EMPAT Fakta Film Kramat Tunggak yang Libatkan Siskaeee dan VV, Raih Omset 500 Juta Setahun
DITRESKRIMSUS Polda Metro Jaya mengungkap sindikat rumah produksi atau production house (PH) konten film dewasa yang dibuat di Jakarta Selatan. Kasus ini bermula dari PH tersebut membuat film bertajuk Kramat Tunggak yang diduga melibatkan Siskaeee.
Berikut fakta-fakta Film Kramat Tunggak
1. Lima Orang jadi Tersangka
Dalam kasus tersebut, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka.
“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh tim gabungan Subdit 4 Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, kemudian dilakukan upaya penangkapan terhadap lima orang tersangka,” kata Ade Safri Simanjuntak, Senin, 11 September 2023.
Ade Safri mengatakan kelima tersangka yang ditangkap berinisial I, JAAS, AIS, AT, dan SE (Siskaeee). Kelimanya memiliki peran berbeda, mulai dari pemeran hingga pemilik website.
2. Lokasi Syuting di Jakarta Selatan
Ade Safri Simanjuntak mengatakan bahwa pembuatan film dewasa ini dilakukan di kawasan Jakarta Selatan. Setelah produksi selesai, para tersangka mengunggah video tersebut ke website.
Ada tiga website yang dijalani oleh tersangka itu, antara lain https://bossinema.com/, https://kelassbintangg.com/, dan https://togefilm.com/ diperkirakan sudah memproduksi sekitar ratusan film.
“Merupakan situs video streaming berlangganan dan berbayar, yang menyediakan beberapa konten video dengan durasi bervariasi antara 1 jam sampai 1,5 jam, dan ini berbayar,” ujar Ade Safri.
Dari penyelidikan kasus ini, polisi menyita satu set alat syuting berupa kamera, tripod, lensa, speaker, lima hardisk, flashdisk, lima ponsel, laptop, komputer, dan dua TV.
3. Ada 120 Judul Video Porno
Ade Safri Simanjuntak mengatakan salah satu tersangka inisial I merupakan pemilik dan sutradara yang dulunya membuat film bergenre horor dan komedi.
Namun seiring berjalan waktu, Ade Safri mengatakan tersangka beralih produksi ke film dewasa, hal tersebut karena kurangnya peminat genre film horor dan komedi.
Akhirnya film porno yang dibuatnya mendapat banyak pelanggan, tersangka kemudian memproduksi film porno sebanyak 12 film. Bahkan viewer di salah satu website mencapai 10.000 penonton.
“Di situlah kemudian tersangka I meng-upload di tiga website kemudian mulai banyak pelanggan yang mengakses web,” ujarnya.
4. Keuntungan Capai Rp 500 juta
Selama rumah produksi itu beroperasi, Ade Safri Simanjuntak menyebut para tersangka memberikan penawaran cara berlangganan yang berbeda.
Para tersangka diperkirakan telah mengantongi keuntungan Rp500 juta selama setahun beroperasi melalui 120 judul film porno yang dibuat mereka.
“Adapun jumlah keuntungan yang telah didapat tersangka selama kurang lebih satu tahun beroperasi dimulai di awal tahun 2022 itu sudah sekitar Rp 500 juta dan telah juga diwujudkan dalam bentuk beberapa aset yang kita juga lakukan penyitaan pada saat upaya paksa penggeledahan maupun penangkapan yang dilakukan penyidik,” tutupnya. (pikiranrakyat)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com
