Jalan Lintas Bono Rusak Parah, Pemuda Desa Kubangan Pelalawan Geruduk Kantor Gubri
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- print Cetak

Pemuda Desa Kubangan unjuk rasa di kantor Gubri. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Puluhan pemuda Desa Kubangan, Pelalawan berorasi di depan kantor Gubri. Mereka menuntut perbaikan jalan lintas bono yang makin hancur tak bisa dilewati lagi.
Pemuda Desa Kubangan, mendatangi Kantor Gubernur Riau, Senin (10/08/26). Puluhan pemuda yang mewakili 5 desa di Kabupaten Pelalawan tersebut meminta agar jalan lintas bono Kecamatan Kuala Kampar dan Kecamatan Teluk Meranti segera diperbaiki.
Kedatangan mereka ke kantor Gubri untuk menyampaikan persoalan infrastruktur Jalan Lintas Bono yang melewati lima desa di Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Lima desa itu yakni, Desa Sukoi dan Sungai Emas di Kecamatan Kuala Kampar. Kemudian, Desa Labuan Bilik, Gambut Mutiara dan Desa Segamai.
Koordinator pemuda Desa Kubangan Muhammad Ali, mengatakan bahwa di lima desa itu ada jalan yang tidak bisa dilalui. Bahkan sulit untuk dilewati anak sekolah, pekebun, petani.
“Ada 54 Km yang jalannya tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Kalau pun disemenisasi hanya bisa dilewati roda dua, sementara roda empat tidak bisa,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, ia berharap agar Pemprov Riau segera menyelesaikan pembangunan jalan tersebut.
Selain itu, mereka juga mendesak Pemprov Riau meminta CSR dari masing-masing perusahaan untuk mengalihkannya ke pembangunan jalan di lima desa tersebut.
Menanggapi tuntutan aksi dari Pemuda Desa Kubangan tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau Zulfahmi, menyambut kedatangan massa tersebut berupaya untuk memenuhi tuntutan tersebut.
Dikatakannya, bahwa jalan yang dikeluhkan masyarakat tersebut memang jalan milik Provinsi Riau. Hanya saja, jalan tersebut berada paling ujung dari Jalan Lintas Boni.
“Pembangunan yang dilakukan Pemprov Riau dimulai dari depan dan bertahap. Selain itu, semenisasi yang tujukan kepada Pemprov Riau juga tidak bisa dilaksanakan karena tidak sesuai dengan perencanaan,” ujarnya.
Kadis menyebut, panjang Jalan Lintas Bono tersebut berkisar 200 Km. Untuk membangun itu, Pemprov Riau telah mengalihkan banyak anggaran agar pembangunan Jalan Lintas Bono tersebut bisa diselesaikan.
“Jadi program Inpres Jalan Daerah (IJD), program Dana Alokasi Khusus (DAK), kita fokuskan untuk pengaspalan Jalan Simpang Bunut – Teluk Meranti. Alhamdulillah sudah selesai, kemudian dilanjutkan Teluk Meranti – Sipekek dengan penimbunan, dan alhamdulillah juga sudah tembus,” ungkap dia.
Selanjutnya, kata Kadis, dari Sipekek – Sokoi itu ada 54 Km dan sudah ditimbun sekitar 5. Artinya masih sisa 50 Km yang belum. Sementara lima desa yang disampaikan oleh massa aksi itu berada di ujung Jalan Lintas Bono.
“Tentu hal ini belum tercapai. Karena kita kerja dari depan, tidak mungkin dari ujung. Kalau di ujung bagi tapi di tengahnya bolong-bolong tentu tidak terprogram secara baik,” tegasnya.
Menurutnya, anggaran pemerintah terhadap jalan tersebut sudah cukup banyak. Mulai dari IJD, DAK, APBD, cukup banyak difokuskan ke sana.
“Akan tetapi, karena jalan yang panjangnya 200 Km tentu pengerjaannya bertahap, tidak bisa sekaligus,” terangya.
Sedangkan terkait CSR dari perusahaan yang akan dialihkan untuk pembangunan jalan tersebut, pihaknya akan memanggil perusahaan yang ada di sekitar untuk membantu pembangunan jalan yang diinginkan oleh pemuda Desa Kubangan, seperti diwartakan cakaplah. (*)
Editor : Kar













