banner

APLIKASI C-Access Top Up KMT Diretas, KCI Pastikan Data dan Saldo Penumpang Aman

DETAK24COM – PT KAI Commuter Indonesia (KCI) memastikan data dan saldo penumpang commuterline tetap aman, pasca peretasan Aplikasi C-Access top up  KMT di wilayah Depok, Jawa Barat.

Menurut Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, peretasan dilakukan pada fitur pengisian ulang saldo Kartu Multi Trip (KMT) di aplikasi C-Access sebagai pembayaran tiket commuterline.

Atas kejadian tersebut, KCI menjamin keamanan saldo pada KMT dan data penumpang Commuter yang sudah terdaftar pada aplikasi C-Access.

“Jadi, masyarakat juga tidak perlu khawatir untuk melanjutkan penggunaan aplikasi ini dalam menggunakan Commuter Line, karena KAI Commuter memiliki manajemen keamanan informasi yang baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (07/03/24).

Dia menyebut, saat ini KCI telah mengimplementasikan ISO 27001:2013 sebagai standarisasi sistem manajemen keamanan informasi pada sistem informasi manajemen KMT dan transaksi online top up KMT di Aplikasi C-Access. Standarisasi keamanan ini secara berkala dilakukan audit oleh auditor independen untuk memastikan keamanan dalam penerapannya.

“KAI Commuter berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan siber dalam penerapan teknologi informasi yang memudahkan masyarakat dalam menggunakan Commuter Line, dan akan mengusut tuntas atas kejahatan ini,” ucapnya.

Dia menegaskan, tindakan peretasan tersebut merupakan pelanggaran hukum yang patut dikecam. Namun KCI juga memastikan sudah mengambil berbagai langkah dibutuhkan.

Oleh karenanya, KCI bersama pihak berwajib dan pihak-pihak terkait terus berkoordinasi untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. 

Sebelumnya, seorang warga asal Depok, Jawa Barat, bernama Ahmad Adgdril Hidayah (21) meretas aplikasi pembayaran milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Dia pun meraup keuntungan senilai Rp 12 juta dengan cara mengisi saldo KMT KAI Commuter berkali-kali.

Menurut keterangan pelaku, saldo itu ia gunakan untuk membuat konten di media sosial. Addril mengaku sebagai pencinta kereta atau railfans.

“Buat keliling-keliling bikin video konten kereta,” kata Addril,  Kepada penyidik, ia mengaku, peretasan itu dilakukan demi memudahkan mobilitasnya sehari-hari dan tidak diperjualbelikan, dikutip detak24com dari kompas. (*/Berita)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com