Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Pasca OTT di Riau, KPK Periksa Tiga Juru Masak Gubri Wahid 

Pasca OTT di Riau, KPK Periksa Tiga Juru Masak Gubri Wahid 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – KPK memeriksa tiga orang juru masak di kediaman Gubri Wahid. Para terperiksa diduga kuat berhubungan dengan jatah preman dalam kasus OTT Gubri Wahid dkk, Senin (17/11/25).

“Hari ini dilanjutkan pemeriksaan para saksi,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (17/11/25).

Dia mengatakan, pemeriksaan dilakukan di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Adapun yang diperiksa sebagai saksi, yakni tiga orang pramusaji di rumah dinas Gubernur Riau. Ketiganya berinisial ALP, MSA, dan ML.

“Kemudian, saksi YFDL selaku ASN PPPK Dinas PUPR PKPP dan HS, staf perencanaan di Dinas Pendidikan Riau,” kata Budi.

Terkait penyidikan kasus korupsi tersebut, KPK telah melakukan penggeledahan sejumlah lokasi di Riau. Antara lain, rumah dinas Gubri, Kantor Dinas PUPR-PKPP.

Penggeledahan juga dilakukan di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Dinas Pendidikan Riau, rumah Muhammad Arif Setiawan, dan rumah Dani M Nursalam.

Dalam kegiatan penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan serta menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik (BBE) terkait dengan dugaan pergeseran anggaran di Provinsi Riau.
Nantinya, dokumen dan barang-barang elektronik akan dipelajari untuk menentukan ada atau tidak keterkaitannya dengan kasus yang sedang ditangani oleh KPK.

Gubri Wahid ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Muhammad Arif Setiawan, dan tenaga ahli gubernur, Dani M Nursalam.

Penetapan tersangka dilakukan pasca tim KPK melakukan operasi tangkap tangan di Pekanbaru pada Senin (3/11/2025). Diduga ada permintaan fee dari kenaikan anggaran di UPT yang ada di bawah Dinas PUPR Riau.

Gubri Wahid ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Muhammad Arif Setiawan, dan tenaga ahli gubernur, Dani M Nursalam.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak menjelaskan, kasus bermula dari pertemuan di salah satu kafe antara Sekretaris Dinas PUPR PKPP Riau, Ferry Yunanda dengan 6 Kepala UPT Wilayah I-VI, Dinas PUPR PKPP, pada Mei 2025.

Pertemuan itu untuk membahas kesanggupan pemberian fee yang akan diberikan kepada Abdul Wahid selaku Gubernur Riau. Fee sebesar 2,5 persen atas penambahan anggaran 2025.

Anggaran itu dialokasikan pada UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I-VI Dinas PUPR PKPP Riau yang semula Rp 71,6 miliar menjadi Rp177,4 miliar. Terjadi kenaikan Rp 106 miliar.

Hasil pertemuan itu dilaporkan ke Kepala Dinas PUPR PKPP, Muhammad Arif Setiawan. Oleh Arif, fee tersebut dinaikkan menjadi 5 persen atau sebesar Rp 7 miliar.

Bagi yang tidak menuruti perintah tersebut, diancam dengan pencopotan ataupun mutasi dari jabatannya. Di kalangan Dinas PUPR PKPP Riau, permintaan ini dikenal dengan istilah “jatah preman”.

Selanjutnya, seluruh Kepala UPT Wilayah Dinas PUPR PKPP beserta Sekretaris Dinas PUPR PKPP Riau melakukan pertemuan kembali dan menyepakati besaran fee untuk Abdul Wahid sebesar 5% atau Rp 7 miliar.

Hasil pertemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Dinas PUPR PKPP Riau dengan menggunakan bahasa kode “7 batang”.

Terjadi beberapa kali setoran fee jatah kepada Abdul Wahid. Yakni pada Juni 2025. Ferry sebagai pengepul uang dari Kepala UPT, mengumpulkan total Rp 1,6 miliar.

Dari jumlah itu, atas perintah Kepala Dinas PUPR PKPP, Ferry mengalirkan dana sejumlah Rp 1 miliar kepada Abdul Wahid. Uang itu diberikan melalui Dani M Nursalam dan Rp 600 juta kepada kerabat Muhammad Arif Setiawan.

Pada Agustus 2025, atas perintah Dani M Nursalam melalui Muhammad Arif Setiawan, Ferry kembali mengepul uang dari para kepala UPT, dengan uang terkumpul sejumlah Rp 1,2 miliar.

Uang itu didistribusikan Muhammad Arif Setiawan untuk driver MAS sebesar Rp 300 juta, proposal kegiatan perangkat daerah Rp 375 juta, dan disimpan oleh Ferry senilai Rp 300 juta.

Pengumpulan dana terus berlanjut hingga November 2025. Kali ini tugas pengepul dilakukan Kepala UPT 3 dengan total mencapai Rp 1,25 miliar, yang di antaranya dialirkan untuk Abdul Wahid.

Uang itu diberikan melalui Muhammad Arif Setiawan Rp 450 juta, serta diduga mengalir Rp 800 juta yang diberikan langsung kepada Abdul Wahid.

“Total penyerahan pada Juni hingga November 2025 mencapai Rp 4,05 miliar dari kesepakatan awal sebesar Rp 7 miliar,” kata Johanis, Rabu (05/11/25).

Uang yang diterima Abdul Wahid telah dipergunakan untuk keperluan dinas maupun di luar kedinasan, seperti ke London, Inggris dan Brasil. Bahkan ia juga berencana ke Malaysia.

Dari hasil penggeledahan di rumah Abdul Wahid di Jakarta Selatan, tim mengamankan sejumlah uang dalam bentuk pecahan asing, yakni 9.000 poundsterling dan 3.000 USD atau jika dikonversi dalam rupiah senilai Rp 800 juta.

“Total yang diamankan dari rangkaian kegiatan tangkap tangan ini senilai Rp 1,6 miliar,” imbuhnya. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Wakil Indonesia Tampil di Perempat Final Olimpiade Panjat Tebing Kombinasi 

    Dua Wakil Indonesia Tampil di Perempat Final Olimpiade Panjat Tebing Kombinasi 

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PARIS, detak24com – Rajiah Sallsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil pada perempat final olimpiade panjat tebing kombinasi di Olimpiade Paris 2024. Babak perempat final olimpiade panjat tebing kombinasi dihelat di Le Bourget Sport Climbing Venue, Rabu (07/08/24) petang nanti WIB. Rajiah akan menghadapi wakil Amerika Serikat, Emma Hunt. Desak Made ditantang atlet Republik […]

  • Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 7 TKI Asal Aceh Diamankan di Lubuk Gaung Dumai

    Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 7 TKI Asal Aceh Diamankan di Lubuk Gaung Dumai

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Tujuh TKI asal Aceh batal berangkat secara ilegal ke Malaysia. Mereka diamankan bersama seorang WNA Bangladesh serta tekong di Lubuk Gaung, Dumai. BP3MI Riau, Bareskrim Polri, dan Polres Dumai berhasil menggagalkan keberangkatan tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dan satu warga negara asing (WNA) asal Bangladesh yang hendak diselundupkan ke Malaysia melalui […]

  • Update Terbaru Korban Banjir dan Longsor Sumatra : 1.177 Meninggal, Hilang 148 Orang 

    Update Terbaru Korban Banjir dan Longsor Sumatra : 1.177 Meninggal, Hilang 148 Orang 

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – BNPB mencatat korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor Sumatera mengalami penambahan. Sebanyak 10 jenazah baru kembali ditemukan. Berdasarkan situs BNPB, Ahad (04/11/25) pukul 21.30 WIB, total korban meninggal akibat bencana di tiga provinsi tersebut sebanyak 1.177 jiwa. Sementara itu, sebanyak 148 orang masih dinyatakan hilang. “Jumlah pengungsi saat ini masih […]

  • Kolaborasi TP PKK Kecamatan Mandau dan Kelurahan Talang Mandi Gelar Pelatihan dan Keterampilan 

    Kolaborasi TP PKK Kecamatan Mandau dan Kelurahan Talang Mandi Gelar Pelatihan dan Keterampilan 

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Untuk  mendukung sekaligus mensukseskan Program Unggulan Bupati Bengkalis, TP PKK Kecamatan Mandau dan Kelurahan Talang Mandi, Senin (23/12/24) berkolaborasi menggelar pelatihan dan keterampilan bagi anggota PKK.  Ketua TP PKK Kecamatan Mandau Dewi Asdinar Riki MSi diwakili Kasubag Keuangan Kecamatan Mandau Desi Susilva Yenni mengatakan bahwa pelatihan itu bertujuan meningkatkan perempuan berdaya keluarga […]

  • Ditabrak Bus Pelangi, Driver Maxim Tewas di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru 

    Ditabrak Bus Pelangi, Driver Maxim Tewas di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru 

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pengendara Maxim bernama Candra Cindunata (38) meregang nyawa usai ditabrak Bus Pelangi di Jalan Yos Sudarso, Pekanbaru. Informasi dirangkum Senin (06/04/26(, kecelakaan maut terjadi di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Ahad (05/04/26) malam sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden itu mengakibatkan satu orang tewas, dan satu lainnya luka. Kecelakaan melibatkan dua […]

  • Kasus Kejahatan Lingkungan, Polda Riau Selamatkan Rp 221 Miliar Kerugian Negara

    Kasus Kejahatan Lingkungan, Polda Riau Selamatkan Rp 221 Miliar Kerugian Negara

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polda Riau selamatkan uang negara sebesar Rp 221 miliar dari kejahatan lingkungan. Kasus tersebut mencakup illegal logging, pertambangan hingga karhutla. Kejahatan sumber daya alam (SDA) di Riau menjadi perhatian khusus dari Komisi III DPR RI. Hal itu terungkap dalam kunjungan ke Markas Polda Riau, Sabtu (22/02/25). Komisi III DPR RI yang membidangi […]

expand_less