Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peristiwa » Ribuan Ikan Mati di Sungai Tapung Kanan, Mata Pencaharian Warga Terancam 

Ribuan Ikan Mati di Sungai Tapung Kanan, Mata Pencaharian Warga Terancam 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TAPUNG, detak24com – Ribuan ekor ikan yang ditemukan mati di aliran Sungai Tapung Kanan, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Kondisi tersebut mengancam mata pencaharian warga setempat.

Informasi dirangkum Sabtu (04/04/26), kematian massal ikan yang diperkirakan mencapai puluhan ton itu terjadi pada di sejumlah titik, Senin (30/03/26). Yakni, di Desa Sekijang, Desa Koto Aman, dan Desa Kota Garo. Peristiwa tersebut berdampak langsung terhadap mata pencaharian ratusan nelayan di wilayah itu.

Menanggapi kejadian tersebut, tokoh muda Kampar yang juga Ketua Bidang Lingkungan Hidup Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Riau, Anggi Dharma Putra menyayangkan sekaligus mengecam keras peristiwa itu.

Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi, setelah dua insiden serupa pada tahun 2025 di jalur sungai yang sama, meski dampaknya tidak sebesar saat ini.

Ketua Umum IKST H Sapaat Datuk Laksamana Mudo juga sudah berkomunikasi dengan perwakilan nelayan Sekijang. Mereka menemukan sejumlah fakta di lapangan terkait beberapa data yang nantinya akan difollow up.

Selanjutnya, tentang fakta adanya pertemuan tokoh masyarakat Sekijang dengan perusahaan di Desa Sekijang yang belum ada titik temu atas keluh kesah warga pasca kejadian banyaknya ikan mati di sungai sekitar Desa Sekijang sampai ke Koto Aman dan Kota Garo pada Senin 30 Maret 2026 lalu.

“Kita selaku Lembaga IKST juga sudah berkomunikasi dan konsultasi dengan beberapa pakar lingkungan hidup di Riau. Dan mendesak pihak-pihak Pemerintah terkait baik Pemkab Kampar melalui Dinas LHK dan Gakkum Kampar dapat menuntaskan persoalan ini segera maupun pihak Pemerintah Provinsi Riau melalui DLHK Riau untuk turun ke Desa Sekijang segera,” ujar Anggi.

DR. H. Ahmad Zikri, SAg, B.Ed Datuk Malin Mudo yang juga Ketua DPH Lembaga Adat Kenegerian Tapung (LAKTA) juga mengecam keras kejadian ini. Di masa-masa sulit sekarang kaum nelayan malah mendapat kesusahan dan kehilangan mata pencaharian dari keramba ikan dan mencari ikan di Sungai Tapung Kanan.

“Perlu dipahami bersama bahwa Desa Sekijang, Desa Koto Aman, Desa Kota Garo adalah desa-desa tua yang ada sejak abad 12-14 Masehi masa Kerajaan Petapahan. Mencari ikan atau nelayan menjadi mata pencaharian sejak lama sampai saat ini. Kita ingin warisan sungai yang baik untuk kehidupan dapat tetap diwariskan ke generasi berikutnya,” sebutnya.

Berikut adalah maklumat pernyataan bersama Lembaga Adat Kenegerian Tapung (LAKTA) dan Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) :

– Meminta Bupati Kampar melalui dinas terkait untuk mengusut tuntas kejadian ketiga kalinya (2025 – 2026) atas banyak matinya ikan di sungai di wilayah Tapung Hilir di Desa Sekijang, Desa Koto Aman, Desa Kota Garo dalam aliran Sungai Tapung yang juga dimanfaatkan sebagai saluran akhir aliran dari kanal-kanal area industri yang ada di sekitarnya.

– Mewajibkan industri besar khususnya di wilayah Kenegerian Tapung untuk mengikuti penilaian lingkungan PROPER setiap tahunnya. Untuk menilai kepatuhan industri atas kewajiban lingkungan terutama atas air hasil IPAL, emisi pembakaran dan lainnya atas baku mutu dan kepatuhan atas aturan yang berlaku.

– Mendorong Pemerintah Kabupaten Kampar memfasilitasi ke industri setempat atas kompensasi atas kerugian keramba ikan dan kehilangan mata pencaharian masyarakat 3 desa terdampak sebagai bentuk win-win solusi jangka pendek, dengan tidak menghilangkan aspek hukum di masa depan jika memang ada temuan kelalaian atas tata kelola industri yang ada di tepian Sungai Tapung Hilir.

– Mendesak Pemkab Kampar dan pihak Pemprov Riau melalui Dinas Perikanan untuk melaksanakan program restocking bibit ikan di wilayah Tapung Hilir segera.

– Mendesak Kementerian Lingkungan Hidup RI agar selektif dalam memberikan perizinan lingkungan dan melakukan pengetatan aturan baku mutu untuk menjaga kondisi kelayakan Sungai Tapung saat ini dan masa depan.

Sekretaris DPH LAKTA Rais Hasan Piliang Datuk Bagindo Mudo, menambahkan bahwa maklumat bersama tersebut adalah bagian dari konsep Tigo Tunggu Sajarangan. Di mana koordinasi pemerintah daerah, alim ulama dan kaum adat serta tokoh masyarakat setempat dapat berjalan baik seterusnya di masa depan, dikutip dari cakaplah. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyaris Diamuk Massa, Pemuja Sabu Gasak Gerobak Milik Pensiunan PNS di Pekanbaru 

    Nyaris Diamuk Massa, Pemuja Sabu Gasak Gerobak Milik Pensiunan PNS di Pekanbaru 

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang pencandu sabu inisial FJS alias Otong (24) nyaris diamuk massa setelah terpergok mencuri gerobak angkong di Jalan Kenanga, Gang Flamboyan, Kelurahan Padang Bulan,  Pekanbaru. Informasi dirangkum Rabu (11/06/25),  pelaku berhasil diamankan oleh petugas dari Unit Reserse Kriminal Polsek Senapelan sebelum massa yang sudah emosi bertindak lebih jauh pada pada Senin (09/06/25) sekitar […]

  • GEMPAR! Kadisdik Riau Ditangkap Jaksa, Korupsi SPPD Fiktif

    GEMPAR! Kadisdik Riau Ditangkap Jaksa, Korupsi SPPD Fiktif

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kadisdik Riau, Tengku Fauzan Tambusai ditangkap jaksa dalam kasus korupsi perjalanan dinas fiktif, Rabu (15/05/24). Kadisdik Riau itu ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas di Setwanprov. Kasus itu terjadi ketika ia menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekwan DPRD Riau. Ia dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru. Penahanan […]

  • POTENSI OMBAK 3 Meter di Perairan Kepri, Nelayan Agar Waspada

    POTENSI OMBAK 3 Meter di Perairan Kepri, Nelayan Agar Waspada

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Nelayan serta pengguna lalu lintas laut di Riau dan Kepri mesti waspada. Ada potensi ombak tinggi di perairan Bintan juga Bangka, Jumat (23/12/2022). Hal Itu disampikan petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Yasir. Ia menyebut prakiraan tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. “Namun […]

  • Lesti Kejora Dipolisikan Gegara Nyanyi Lagu ‘Bagai Ranting yang Kering’

    Lesti Kejora Dipolisikan Gegara Nyanyi Lagu ‘Bagai Ranting yang Kering’

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Penyanyi dangdut Lesti Kejora tengah menjadi perhatian setelah dilaporkan atas dugaan pelanggaran hak cipta. Laporan tersebut diterima oleh Polda Metro Jaya pada 18 Mei 2025. Pihak pelapor adalah seorang pencipta lagu berinisial YM alias YD yang merasa karyanya digunakan tanpa izin. Laporan tersebut dilayangkan ke polisi melalui kuasa hukumnya yang berinisial IS. Belakangan, diketahui bila […]

  • PENYANYI Mualaf Sinead O’Connor Tutup Usia, Sempat Belajar Kitab Berbagai Agama

    PENYANYI Mualaf Sinead O’Connor Tutup Usia, Sempat Belajar Kitab Berbagai Agama

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    PENYANYI mualaf Sinead O’Connor meninggal dunia pada Rabu 26 Juli 2023. Kabar duka tersebut diumumkan pihak keluarga yang menyatakan bahwa wanita 56 tahun tersebut telah berpulang. Meski enggan menyebutkan perihal penyebab kematian, pihak keluarga musisi yang telah menjadi mualaf pada tahun 2018 lalu tersebut mengatakan mereka tengah berkabung dan meminta privasi pada saat yang sangat […]

  • Bocah 13 Tahun Hilang Saat Mandi di Sungai Desa Pulau Balai Kuok 

    Bocah 13 Tahun Hilang Saat Mandi di Sungai Desa Pulau Balai Kuok 

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Seorang anak laki-laki dilaporkan hilang di Sungai Kampar, Desa Pulau Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Kamis (14/05/26) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban diketahui bernama Rahmadani (13), warga Dusun Lereng, Kecamatan Kuok. Ketika kejadian, korban mandi bersama 15 orang temannya di aliran sungai tersebut. Berdasarkan informasi awal, saat sebagian teman korban telah selesai […]

expand_less