Dua Mantan Pengurus LAMR Pekanbaru Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp 1 Miliar
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Polisi menetapkan dua tersangka korupsi dana hibah di LAMR Pekanbaru. Tersangka berinisial YS dan AS, mantan pengurus di lembaga itu.
Penyidik telah mengirim berkas perkara kedua tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Kamis (24/10/2024). Saat ini berkas perkara sedang diteliti oleh jaksa peneliti dari Seksi Pidana Khusus (Pidsus).
“Ada dua berkas perkara, kelengkapan syarat formil dan materil berkas perkara sedang diteliti,” ujar Kepala Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru Niky Juniesmero, Sabtu (26/10/2024).
Jaksa peneliti memiliki waktu 7 hari untuk menentukan sikap. Jika berkas lengkap, maka akan dinyatakan P-21. Sebaliknya, jika belum, berkas perkara akan dikembalikan ke penyidik disertai petunjuk atau P-19.
Penelitian berkas itu, lanjutnya, dilakukan sejumlah jaksa terbaik yang ada di Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru. “Ada 5 orang Jaksa P-16,” tegas Niky.
Kedua tersangka diduga korupsi dan/atau penyalahgunaan wewenang terhadap penggunaan dana hibah dari Pemko Pekanbaru kepada LAMR sebesar Rp 1 miliar yang bersumber dari APBD 2020.
Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 UU RI Nomor RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)
Editor : Kar











