AS Gempur Kapal Cepat dan Pertahanan Udara Iran di Selat Hormuz
- account_circle Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Pasukan AS menembakkan rudal ke kapal cepat Iran di Selat Hormuz. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DETAK24COM – Amerika Serikat (AS) memperluas operasi militernya terhadap Iran dengan menyerang kapal cepat serta pertahanan udara milik Korps Garda Revolusi Iran atau Iranian Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang berada di dua lokasi sekitar Selat Hormuz.
Mengutip Voice of Emirates, Senin (13/07/26), operasi militer dilakukan bersamaan dengan serangkaian serangan terhadap sistem rudal dan pertahanan udara Iran. Hal ini menandai eskalasi terbaru dalam konfrontasi militer kedua negara.
Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom), melalui akun X resminya mengonfirmasi pasukannya telah melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.
“Pada pukul 17.00 waktu setempat, pasukan hari ini, pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran untuk terus mengurangi kemampuan mereka menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz,” bunyi pernyataan Centcom, Minggu (12/7/2026) waktu setempat.
Centcom menambahkan serangan dilakukan atas arahan Presiden AS Donald Trump sebagai bentuk untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran.
Menurut keterangan Centcom, operasi tersebut merupakan bagian dari upaya militer AS untuk mengurangi kemampuan Iran yang dinilai mengancam keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz, dikutip dari Anadolu Agency.
Sebelumnya, pada Sabtu (11/7/2026) waktu setempat, AS menyatakan telah menyerang sekitar 140 target militer Iran yang mencakup lokasi rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, serta lokasi pengawasan pantai. Selama 3 hari operasi militer dalam pekan ini, militer AS mengeklaim telah menghantam lebih dari 300 target di berbagai wilayah Iran.
Serangan-serangan itu dilakukan setelah Iran menembaki kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut hingga waktu yang belum ditentukan. (*)
Editor : kar











