Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Babel » Perda Pemberantasan Prostitusi hanya Pajangan, Lokalisasi Parit 6 Resahkan Warga 

Perda Pemberantasan Prostitusi hanya Pajangan, Lokalisasi Parit 6 Resahkan Warga 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKALPINANG, detak24com – Aktivitas prostitusi di lokalisasi Parit 6, Jalan Nilam, Bacang, Kecamatan Bukit Intan, kembali menghantui wajah Kota Pangkalpinang.

Di balik indahnya perkotaan Pangkalpinang yang baru dipimpin oleh wali kota baru, praktik haram ini justru tumbuh subur tanpa tindakan tegas dari Pemerintah Kota Pangkalpinang maupun APH setempat.

Terlihat belasan rumah dengan lampu kelap-kelip yang indah di malam hari dan dentuman alunan musik menyimpan kisah sisi gelap Kota Pangkalpinang.

Tampak ratusan pekerja seks komersial (PSK) dengan pakaian minim menjajakan diri kepada pria hidung belang yang datang memburu nafsu.

Riska, warga Jalan Nilam 1 Semabung Lama, rumahnya hanya berjarak 1 km, merasa resah dengan adanya aktivitas rumah remang-remang malam ini.

“Saya resah. Kalau dari jam 9 malam ke atas, suara musik sudah menggema. Apalagi kalau tengah malam banyak mobil dan motor lalu lalang, terkadang ada yang mabuk pulang dari situ, berkelahi sama temannya di depan rumah saya,” ungkap Riska, Rabu (12/11/25).

“Apakah tidak ada tindakan dari pemerintah maupun dari aparat penegak hukum setempat untuk menindaklanjuti? Padahal wali kota kita baru saja dilantik, kapolda juga baru saja dilantik,” lanjut Riska dengan rasa kecewa.

Lebih lanjut, seorang informan media mengungkapkan bahwa para PSK sering dipaksa melayani pria hidung belang meski sedang sakit. Jika tidak mendapatkan tamu, telepon genggam mereka disita oleh mami pemilik kafe.

“Kami sering dipaksa melayani tamu meski sedang datang bulan. Setiap malam Jumat dan malam Minggu, kami harus mendapatkan tamu. Jika tidak, telepon genggam kami disita. Apalagi jika ketahuan punya pacar di Bangka, kami pasti dimarahi. Saat disita, semua isi telepon genggam kami diperiksa,” ungkapnya dengan nada getir.

Ia juga menambahkan bahwa setiap bulan, para PSK membayar uang keamanan sebesar Rp300 ribu kepada mami. Uang ini digunakan untuk berjaga-jaga jika ada masalah dengan tamu.

Selain itu, mereka juga membayar uang kebersihan sebesar Rp 80 ribu per pekan dan uang kamar sebesar Rp 230 ribu jika tamu menginap, atau Rp 150 ribu jika tidak menginap.

Ironisnya, pada awal 2021, Pemkot Pangkalpinang telah menutup resmi lokalisasi Parit Enam dan Teluk Bayur demi memberantas prostitusi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Jika kita mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Pangkalpinang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Prostitusi dan Perbuatan Asusila pun seharusnya menjadi landasan hukum yang kuat untuk menindak praktik ini. Namun, kenyataannya, perda ini seolah mandul di hadapan suburnya lokalisasi Parit 6.

awak media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasat Pol PP Pangkalpinang, Efran, namun pesan konfirmasi hanya dibaca tanpa respons.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada salah satu Mami DA terkait dugaan pemaksaan terhadap PSK di lokalisasi, namun tidak mendapat balasan.

Selain itu, konfirmasi juga dilakukan kepada Mami Ap, yang disebut sebagai pemilik salah satu rumah remang-remang, namun ia mengaku tidak tahu-menahu dan menyarankan untuk bertanya langsung kepada pihak pengurus di Parit 6.

“Mana saya tau, kok nanya sama saya. Kenapa gak nanya langsung sama yang pengurus di Parit 6,” ungkap dengan nada tinggi.

Wali Kota Pangkalpinang juga telah diupayakan untuk dikonfirmasi, namun pesan hanya menunjukkan centang dua.

Sampai berita ini ditayangkan tindakan tegas dari Pemkot Pangkalpinang dan APH setempat dalam hal ini sangat dinantikan untuk membuktikan komitmen dalam memberantas prostitusi dan menegakkan Perda yang ada. Jangan sampai wajah kota yang baru bersinar ini ternoda oleh praktik haram yang meresahkan masyarakat. (Red)

Reporter : Tama

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • RASAIN! Pelakor di Aceh Dihukum Cambuk, Jadi Viral Medsos

    RASAIN! Pelakor di Aceh Dihukum Cambuk, Jadi Viral Medsos

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    SEORANG perempuan dituduh sebagai pelakor di Aceh dapat hukum cambuk, gegara terbukti merebut laki orang. Seketika, jadi perbincangan hangat jagat media sosial (medsos) Instagram, TwitterdanTiktok. Viralnya kejadian pelakor dicambuk di depan orang ramai itupun menjadi perbincangan hangat. Pro dan kontra warganet banjir mengisi kolom komentar. Dikutip dari makasar terkini.id, video pelakor di Aceh dihukum cambuk itu […]

  • GUBRI Tak Bisa Proses, Khairul Umam: Mosi Tak Percaya Pimpinan DPRD Bengkalis Batal!

    GUBRI Tak Bisa Proses, Khairul Umam: Mosi Tak Percaya Pimpinan DPRD Bengkalis Batal!

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Ketua DPRD Bengkalis H Khairul Umam LC ME Sy memberi tanggapan terkait surat Gubri nomor: 120/PEM-OTDA/13767 tertanggal 5 Oktober 2023, yang tidak dapat memproses lebih lanjut usulan pemberhentian pimpinan DPRD Bengkalis (Khairul Umam dan Syahrial). Surat dari Gubri tersebut sebagai jawaban atas surat Bupati Bengkalis yang ditandatangani Sekda Bengkalis dengan surat nomor […]

  • Info Haji : Bertambah, Lima JCH Riau Wafat di Tanah Suci 

    Info Haji : Bertambah, Lima JCH Riau Wafat di Tanah Suci 

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Sehari jelang keberangkatan menuju Arafah, Oncu Buang Ahmad (76), JCH  pemegang nomor porsi 0400098510 meninggal di Rumah Sakit King Faisal Makkah, Selasa (3/6/2025) pukul 21.35 WAS. Jemaah tersebut sempat dirawat di KKHI Makkah. Ini merupakan jemaah asal Kabupaten Pelalawan yang meninggal setelah menjalani operasi hernia. “Telah berpulang ke Rahmatullah salah seorang jemaah […]

  • AYAH Brigadir J Nyaris Pingsan, Dengar Pembunuh Anaknya Lolos Hukuman Mati

    AYAH Brigadir J Nyaris Pingsan, Dengar Pembunuh Anaknya Lolos Hukuman Mati

    • calendar_month Rabu, 9 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    JAKARTA, detak24com – Ayah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat mengaku sangat terkejut dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menganulir hukuman mati Ferdy Sambo menjadi penjara seumur hidup. Samuel juga mengaku kaget MA memangkas hukuman tiga pelaku pembunuhan berencana Brigadir J lainnya. Yakni Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. “Saya sangat […]

  • PARAH! Petani Desa Buluh Manis Bathinsolapan Nyambi Jual Sabu

    PARAH! Petani Desa Buluh Manis Bathinsolapan Nyambi Jual Sabu

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    BATHINSOLAPAN, detak24.com – Gerak cepat Satresnarkoba Polres Bengkalis merespon laporan masyarakat, berhasil membekuk AP (40) petani nyambi jual sabu di Komplek By Duri, Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathinsolapan. Selain pelaku, polisi juga berhasil menyita BB diantaranya 3 bungkus plastik pack berisi sabu seberat 71.22 gram, 1 Hp merk Vivo warna putih, dan 1 bungkus plastik […]

  • DIDOR Berkali-kali, Bandar 15 Kg Ganja Menyerah ke Polisi, Jadi Tontonan Warga

    DIDOR Berkali-kali, Bandar 15 Kg Ganja Menyerah ke Polisi, Jadi Tontonan Warga

    • calendar_month Rabu, 2 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    TANAHDATAR, detak24com – Dua orang bos narkoba kejar-kejaran dengan Tim Tarantula Polres Tanahdatar saat operasi penggerebekan 25 Kg ganja. Bak film action, setelah didor berkali-kali kedua tersangka akhirnya menyerah. Operasi penangkapan tersebut berlangsung di Jalan Jembatan Lintas Ombilin, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanahdatar. Dari jarak 15 Km, polisi telah membuntuti kedua tersangka yang saat itu menggunakan […]

expand_less