Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Demo di Kejagung dan Menkopolkam, PETIR Desak Tangkap Raja Sawit Riau 

Demo di Kejagung dan Menkopolkam, PETIR Desak Tangkap Raja Sawit Riau 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Puluhan massa Organisasi Masyarakat Pemuda Tri Karya (Ormas PETIR) unjuk rasa di Kejagung serta kantor Menkopolkam,  Kamis (05/12/24) siang.

Mereka menuntut agar Menko Polkam serta Kejagung serius untuk memeriksa bos sawit Riau, Martias Fangiono dan Ciliandra Fangiono, yang tidak lain pemilik First Resources Group Ltd (Eks Surya Dumai Group), atas dugaan penggelapan pajak sebesar Rp1,4 triliun.

“Kita minta Menko Polkam dan Jampidsus segera memeriksa Martias Fangiono dan Ciliandra Fangiono, atas kepemilikan 8 perusahaan kebun sawit seluas 16.829,86 hektare, di mana diduga tidak masuk Perolehan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1,4 triliun,” ujar Korlap aksi Ormas PETIR, Jesayas, dalam orasinya.

Dia mengatakan, aksi ini menindaklanjuti laporan PETIR sebelum nya ke Jampidsus Kejagung pada 28 November 2024 lalu dan laporan tersebut ditembus kan ke Menko Polkam. Ada delapan perkebunan sawit di Riau di bawah bendera First Resources (eks SDG) yang dilaporkan.

Semua perusahaan tersebut dimiliki oleh cukong besar, mantan terpidana kasus kehutanan bernama Martias Fangiono bersama anaknya bernama Ciliandra Fangiono, sebut Jesayas.

“Berdirinya delapan perusahaan tersebut, menurut perhitungan tim PETIR, diduga telah merugikan negara mencapai Rp 1,4 triliun semua berdasarkan Hitungan Peraturan Pemerintah,” ungkapnya.

Rincian kerugian itu antara lain tidak membayar PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pembayaran Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), pembayaran dana Reboisasi, Penetapan Harga izin HGU (hak guna usaha).

Dia lantas membeberkan hasil investigasi Ormas PETIR, di mana kesimpulannya kegiatan delapan perkebunan sawit tersebut diduga tidak prosedural dan sangat merugikan negara.

Dia mengecam First Resources yang memilih berkantor di Singapura, bahkan IPO (go public) di Singapura. Artinya, triliunan rupiah uang hasil sawit di Indonesia parkir di Singapura.

“Mereka pikir Indonesia ini tempat numpang buang air besar? Indonesia negara berdaulat, bukan tempat ajang mencuri kekayaan. Nasionalis Martias Fangiono diragukan. Mereka harus diusut dan disidangkan karena merugikan Negara,” kecamnya.

Sebelum membubarkan diri, massa Ormas PETIR akan kembali melakukan aksi unjuk rasa minggu depan apabila tuntutan mereka tidak didengar, malah dengan massa lebih banyak.

“Tuntutan kami, Proses Laporan kami, usut dan sidangkan Martias Fangiono dan anaknya Ciliandra Fangiono, dan seluruh sawit ilegal mereka harus diproses. Kasus PT Duta Palma bisa jadi yurisprudensi,” pungkas Jesayas. (rls)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • APO Kesah! Bupati Rohil dan Isteri Dilapor ke KPK, Cek Kronologis Kasusnya

    APO Kesah! Bupati Rohil dan Isteri Dilapor ke KPK, Cek Kronologis Kasusnya

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) LSM Gerakan Himpunan Anak Nusantara Tunas Bangsa (Gerhana Tunas Bangsa) melaporkan Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong dan istri Sanimar ke KPK di Jakarta . Bersama Bupati Rohil Afrizal Sintong dan istri Sanimar, turut dilaporkan pengusaha bernama Hendri Ardi. Mereka bertiga dilaporkan dengan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) sebagai pemberi dan […]

  • YON KOESWOYO Meninggal di Usia 90 Tahun, Ini 8 Fakta Perjalanan Kariernya

    YON KOESWOYO Meninggal di Usia 90 Tahun, Ini 8 Fakta Perjalanan Kariernya

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    PANGGUNG hiburan tanah air diselimuti kabar duka atas meninggalnya basis grup band Koes Bersaudara, Yon Koeswoyo pada usianya yang ke-90 tahun, Jumat (2/12/22). Kabar tersebut sontak mengingakan publik terhadap kebesaran nama grup musik Koes Brother yang kemudian menjadi Koes Plus tersebut. Seperti yang telah diketahui, Yon Koeswoyo merupakan basis sekaligus vokalis grup musik legendaris Koes Plus. Hingga […]

  • TAGAR Rungkad Kembali Jadi Trending Twitter, Aksi Putri Ariani Bikin Istana ‘Gempa’

    TAGAR Rungkad Kembali Jadi Trending Twitter, Aksi Putri Ariani Bikin Istana ‘Gempa’

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PENYANYI multitalenta asal Kampar Riau, Putri Ariani menjadi pembahasan hangat warganet di Twitter. Lagu Rungkad yang ia bawakan pada perayaan HUT ke-78 RI, mampu bikin ‘gempa’ lokal di Istana Negara, Kamis (17/08/23) lalu. Per Sabtu (19/08/23), tagar Rungkad dicuitkan sebanyak 17,1 K oleh warganet. Berbagai komentar menyanjung penampilan biduan yang cacat sejak kecil itu. “Keliatna […]

  • Simpan Narkoba 30 Paket, Dua Warga Air Kulim Diamankan Polsek Mandau 

    Simpan Narkoba 30 Paket, Dua Warga Air Kulim Diamankan Polsek Mandau 

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Polsek Mandau menangkap 2 orang warga Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Senin (04/05/26) di Km 8 Kulim, atas kepemilikan narkoba jenis shabu sebanyak 30 paket. Keduanya berinisial FA (24) dan BS (26). “Pelaku melakukan tindak pidana menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan atau […]

  • Selama 2024, Kejati Riau Tuntut Mati 45 Terdakwa Narkotika

    Selama 2024, Kejati Riau Tuntut Mati 45 Terdakwa Narkotika

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Selama Januari hingga Juli 2024, Kejati Riau tuntut mati 45 terdakwa kasus narkotika. Jumlah ini meningkat dibanding 2023 lalu yakni 30 perkara. Kepala Kajati Riau, Akmal Abbas menjelaskan, Bidang Pidana Umum (Pidum) Kejati Riau menangani 239 pra penuntutan perkara narkotika. Perkara tersebut berasal dari penyidik kepolisian. “Sebanyak 45 perkara (terdakwa narkotika) dituntut […]

  • Merasa Aneh dengan Sirkuit Mandalika

    Merasa Aneh dengan Sirkuit Mandalika

    • calendar_month Minggu, 27 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    PEBALAP Repsol Honda, Pol Espargaro, mengurai kesan melakoni balapan MotoGP Mandalika untuk kali pertama. Ia sebagai pebalap yang mengukir catatan waktu tercepat dalam sesi tes pramusim yang berlangsung bulan lalu. Alih-alih mengulang sukses seperti saat tes, Espargaro hanya menempati peringkat ke-12 dalam balapan MotoGP Mandalika. Dalam bincang-bincang bersama Speedweek, pebalap asal Spanyol itu mengemukakan kendala […]

expand_less