Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » Buntut Tewasnya Afif Maulana, BEM SI Rakyat Bangkit Desak Copot Kapolda Sumbar

Buntut Tewasnya Afif Maulana, BEM SI Rakyat Bangkit Desak Copot Kapolda Sumbar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Kasus Afif Maulana, remaja usia 13 tahun asal Padang mencuat di kalangan masyarakat Indonesia. Ia ditemukan tewas di Sungai Kuranji dengan beberapa luka dan memar.

Terdapat beberapa hal ganjil yang dirasakan keluarga korban atas tindakan kepolisian yang seakan mencurigakan serta meresahkan dalam tindak tanduk kasus kematian Afif ini.

“Simpang siur kronologis tewasnya Afif Maulana masih menjadi tanda tanya. Berubah-ubah keterangan memicu terangnya akan kejanggalan. Kami mendesak Kapolda Sumbar beserta jajaran untuk transparan terhadap hasil penyidikan dan tidak menimbulkan pengalihan isu dalam penyelesaian kasus ini. Kami mendesak Kapolri mencopot Kapolda Sumbar jika tidak becus dalam menangani kasus ini dan mengambil alih penyelesaian kasusnya,” ujar Muhammad Ravi, Presiden Mahasiswa BEM Unri sekaligus Koordinator Wilayah Sumbagut BEM SI Rakyat Bangkit, Jumat (12/07/24).

Kasus Afif ini seakan mengorek luka kembali atas banyaknya kasus kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepolisian.

Ravi mewakili Aliansi BEM SI Rakyat Bangkit Wilayah Sumbagut memaparkan, berdasarkan laporan Komnas HAM dalam selang waktu 1 Januari 2020 hingga 24 Juni 2024, terdapat total 282 laporan kasus penyiksaan. Satu persen kasus penyiksaan dilaporkan dilakukan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), gabungan TNI/Polri 5 persen, TNI 19 persen, dan Polri 75 kasus. 

Ini berarti kepolisian menjadi institusi yang dilaporkan paling sering melakukan penyiksaan dengan 176 kasus pada periode waktu tersebut. Sementara, ada 15 kasus penyiksaan yang dilaporkan melibatkan TNI, dan 10 kasus terkait petugas Lapas dan Rutan.

Lebih lanjut, pihaknya menilai kepolisian masih belum memenuhi cita-cita Reformasi.

“Berbagai peristiwa kekerasan, penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran HAM nampak tidak pernah tuntas dan selalu berulang dilakukan oleh institusi kepolisian” tambah Ravi.

Menindaklanjuti segala permasalahan yang terjadi, Aliansi BEM SI Rakyat Bangkit Wilayah Sumbagut membuat pernyataan  sikap melalui video yang diposting dalam akun resmi Instagram BEM Universitas Riau selaku Koordinator Wilayah Sumbagut.

Adapun poin yang dituntut ialah:

1. Intoleran dan mengecam terhadap segala bentuk tindakan intimidasi, penindasan dan penyiksaan terhadap rakyat;

2. Menuntut dan mendesak Kapolda Sumbar untuk segera menyelesaikan kasus meninggalnya Afif Maulana dan membuka tabir permasalahan seterang-terangnya.

Dalam video yang diunggah tersebut, pihaknya juga menyebutkan jika Polda Sumbar tidak mampu menyelesaikan kasus Afif Maulana dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, maka Aliansi BEM SI Rakyat Bangkit Wilayah Sumbagut mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumbar secepatnya. (*)

Reporter : Dwiki

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanit Provos Tembak Bhabinkamtibmas Gegara Sering Buka Aib Tersangka

    Kanit Provos Tembak Bhabinkamtibmas Gegara Sering Buka Aib Tersangka

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    Lampung, detak24.com – Insiden polisi menembak rekannya sendiri kembali terjadi. Kali ini kejadian terjadi di Polsek Way Pengubuan, Polres Lampung Tengah, Ahad (4/9/2022) malam. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan insiden ini dan menyampaikan dugaan atau motif penembakan. “Motif sementara dari keterangan tersangka hingga tega melakukan penembakan terhadap korban, diduga karena dendam. Korban […]

  • Ibu Inong Divonis 7 Bulan, JPU Kejari Dumai Berhasil Buktikan Dakwaan 

    Ibu Inong Divonis 7 Bulan, JPU Kejari Dumai Berhasil Buktikan Dakwaan 

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DUMAI, detak24com – Perjalanan panjang kasus dugaan menggunakan surat palsu dengan terdakwa Inong Fitriani alias Ibu Inong (57), akhirnya mencapai putusan. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Dumai, majelis hakim menyatakan terdakwa Inong Fitriani bersalah dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 7 (tujuh) bulan, Jumat (01/08/25). “Menjatuhkan vonis 7 bulan kepada terdakwa Inong Fitriani, […]

  • BANJIR Lahar Dingin Marapi Rusak 38,5 Hektare Lahan Padi Petani di Agam

    BANJIR Lahar Dingin Marapi Rusak 38,5 Hektare Lahan Padi Petani di Agam

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PADANG, detak24com – Sekitar 38,5 hektare lahan padi milik petani di dua kecamatan Kabupaten Agam terdampak banjir lahar dingin Marapi, Jumat (05/04/24). “Kondisi lahan padi mengalami penurunan sebesar 37,5 hektare karena tertimbun lumpur. Satu hektare lagi mengalami kerusakan ringan karena terendam banjir,” kata Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu di Lubuk Basung, Ahad (07/04/24). Dari […]

  • Alhamdulillah! Harga Sawit Berangsur Naik

    Alhamdulillah! Harga Sawit Berangsur Naik

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    Jakarta, detak24.com – Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo), Gulat Manurung mengatakan hari ini rata-rata harga tandan buah segar naik. Kenaikannya sebesar Rp100 hingga Rp150 per kilogram di hampir semua pabrik kelapa sawit (PKS).        “Info sementara hari ini naik Rp 100-150. Hal ini sebagai dampak dari naiknya harga CPO (crude palm oil) […]

  • Pembunuhan Lansia di Rumbai : Polisi Tembak Dua Tersangka, Ini Kronologisnya!

    Pembunuhan Lansia di Rumbai : Polisi Tembak Dua Tersangka, Ini Kronologisnya!

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polisi menangkap empat tersangka pembunuhan nenek 60 tahun di Limbungan, Pekanbaru. Dua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Polda Riau menggelar ekspos perkara pembunuhan lansia 60 di Mapolresta Pekanbaru. Empat pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Denny Wati br Sitio (60) diketahui telah merencanakan aksinya sejak jauh hari. “Awalnya mereka hanya berniat merampok, […]

  • Kejati Riau Bidik Korupsi Mafia Tanah di Kawasan Hutan Konservasi Kampar 

    Kejati Riau Bidik Korupsi Mafia Tanah di Kawasan Hutan Konservasi Kampar 

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kejati Riau mengusut korupsi mafia tanah di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Desa Kota Garo, Tapung Hilir. Kasus ini berlangsung dari tahun 2004 hingga 2022, dan diduga melibatkan salah satu anggota DPRD Kampar berinisial IS, yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Kota Garo. Kepala Kejati, […]

expand_less