Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Emak-emak Dikabarkan Kena Begal di Rengat Barat, Polisi Sebut Korban Rekayasa Kejadian 

Emak-emak Dikabarkan Kena Begal di Rengat Barat, Polisi Sebut Korban Rekayasa Kejadian 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INHU, detak24com – Sebuah kasus semula dilaporkan sebagai tindak pidana curas (begal), kini berubah menjadi pengungkapan berita hoax.

Hal ini diungkap Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK melalui Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran, Sabtu (29/03/26). Menurutnya, kejadian bermula pada hari Rabu (26/03/25), sekitar pukul 21.00 WIB.

Ketika itu pihak kepolisian menerima laporan dari Sumardi, suami korban Ranti Purnama Sari yang mengaku istrinya telah dibegal di perjalanan Jalan Lintas Timur Japura – Pematang Reba, Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat.

Menurut laporan polisi LP/B/11/III/2025/SPKT/Polsek Rengat Barat/Polres Indragiri Hulu/Polda Riau, kronologi awal mengungkap bahwa pada pukul 14.00 WIB pelapor dihubungi oleh saksi a.n. YULI yang mengabarkan bahwa korban mengalami luka tusuk di perut sebelah kanan dan langsung dibawa ke Klinik Muizah.

Di tempat kejadian, korban sempat mengaku bahwa tas putih berisi uang Rp10.000.000,- telah dirampok oleh pelaku yang diduga mengenakan masker hitam dan helm.

Namun, penyelidikan yang dilakukan oleh unit dan Sat Reskrim Polres Indragiri Hulu mengungkap fakta yang berbeda. Pada Kamis, 27/3/ 2025, penyelidik melakukan wawancara mendalam dengan korban di Klinik Muizah.

Kejanggalan mulai terdeteksi ketika korban, yang dalam kondisi masih memulihkan diri, menceritakan peristiwa dengan detil yang tidak konsisten.

Melalui serangkaian wawancara dan pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Rengat Barat, terungkap bahwa kronologi yang disampaikan awalnya tidak sesuai dengan fakta.

Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa pada hari Rabu, korban yang ternyata sedang mengalami tekanan emosional karena masalah keuangan, sebenarnya memulai perjalanannya dari Pasir Keranji sekitar pukul 11.30 WIB menggunakan sepeda motor Beat berwarna biru.

Di tengah perjalanan, korban sempat membeli pisau kecil di toko AMB seharga Rp9.000,- dan melakukan serangkaian tindakan aneh, seperti membuang tas putih yang digunakan, menggores pergelangan tangan, dan akhirnya menusukkan pisau ke perut sebelah kanan.

Korban kemudian melaporkan ke rumah pamannya yang tidak jauh dari TKP, yang kemudian mengantarkannya ke Klinik Muizah.

Pengungkapan tersebut memunculkan dugaan bahwa kejadian yang dilaporkan sebagai pembegalan dan perampokan sebenarnya merupakan rekayasa.

Korban, yang merupakan IRT diduga sengaja menyebarkan informasi hoax sebagai bentuk pelampiasan tekanan emosional dan finansial.

Hingga saat ini, kerugian materiil dilaporkan nihil dan satu-satunya barang bukti yang ditemukan adalah sepasang baju-celana warna merah maron corak batik.

Dalam kasus ini, pihak kami telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menemukan bahwa informasi yang disampaikan korban tidak sesuai dengan fakta kejadian di lapangan. Tindakan menyebarkan berita hoax tidak dapat ditoleransi, mengingat dampaknya yang luas bagi kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan,” ujarnya.

Pihak kepolisian terus menggalang bukti dan memeriksa keterkaitan antara peristiwa yang terjadi dengan latar belakang masalah keuangan yang dialami korban. Meskipun laporan awal mengenai tindak pidana pencurian dengan kekerasan telah dilaporkan, hasil penyelidikan saat ini mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut adalah rekayasa yang dilakukan oleh korban.

Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu kritis terhadap informasi yang beredar dan mengutamakan verifikasi sebelum menyebarkan berita, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat merusak reputasi dan kepercayaan publik.

Dengan berakhirnya penyelidikan awal, kasus ini menjadi pelajaran mengenai pentingnya kejujuran dalam penyampaian informasi serta peran aktif aparat dalam menelusuri kebenaran.

Penyelidikan lebih lanjut pun akan terus dilakukan guna memastikan agar kejadian serupa tidak terulang. Hal ini untuk menjaga integritas laporan kepolisian di mata masyarakat, seperti dikutip detak24com dari haluanriau. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Hidupkan Ibu Saya Kembali, Kak!’ Ratapan Menyayat Hati Anak Bu Guru Dibunuh Suami di Kuansing

    ‘Hidupkan Ibu Saya Kembali, Kak!’ Ratapan Menyayat Hati Anak Bu Guru Dibunuh Suami di Kuansing

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Remaja ZK (17), putra bu guru Juniwarti yang dibunuh suami di Sungai Jering, Kuantan Tengah, histeris dan nanar dapati kondisi bundanya tewas mengenaskan. “Kak, bisa hidupkan ibu saya kembali?” ujar ZK dengan tangis histeris saat minta tolong pada tetangganya saksi Melda. Begitu mendapati sang ibu tak bernyawa lagi, ZK langsung menuju rumah […]

  • SERING Dagang Sabu, Polisi Cokok Adik Beradik di Parit Kitang Dumai

    SERING Dagang Sabu, Polisi Cokok Adik Beradik di Parit Kitang Dumai

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com  – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Dumai mencokok adik beradik dalam kasus  penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Keduanya berinisial DAR (33) warga Jalan Rimbun Jaya RT 04, dan saudaranya AS (33) warga RT 02 Lubuk Gaung Kecamatan Sei Sembilan Kota Dumai. Kasat Res Narkoba Polres Dumai, Iptu Mardiwel SH MH, Kamis (21/09/23) membenarkan jajarannya telah […]

  • Gempa 6,4 M Guncang Meulaboh Aceh, BMKG: Waspadai Kejadian Susulan

    Gempa 6,4 M Guncang Meulaboh Aceh, BMKG: Waspadai Kejadian Susulan

    • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    ACEH, detak24.com – Gempa berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Meulaboh, Aceh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada terhadap gempa susulan.        “Gempa susulan masih dapat terjadi, masyarakat diminta tetap tenang tetapi waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan signifikan,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Suko Prayitno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/09/22). Permintaan […]

  • Komjen Dharma Pongrekun Dimutasi

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, Beritapojok.com- Komjen Dharma Pongrekun dimutasi dan kini ditunjuk sebagai analis kebijakan utama bidang jianbang Lemdiklat Polri. Mutasi itu tertulis dalam surat Kapolri nomor ST/2279/X/KEP/2021, dikeluarkan pada tanggal 31 Oktober 2021. Komjen Dharma sebelumnya mendapat penugasan sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Jabatan itu kini diisi Irjen Sutanto. Pelantikan wakil kepala BSSN […]

  • Hilang Lima Hari, Petani Desa Titian Antui Tewas di Kebun Sawit 

    Hilang Lima Hari, Petani Desa Titian Antui Tewas di Kebun Sawit 

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PINGGIR, detak24com – Seorang petani bernama Tiopan Siregar (37), warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis tewas setelah hilang 5 hari di kebun sawit miliknya, Sabtu (25/10/25). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan, korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu (25/10/25) sekitar pukul 10.35 […]

  • Bahlil Ngaku Dihina Sejak Kecil: Belum Tentu Orang Ganteng Cerdas!

    Bahlil Ngaku Dihina Sejak Kecil: Belum Tentu Orang Ganteng Cerdas!

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak menghina satu sama lain. Dia pun menyinggung soal pihak yang mengejeknya lewat meme dan disebarkan di seluruh platform media sosial (medsos). Menurutnya, setiap manusia tak ada yang sempurna. Dia menegaskan bahwa hanya Tuhan yang bisa membedakan kemuliaan manusia […]

expand_less