Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » GEGARA Kaki Basah, Tahanan Polsek Bukitraya Pekanbaru Dianiya Sampai Tewas

GEGARA Kaki Basah, Tahanan Polsek Bukitraya Pekanbaru Dianiya Sampai Tewas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Secara bertahap kematian tahanan Polsek Bukitraya Pekanbaru terungkap. Ternyata, gegara kaki korban basah saat keluar dari WC.

Kepolisian Daerah (Polda) Riau menetapkan lima tersangka terkait tewasnya tahanan Polsek Bukit Raya, Dimas Firnanda (25). Kelima tersangka merupakan rekan korBan saat ditahan di sel Polsek Bukit Raya.

“Kelima tersangka berinisial AW alias P, PR alias F, FFS alias F, IP dan PH,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan, saat ekspos kasus bersama Kabid Humas, Kombes Pol Heri Murwono, Selasa (30/04/24).

Kelima tersangka telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru atas kasus berbeda dan telah dinyatakan bersalah.

“Mereka tidak kami tahan karena memang sudah ditahan di Rutan Kelas I Pekanbaru. Kini kami sedang melengkapi berkas (kasus penganiayaan),” kata Asep.

Asep menjelaskan, berdasarkan penyidikan, diketahui penganiayaan terjadi karena para tersangka kesal dengan korban. Terutama ketika korban dari kamar mandi yang menyebabkan lantai tahanan basah.

“Menurut beberapa tersangka, kaki korban basah sehingga tempat tidur para tersangka menjadi basah. Kemudian mereka langsung menganiaya,” tutur Asep.

Akibat penganiayaan itu, korban meninggal dunia pada 20 November 2024 dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Saat jenazah korban dimandikan, ditemukan hal mencurigakan diduga akibat kekerasan.

Kemudian keluarga korban melapor ke Polda Riau dan dilakukan penyelidikan. Pada Ahad (3/3/2024), tim dari Polda Riau dan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara membongkar makam Dimas atau ekshumasi untuk dilakukan autopsi. Ini untuk mengetahui secara pasti, apa yang menjadi penyebab kematian.

Dari autopsi luar ditemukan bengkak pada pipi kiri korban, memar pada bibir bawah, luka lecet pada telinga dan siku.
“Kemudian tungkai bawah serta luka terbuka pada pelipis kiri dan bibir bagian atas yang diduga akibat kekerasan tumpul,” jelas Asep.

Selain itu dari hasil ekshumasi diketahui ada resapan darah pada tulang pelipis kiri, tulang rahang atas sebelah kanan dan tulang belakang. Kemudian patah tulang tidak sempurna berbentuk garis pada tulang pelipis.

“Dari alat bukti yang kita kumpulkan baik saksi maupun CCTV yang ada di dalam tahanan, kita cocokkan, sinkronkan dengan fakta hasil autopsi yang dilakukan oleh tim kedokteran forensik. Disimpulkan bahwa terjadi peristiwa pidana yaitu berupa kekerasan dengan menggunakan tangan, kaki terhadap korban sampai korban terjatuh kemudian terlentang,” papar Asep.

Saat korban terlentang, para tersangka masih melakukan kekerasan terhadap korban. Setelah korban sudah tidak bergerak kemudian dipindahkan dari ruang tahanan lain. Lalu ke pintu utama,” tutur Asep.

Korban kemudian dilihat oleh petugas piket Polsek Bukit Raya. “Kemudian korban dikeluarkan dan dibawa ke rumah sakit dan diketahui korban meninggal dunia,” kata Asep

Akibat perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 338 KUHP jo Pasal 170 ayat 1. “Pasal 338 KUHP ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan Pasal 170 KUHP ancamannya 12 tahun penjara,” pungkas Asep.

Sebelumnya diberitakan, kuasa hukum keluarga Dimas, Muhammad Abdu Harahap menyebut berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya saat memandikan jasad korban, mereka menemukan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan.

“Jadi cerita keluarganya saat memandikan korban, itu kepalanya bolong, tepat di belakang telinga kiri. Kemudian lehernya patah,” jelas Abdu, baru-baru ini.

Melihat hal tersebut, pihak keluarga mencurigai ada yang tidak wajar dengan kematian Dimas yang ditahan di sel tahanan Polsek Bukit Raya. “Kami menilai, kematian korban ini tak wajar,” ucapnya.

“Alasan penyidik kepada istri korban, jatuh di toilet dan sakit asam lambung,” sambungnya.

Tidak sampai disitu, istri korban juga merasa ditipu oleh penyidik karena dimintai uang Rp4,7 juta untuk autopsi. “Karena tidak ada biaya, maka istri korban diminta buat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” kata Abdu.

Dimas merupakan tersangka penggelapan dalam jabatan. Dia menjual barang-barang bekas di sebuah toko audio yang berada di Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru, dikutip detak24com dari CAKAPLAH. (*)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di  https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beruang Madu Teror Pemukiman Warga di Desa Makmur Sejahtera Kampar 

    Beruang Madu Teror Pemukiman Warga di Desa Makmur Sejahtera Kampar 

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Seekor beruang madu jantan (Helarctos malayanus) yng sempat berkeliaran dan meneror pemukiman warga di Desa Makmur Sejahtera, Gunung Sahilan berhasil dievakuasi. Evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi bersama Pemerintah Desa Makmur Sejahtera, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta didukung mitra konservasi seperti Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) dan Yayasan Arsari. Kepala BBKSDA Riau, Supartono […]

  • Satu Tewas Tiga Kritis, Innova Vs Mercedes Laga Kambing di Padang

    Satu Tewas Tiga Kritis, Innova Vs Mercedes Laga Kambing di Padang

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PADANG, detak24com – Kecelakaan tragis antara bus Mercedes Benz vs Innova di jalur Padang-Pesisir Selatan, seorang tewas di TKP. Tiga lainnya kritis dilarikan ke rumah sakit. Kecelakaan ini terjadi tepat di depan Restoran Light House, Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Ahad (07/07/24) siang. Kanit Laka Lantas Polresta Padang, Iptu Zulkifli, menjelaskan […]

  • Dirut PJC sekaligus Ketua DPD PJS Riau, Drs Wahyudi El Panggabean MH menyerahkan cinderamata kepada PJ Wako Pekanbaru. F : HMS PJS

    Ada Wanita Muda di Balik SPDP Fiktif, Muflihun Buru-buru Berkomentar 

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Mantan Pj Wako Pekanbaru, Muflihun melalui juru bicaranya Rinaldi menanggapi berita viral tentang wanita muda yang dapat tas dan sepatu mahal darinya. Sebuah media nasional dan caption berita yang diedarkan oleh Pimrednya ke beberapa grup media whatsapp, menuliskan bahwa tas sepatu branded disita dari wanita muda terkait kasus SPPD fiktif DPRD Riau. […]

  • TIGA Kurir Sabu 30 Kilogram Jaringan Internasional Lolos dari Hukuman Mati

    TIGA Kurir Sabu 30 Kilogram Jaringan Internasional Lolos dari Hukuman Mati

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Tiga kurir sabu jaringan internasional, Herman Tino (27) narapidana Lapas Sialang Bungkuk Pekanbaru, Muhammad Hatta (30) nelayan dan Herwan (45) petani (keduanya tinggal di Desa Api-api Bengkalis) lolos dari hukuman mati. Terdakwa diringkus Tim Polres Bengkalis, Selasa (15/11/22) silam ini, divonis majelis hakim PN Bengkalis dengan hukuman berbeda-beda.Herman Tino dihukum seumur hidup, […]

  • INFO BMKG :  Gempa Garut Berkekuatan 6,4 SR – Tak Berpotensi Tsunami

    INFO BMKG : Gempa Garut Berkekuatan 6,4 SR – Tak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    GARUT, detak, detak24.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan 6,4  SR yang mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, tak berpotensi tsunami. Pusat gempa tersebut berada di darat, tepatnya 52 kilometer barat daya Kabupaten Garut. “#Gempa Mag:6.4, 03-Des-22 16:49:41 WIB, Lok:7.51 LS,107.52 BT (52 km BaratDaya KAB-GARUT-JABAR), Kedlmn:118 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG BMKG […]

  • POLISI Gadungan Begal Handphone dan Motor Warga Pekanbaru

    POLISI Gadungan Begal Handphone dan Motor Warga Pekanbaru

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kasus pembegalan kembali terjadi di Pekanbaru. Kali ini, pelakunya polisi gadungan yang mencoba merampas handphone dan motor korbannya. Seperti yang dilakukan pelaku tindak kejahatan bernama Jodi Ade (24), ia melakukan aksi jambretnya dengan bermodus mengaku sebagai anggota polisi. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan mengatakan, kejadian penjambretan terjadi pada Jumat (02/06/23) […]

expand_less