.

Untuk pemeriksaan laboratorium kimia, sebanyak 92% hasil negatif dan 8% hasil positif nitrit. Mayoritas, ada dua bakteri yang mengontaminasi makanan.

“Dari parameter pemeriksaan keamanan pangan pada laboratorium mikrobiologi hasilnya berbeda-beda, secara frekuensi didominasi oleh bakteri Salmonella dan Bacillus cereus. Pada pemeriksaan laboratorium kimia paling banyak dari parameter nitrit,” ungkapnya.

Ketika disinggung terkait faktor kebersihan air, peralatan memasak, dan higienitas pekerja Dapur MBG, Ryan menyebut ketiganya berpengaruh.

“Ya, kebersihan air, peralatan, dan higienitas pekerja dapur (food handler) sangat berpengaruh terhadap terjadinya keracunan makanan. Hal ini diatur jelas dalam regulasi,” imbuhnya dikutip dari detikcom. (Red)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seseorang Pura-pura Ditabrak Lalu Ngajak Ribut Korbannya, Warganet: Ngeri Zaman Now!

    Seseorang Pura-pura Ditabrak Lalu Ngajak Ribut Korbannya, Warganet: Ngeri Zaman Now!

    • calendar_month Minggu, 25 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    VIDEO berdurasi beberapa detik viral di medsos. Tayangan itu memperlihatkan modus kejahatan baru di Banjarmasin. Terlihat seseorang berpura-pura ditabrak lalu ajak ribut korbannya. Pengendara motor yang dibuat seolah menabrak orang tersebut lantas terkejut dan turun dari motor. Gelagat aneh memang terlihat di video, karena orang yang pura-pura itu merampas tas milik pengendara motor tersebut. Sontak terjadi keributan […]

  • Tobat! Atuk Kepala Tujuh di Bantan Bengkalis Cabuli Bocah 4 Tahun 

    Tobat! Atuk Kepala Tujuh di Bantan Bengkalis Cabuli Bocah 4 Tahun 

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Seorang pria lansia umur 70 tahun di Bantan Bengkalis ditangkap polisi dalam kasus pencabulan terhadap bocah. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis berhasil mengungkap kasus tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Seorang pria lanjut usia diamankan petugas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini terungkap berdasarkan […]

  • Ferdy Sambo. F : IST

    Isu Kakak Asuh Ferdy Sambo Mencuat, Beking Judi-Urus Perkara 

    • calendar_month Minggu, 25 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Jakarta, detak24.com – Polri menegaskan sosok kakak asuh Ferdy Sambo yang disebut berupaya meringankan hukuman tidaklah ada. Terlebih, sanksi pemecatan sudah diketuk dan tak bisa diganggu gugat. “Terkait kakak asuh adik asuh itu kan kembali lagi hanya dugaan. Tapi yang jelas saya sudah berkoordinasi dengan Pak Dir maupun Propam, itu tidak ada. Jangan melenceng dari […]

  • Sekdako Dumai pimpin Rakor kelangkaan elpiji 3 Kg. F. :. HMS

    Restoran dan Kafe Dumai Berlebihan Pakai Elpiji 3 Kg, Penyebab Langka di Masyarakat

    • calendar_month Senin, 1 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    DUMAI, detak24.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Indra Gunawani memimpin rapat koordinasi terkait kelangkaan elpiji 3 Kg, di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim, Kantor Walikota Dumai, Senin (01/08/22). Perwakilan dari Pertamina Sales Manager Riau, Yodha menyebutkan telah menjalankan regulasi yang telah ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina. “Rata-rata penyaluran […]

  • Penggasak Aki Mobil Mendekam di Penjara

    Penggasak Aki Mobil Mendekam di Penjara

    • calendar_month Minggu, 25 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Seorang warga Pekanbaru berinisial MA terpaksa mendekam di penjara, lantaran melakukan aksi pencurian sebuah aki mobil. Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya, Iptu Dodi Vivini dikutip Ahad (25/09/99) mengatakan, pelaku ditangkap pada Kamis (22/9/2022) di Jalan Tenayan Ujung, Gang Takwa, Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Dodi menjelaskan, pada hari kejadian, […]

  • Operasi Malam Minggu, Satpol-PP Jaring Pasangan Mesum dan Remaja Pesta Miras 

    Operasi Malam Minggu, Satpol-PP Jaring Pasangan Mesum dan Remaja Pesta Miras 

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat), Sabtu (15/11/2025) malam hingga Ahad (16/11/25) dini hari. Dalam razia yang berlangsung hampir tujuh jam itu, petugas mengamankan sejumlah pasangan tidak sah serta remaja perempuan yang kedapatan berpesta minuman keras (miras). Operasi yang dimulai pukul 22.00 WIB hingga […]

expand_less