Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Aset Disita Polisi Terkait Korupsi SPPD Fiktif Setwan, Muflihun Gugat Polda Riau 

Aset Disita Polisi Terkait Korupsi SPPD Fiktif Setwan, Muflihun Gugat Polda Riau 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Mantan Setwan Riau dan Pj Wako Pekanbaru, Muflihun menggugat Polda Riau. Gugatan tersebut dampak polisi menyita asetnya dalam kasus korupsi SPPD fiktif.

Muflihun mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru terkait sah atau tidaknya penyitaan sejumlah aset miliknya oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Aset itu disita dalam perkara dugaan korupsi Surat Perjalanan Dinas (SPPD) di Setwan Riau Tahun 2020-2021.

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Pekanbaru, gugatan didaftarkan Muflihun dengan nomor perkara 12/Pid.Pra/2025/PN Pbr tertanggal 22 Agustus 2025. Tertulis Pemohon adalah Muflihun S.STP., M.AP., dan Termohon adalah Penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau. Sidang perdana digelar pada Rabu, 3 September 2025.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, membenarkan adanya permohonan praperadilan tersebut.

“Betul (ada gugatan praperadilan),” ujar Anom, Selasa (26/8/2025).

Anom menegaskan, upaya praperadilan merupakan hak setiap warga negara, tidak terkecuali Muflihun.

“Tidak apa-apa. Itu hak penggugat untuk menggugat praperadilan sesuai materi yang digugat. Penyidik siap menghadapi gugatan tersebut,” kata Anom.

Anom menyatakan, penyidik Ditreskrimsus Polda Riau siap menghadapi sidang praperadilan tersebut. Ia menekankan, penyidik telah bekerja secara profesional, termasuk dalam penyitaan yang kini dipersoalkan.

Terpisah, Ahmad Yusuf selaku kuasa hukum Muflihun menyebut, langkah hukum ini bukanlah bentuk perlawanan terhadap aparat penegak hukum, melainkan murni untuk menegakkan keadilan.

“Bukan untuk melawan institusi penegak hukum, melainkan semata-mata untuk menegakkan keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi sebagaimana dijamin oleh konstitusi negara kita,” kata Ahmad Yusuf.

Ahmad Yusuf menambahkan, setiap tindakan hukum harus berlandaskan asas due process of law dan menjunjung tinggi prinsip praduga tak bersalah. Sebagai warga negara, Muflihun berhak memperoleh perlakuan hukum yang adil.

“Semoga praperadilan ini dikabulkan hakim, dan menyatakan Pak Muflihun tidak bersalah serta memulihkan nama baik beliau. Pada intinya, kami mencari kepastian hukum dan keadilan. Apakah Muflihun benar-benar bersalah atau tidak, mari kita buktikan di pengadilan,” jelasnya.

Untuk diketahui, hingga kini Polda Riau belum menetapkan tersangka dalam kasus itu. Namun sebelumnya, Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, menyebut inisial M selaku Pengguna Anggaran Tahun 2020-2021 di Setwan Riau sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus dugaan korupsi SPPD fiktif.

Hal itu dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dengan Koordinator Staf Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Bareskrim Polri, Selasa (17/06/25). Dari gelar perkara itu, ditemukan dua alat bukti adanya tindak pidana dengan kerugian negara Rp195,9 miliar.

Ade menyebut, penyidik tengah mengelompokkan sejumlah pihak yang terlibat, baik mereka yang memiliki kewenangan besar dalam proses pencairan SPPD fiktif, maupun pihak-pihak yang menerima aliran dana dalam jumlah signifikan. Tujuan dari proses ini adalah untuk mengungkap struktur dan skema korupsi secara menyeluruh.

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau telah memeriksa lebih dari 400 saksi. Di antara saksi tersebut terdapat sejumlah pejabat di Setwan Riau yang telah diperiksa berulang kali.

Dalam proses penyidikan, penyidik telah menyita uang tunai hampir Rp 20 miliar. Uang itu disita dari tiga klaster penerima dana SPPD fiktif, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga ahli, dan honorer di Setwan Riau.

Selain itu, penyidik juga telah menyita sejumlah barang mewah dan aset yang berada di berbagai daerah dengan nilai miliaran rupiah. Di antara aset yang disita antara lain: 1 unit sepeda motor Harley Davidson tipe XG500 tahun 2015, bernomor polisi BM 3185 ABY, senilai lebih dari Rp 200 juta.

Barang-barang mewah berupa tas, sepatu, dan sandal bermerek, serta empat unit apartemen di Kompleks Nagoya City Walk, Batam, dengan nilai sekitar Rp 2,1 miliar.

Tanah seluas 1.206 meter persegi dan satu unit homestay di Jorong Padang Tarok, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dengan nilai sekitar Rp 2 miliar, serta sebuah rumah di Jalan Banda Aceh, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • DIUSULKAN Lima Provinsi Baru Pemekaran Sumut, Cek Nama serta Wilayahnya!

    DIUSULKAN Lima Provinsi Baru Pemekaran Sumut, Cek Nama serta Wilayahnya!

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    SUMUT, detak24com – Pemekaran daerah atau pemekaran wilayah Provinsi Sumatera Utara terus berkembang. Sebelumnya, diusulkan tiga provinsi baru, namun update terkini usulan tersebut menjadi lima daerah tingkat I. Awalnya, wacana pemekaran itu yakni bentuk Provinsi Kepulauan Nias, Provinsi Tapanuli dan Provinsi Sumatera Tenggara. Kemudian, pemekaran Provinsi Sumatera Utara diusulkan menjadi lima provinsi daerah otonomi baru. […]

  • BURUH KEBUN Ditemukan Tewas di Pokok Sawit Siak

    BURUH KEBUN Ditemukan Tewas di Pokok Sawit Siak

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    SIAK, detak24.com – Seorang buruh ditemukan tewas di kebun sawit warga Dusun 1 Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, Senin (09/01/23). Penemuan mayat diketahui bernama bernama Amrin (57) dibenarkan oleh Penghulu Kampung Rawang Air Putih (DRAP), Zaini. Ia mengatakan, warga tersebut sehari-hari bekerja sebagai buruh. “Almarhum ini menumpang di pondok salah seorang pemilik kebun. Dia […]

  • RAPPER Migos Takeoff Meninggal, Ditembak di Arena Boling

    RAPPER Migos Takeoff Meninggal, Ditembak di Arena Boling

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    KABAR duka berhembus dari trio hip-hop Migos, Rapper Takeoff tewas ditembak di arena boling di Houston, Texas Selasa (01/11/22). Polisi Houston mengatakan penembakan yang menewaskan rapper berusia 28 tahun itu terjadi pada Selasa malam, di mana saat kejadian anggota Migos lainnya juga berada di lokasi. “Dua orang lainnya ditembak dan dibawa ke rumah sakit daerah […]

  • MERIAHKAN HUT ke-78 RI, Gonjong Limo Kecamatan Mandau Gelar Aneka Perlombaan

    MERIAHKAN HUT ke-78 RI, Gonjong Limo Kecamatan Mandau Gelar Aneka Perlombaan

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 24Komentar

    DURI, detak24.com – Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-78, Gonjong Limo Kecamatan Mandau, Ahad (27/08/23) menggelar aneka perlombaan rakyat yang diikuti pengurus, anggota dan ratusan warga Gonjong Limo di Jalan Bakti Nusantara, Kelurahan Babussalam.  “Melalui acara perlombaan ini kita ingin membangkitkan kembali semangat nasionalisme, menghormati para pejuang yang telah mengantarkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Ketua Gonjong […]

  • Viral Murid SD Dianiaya Orangtua Teman dalam Kelas di Pekanbaru 

    Viral Murid SD Dianiaya Orangtua Teman dalam Kelas di Pekanbaru 

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Belakangan ini heboh di media sosial aksi kekerasan fisik dialami anak didik dalam kelas di SDN 34 Kuantan 5, Pekanbaru. Dalam video yang beredar, seorang murid kelas VI berinisial F diduga menjadi korban penganiayaan oleh orangtua salah satu murid berinisial G dalam kelas pada 30 Agustus lalu. “Ditampar kepala, dicekik,” ujar si […]

  • Sita 76 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ineks, Polisi Ringkus 8 Jaringan Malaysia

    Sita 76 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ineks, Polisi Ringkus 8 Jaringan Malaysia

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polda Riau ungkap peredaran narkotika jaringan Malaysia, dengan menangkap 8 tersangka serta barang bukti 76 Kg sabu dan 41 ribu butir ekstasi. Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto mengatakan pengungkapan dilakukan di tiga tempat berbeda di Pekanbaru, Rokan Hilir (Rohil) hingga ke Provinsi Sumsel dan Lampung. “Dari pengungkapan itu […]

expand_less